Monthly Archives: Juli 2022

Tokoh-Tokoh Astronomi Terkenal di Dunia

Beberapa penemuan astronomi, pengetahuan, dan perkembangan ilmu ini tentu saja tak lepas dari jasa-jasa para astronom. Nah, berikut ini ada beberapa tokoh astronomi terkenal di dunia yang memiliki jasa penting dalam bidang astronomi :

  1. Anaximander (610-546 SM) : Juga dikenal sebagai “Bapak Ilmu Astronomi”.
  2. Aristoteles (384-322 SM) : ilmuwan terkenal asal Yunani. Aristoteles percaya kalau bulan, matahari, dan planet-planet lainnya mengitari bumi pada serangkaian pola angkasa rumit. Ia juga mengemukakan kalau bumi dan bulan itu berbentuk bola dan bulan dapat bersinar karena pantulan cahaya matahari. Namun, Aristoteles tidak percaya bahwa bumi bergerak dalam antariksa atau bergerak dalam porosnya.
  3. Eratosthenes (276-196 SM) : Ahli astronomi Yunani yang pertama kali mengukur bumi secara teliti. Dari pengamatannya ia mengemukakan bahwa bumi seharusnya berdiameter 13.000 km (hampir sepenuhnya benar, mengingat diamater sebenarnya yang dihitung pada masa modern adalah 12.756,28 km pada khatulistiwa).
  4. Pythagoras (abad ke-6 SM) : merupakan salah satu ilmuwan asal Yunani paling terkenal sepanjang sejarah. Salah satu temuannya yang terbesar adalah rumus Pythagoras yang kita gunakan hingga saat ini. Pythagoras jugalah yang pertama mengemukakan pendapat bahwa bumi berbentuk seperti bola.
  5. Aristarkhus (abad ke-3 SM) : Ilmuwan asal Yunani yang mempercayai bahwa Matahari adalah pusat dari alam semesta. Ia juga merupakan orang pertama yang menghitung ukuran relatif dari bulan, bumi, dan matahari. Aristarkhus menemukan bahwa diameter bulan hanya 30% dari diameter bulan (hampir sepenuhnya benar, mengingat nilai sebenarnya adalah 0,27 atau 27%).
  6. Hipparkus (abad ke-2 SM) : tokoh astronomi terkenal di dunia adalah Hipparkus. Ahli astronomi asal Yunani terbesar pada masanya. Ialah yang membuat katalog 850 Bintang dengan teliti.
  7. Ptolomeus (abad ke-2 M) : ilmuwan Yunani yang menyusun gambaran baku tentang alam semesta yang dipakai oleh para astronom hingga zaman renaissance.
  8. Nicolaus Copernicus (1473-1543) : tokoh astronomi terkenal di dunia selanjutnya adalah Nicolaus Copernicus. Merupakan ahli astronomi asal Polandia yang mencetuskan teori (benar) bahwa bumi bukanlah pusat atau sentra alam semesta (selayaknya pandangan umum pada masanya). Teori milik Copernicus ini didukung oleh pengamatan Galileo dan dibenarkan oleh perhitungan Johannes Kepler.
  9. Galileo Galilei (1564-1642) : salah satu tokoh astronomi terkenal di dunia yang memberikan banyak sumbangan besar melalui penemuannya dalam bidang astronomi. Galileo Galilei merupakan ilmuwan asal Italia yang mengemukakan revolusi dalam astronomi dan juga melakukan berbagai pengamatan di luar angkasa.
  10. Tycho Brahe (1546-1601) : tokoh astronomi terkenal di dunia selanjutnya adalah Tycho Brahe. Ia adalah ahli astronomi asal Denmark. Ia dianggap sebagai salah satu pengamat terbesar pada masa pra-teleskop (sebelum teleskop digunakan). Dengan hanya memanfaatkan alat bidik sederhana, Tycho Brahe dapat mengukur planet dengan ketelitian lebih besar dibandingkan siapapun. Hal ini akhirnya memungkinkan Johannes Kepler yang merupakan asistenya pada saat itu untuk memecahkan dan menemukan hukum gerakan planet.
  11. Johannes Kepler (1571-1630) : Matematikawan dan astronom dari Jerman yang menemukan 3 hukum dasar pergerakan planet. Dalam perhitungannya ini, Johannes Kepler menggunakan pengamatan Tycho Brahe.
  12. Edmond Halley (1656-1742) : astronom Inggris yang pada tahun 1705 memperhitungkan bahwa komet yang pernah terlihat dalam tahun 1531, 1607 dan 1682 sebenarnya merupakan komet yang sama. Yang bergerak dalam 1 garis edar yang sama tiap 75 atau 76 tahun sekali mengitari Matahari. Komet tersebut akhirnya disebut sebagai Komet Halley.
  13. James Bradley (1693-1762) : ahli astronomi Inggris yang menemukan Aberasi Sinar Cahaya pada tahun 1728. Aberasi atau penyimpangan tersebut merupakan bukti langsung pertama (yang dapat diamati) bahwa bumi berevolusi mengelilingi matahari.
  14. Sir Isaac Newton (1642-1727) : Ilmuwan Inggris yang sangat dikenal lantaran penemuan hukum gravitasinya. Melalui hukum gravitasi yang ditemukannya, Newton secara tak langsung dapat membantu menjelaskan mengapa planet mengitari matahari. Sir Isaac Newton juga memberikan sumbangan yang penting dalam dunia astronomi dengan penelitiannya tentang cahaya dan optika. Tahun 1668, ia membangun reflector pertama di dunia.
  15. Sir William Herschel (1738-1822) : ahli astronomi Inggris (yang lahir di Jerman). Ia menemukan planet Uranus tanggal 17 Maret 1781 dan 2 satelitnya beserta dengan 2 satelit Saturnus. Ia juga membangun reflector 122 cm yang saat itu menjadi yang terbesar di dunia (digunakan untuk melakukan pekerjaan surveinya).
  16. Immanuel Kant (1724-1804) : ia adalah seorang filsuf Jerman yang mengajukan cikal bakal teori modern mengenai tata surya pada 1755.
  17. Pierre-Simon de Laplace (1749-1827) : ahli matematika asal Perancis. Ialah yang mengembangkan teori populer tentang asal mula tata surya yang sebelumnya telah digagas oleh Immanuel Kant.
  18. Charles Messier (1730-1817) : ahli astronomi Perancis yang menyusun sebuah daftar yang berisi lebih dari 100 kelompok bintang dan nebula. Sampai saat inipun, banyak objek ini yang masih disebut sebagai objek nomor Messier atau M seperti M1 dan M31.
  19. Urbain Jean Joseph Leverrier (1811-1877) : adalah matematikawan Perancis yang berhasil memperhitungkan keberadaan Planet Neptunus. Perhitungan Leverrier inilah yang kemudian memungkinkan penemuan planet Neptunus oleh Johann Galle.
  20. Johann Gottfried Galle (1812-1910) : ia merupakan ahli astronomi asal Jerman yang menemukan planet Neptunus. Tepatnya pada 23-09-1846, dengan menggunakan perhitungan Urbain Leverrier.
  21. Giovanni Schiaparelli (1835-1910) : adalah ahli astronom dari Italia yang menyatakan adanya saluran di permukaan planet Mars untuk pertama kalinya. Terutama ketika planet Mars mendekat di tahun 1877. Ia menamakannya sebagai “canali”.
  22. John Ludwig Emil Dreyer (1852-1926) : ahli astronom Denmark yang menghimpun katalog utama yang memuat hampir 8000 kelompok bintang dan nebula. Katalog yang ia susun sendiri disebut sebagai Katalog Umum Baru (the New General Catalogue, NGC).
  23. Percival Lowell (1855-1916) : ahli astronomi Amerika yang memetakan saluran di Mars dan mempercayai adanya kehidupan pada planet tersebut.
  24. Henrietta Leavitt (1868-1921) : ahli astronomi asal Amerika yang menemukan teknik penting dalam mengukur jarak antar bintang dengan menggunakan bintang-bintang variabel cepheid.
  25. Harlow Shapley (1885-1972) : ahli astronom Amerika yang melakukan perhitungan sebenarnya dari galaksi yang kita tempati (pada tahun 1921). Ia juga menyatakan sekaligus membuktikan kalau Matahari sebenarnya tidak terletak di pusat galaksi.
  26. Edwin Hubble (1889-1953) : astronom yang pada tahun 1924 menunjukkan bahwa ada galaksi lain di luar galaksi kita. Selanjutnya, ia juga mengelompokkan galaksi tersebut berdasarkan bentuknya (spiral dan eliptik).
  27. Georges Lemaître (1894-1966)
  28. George Gamow (1904-1968)
  29. Sir Fred Hoyle (1915-2001)   : ahli astronomi asal Inggris. Ia dikenal karena karyanya tentang Teori Keadaan Lunak. Teori tersebut membantah kalau pembentukan alam semesta diawali dengan suatu ledakan besar (The Big Bang).
  30. Carl Sagan (1934-1996)
  31. Clyde Tombaugh (1906-1997)
  32. Carl von Weizsacker (1912-2007)
  33. Marteen Schmidt (1929-…)

Dan masih banyak lagi tokoh astronomi terkenal di dunia lain yang memberikan pengaruh besar dalam dunia astronomi.

Teori Big Bang, Awal Mula Penciptaan Alam Semesta!

Kamu pasti sudah tak asing lagi bukan dengan teori astronomi terpopuler satu ini? Ya, teori tersebut adalah teori Big Bang. Teori ini mengemukakan bahwa asal mula penciptaan alam semesta itu karena adanya ledakan dahsyat yang kemudian disebut sebagai “Big Bang”.

Sebenarnya, teori asal mula alam semesta sendiri bukan hanya Teori Big Bang lho. Masih ada beberapa teori lainnya seperti Teori Keadaan Tetap, Teori Osilasi, dan Teori Nebula. Diantara beberapa teori tersebut, teori Big Bang lah yang paling populer dan paling banyak dipercaya.

Lalu, sebenarnya apa sih teori Big Bang itu? Yuk, langsung saja simak pembahasannya berikut ini!

Apa Itu Big Bang?

Big Bang atau Ledakan Dahsyat/Dentuman Besar (The Big Bang dalam Bahasa Inggris) adalah suatu kejadian/peristiwa yang menjadi penyebab terbentuknya alam semesta. Hal ini sendiri didasarkan pada beberapa kajian kosmologi seputar bentuk awal dan perkembangan alam semesta dari waktu ke waktu.

Berdasarkan permodelannya, diketahui bahwa dulu alam semesta kita berada dalam kondisi yang sangat panas. Kemudian, mengembang secara terus-menerus hingga saat ini. Nah, berdasarkan pengukuran terbaik yang dilakukan pada tahun 2009. Keadaan alam semesta (awal) bermula setidaknya 13,7 miliar tahun yang lalu. Waktu ini kemudian dijadikan sebagai referensi waktu terjadi Ledakan Dahsyat ini.

Teori ini sendiri dinilai mampu memberikan penjelasan yang paling akurat dan komprehensif serta didukung oleh berbagai metode ilmiah dan pengamatan dari para ahli (ilmuwan).

Lalu, siapa orang pertama yang dianggap memunculkan konsep Big Bang ini? Orang tersebut adalah Georges Lemaître yang merupakan seorang biarawan Katolik Roma di Belgia. Saat itu, Georges Lemaître menyebutnya sebagai “Hipotesis Atom Purba”.

Kerangka model ini sendiri tergantung pada relativitas umum Albert Einstein. Beserta dengan beberapa asumsi lainnya seperti isotropi ruang dan homogenitas.

Persamaan yang mendeskripsikan Teori Big Bang sendiri dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Sesudah Edwin Hubble (tahun 1929) mendapati bahwa jarak antara Bumi dengan galaksi yang terbilang sangat jauh, akan berbanding lurus dengan geseran merahnya (sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Georges Lemaître tahun 1927).

Pengamatan ini kerap mengindikasikan kalau semua galaksi dan gugus bintang (yang jaraknya sangat jauh) memiliki kecepatan tampak (yang secara langsung) akan menjauhi titik pandang. Jadi semakin jauh objeknya, maka kecepatan tampaknya akan semakin besar.

Apabila jarak antar gugus galaksi tersebut semakin meningkat (layaknya yang terpantau sekarang). Maka, seharusnya semuanya pernah berdekatan di masa lalu. Secara rinci, gagasan ini akan mengarahkan ke suatu keadaan dimana massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrem.

Teori Big Bang ini dapat digunakan untuk mendeskripsikan dan menjelasan perubahan umum alam semesta semenjak pengembagan awalnya.

Sejarah Teori Big Bang

Dalam teori ini, dijelaskan bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan yang amat besar. Hal ini terjadi milyaran tahun yang lalu (para ilmuwan memprediksi sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu). Setelah terjadi ledakan/dentuman besar tersebut, ada sejumlah besar lontaran material yang pada akhirnya menyebar ke seluruh alam semesta.

Material yang terlontar tersebut terdiri atas partikel-partikel seperti neutron, proton dan elektron. Partikel tersebut dapat terbentuk pada kurun waktu 10-4 detik. Proses pembentukan inti yang sangat kecil pun hanya memerlukan waktu sekitar 3 menit.

Ketika terjadi ledakan ini, suhunya diperkirakan mencapai 70 kali lipat suhu matahari sekarang ini. Bahkan, butuh waktu sekitar 500.000 tahun untuk mendinginkannya (elektron dan intinya). Akhirnya, setelah melewati waktu yang panjang material tersebut akhirnyabBersatu dan membentuk sebuah planet, satelit, asteroid, meteor, debu-debu kosmik, dan berbagai macam partikel lainnya.

Sekitar tahun 1912, dilakukanlah pengukuran nebula spiral menggunakan Efek Doppler dari Vesto Slipher untuk pertama kalinya. Nebula spiral sendiri merupakan nama lain dari Galaksi Spiral. Melalui pengukuran inilah, mulai muncul banyak penelitian tentang alam semesta yang dilakukan oleh para ahli (ilmuwan).

10 tahun kemudian seorang kosmologis dan matematikawan bernama Alexander friedman dari Rusia,  mengemukakan bahwa alam semesta ini akan terus mengembang.  Hal ini tentu saja berlawanan dengan model alam semesta statis yang dinyatakan oleh Einstein.  Pada tahun 1924, Edwin Hubble  juga melakukan sebuah penelitian terhadap model Nebula.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, awal teori Big Bang ini dikemukakan oleh Abbe Georges Lemaitre  Pada tahun 1927. Menurut Abbe Georges Lemaitre, alam semesta ini awalnya berasal dari gumpalan superatom berbentuk bola api yang berukuran sangat kecil. Meskipun ukurannya sangat kecil, namun gumpalan bola api ini memiliki massa jenis yang luar biasa besar dengan suhu mencapai +- 1 triliun derajat Celcius.

Sesaat sebelum terjadinya ledakan, gumpalan bola api ini bertambah menjadi 1,75 cm. Makin lama ukurannya makin bertambah dengan sangat cepat. Pada akhirnya, pada detik ke-0 (waktu mulainya big bang) ada ledakan dahsyat yang menghamburkan beberapa material ke alam semesta.

Setelah terjadinya ledakan tersebut, ada pancaran energi dalam jumlah yang sangat besar di alam semesta. Hal ini nantinya akan membentuk materi pembangun di alam semesta. Salah satu materi tersebut adalah atom hidrogen. Atom hidrogen yang terlempar tersebut lambat laun berkumpul, membentuk debu dan awan hydrogen (biasa disebut sebagai nebula).

Makin lama, nebula tersebut semakin memadat hingga akhirnya bersuhu jutaan derajat Celcius. Nebula (awan Hidrogen) ini kemudian yang menjadi awal mula pembentukan bintang-bintang. Bintang-bintang itu akhirnya akan berkumpul dan membentuk kelompok galaksi. Dari galaksi inilah, kemudian lahir milyaran sistem tata surya. Sistem tata surya kita sendiri hanya salah satu dari ribuan bahkan milyaran tata surya lain di seluruh semesta.

Meskipun telah terjadi selama jutaan tahun yang lalu, namun kekuatan Big Bang sendiri masih terasa hingga sekarang.  Hal ini dapat dibuktikan karena alam semesta yang sekarang masih terus berkembang dan meluas dari waktu ke waktu.  Beberapa galaksi bahkan diyakini semakin menjauh antara satu dengan yang lainnya.  Gerakan tersebut akan sampai pada batas maksimalnya.  Jika sudah mencapai batasnya, para ahli percaya bahwa benda-benda di alam semesta akan berhenti menjauh dan pada akhirnya tertarik lagi oleh gravitasi universal dan kembali ke titik awal permulaan ledakan.

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa pembahasan seputar Teori Big Bang. Teori ini menjadi teori paling populer dalam memprediksi asal-usul penciptaan alam semesta. Nah, salah satu bukti terkuat dari kejadian The Big Bang ini adalah penemuan CMB yang tidak disengaja.

CMB atau gelombang mikro kosmis ini merupakan radiasi elektromagnetik tertua yang memenuhi seluruh ruang angkasa dan dinilai sebagai sisa dari The Big Bang. 

Apabila dideteksi menggunakan teleskop radio yang sifatnya sensitif. CMB sendiri akan terlihat seperti noise (cahaya redup) yang sebenarnya tidak berasal dari galaksi, bintang, atau benda langit manapun. CMB ini juga akan terdeteksi paling kuat di ranah gelombang mikro spektrum radio.

Fenomena Astronomi Unik yang Pernah Menghebohkan

Beberapa fenomena astronomi memang terkadang mampu menarik perhatian banyak orang. Fenomena tersebut bahkan mampu menghebohkan dunia. Fenomena astronomi unik ini memang terbilang tidak biasa dan terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama. Bisa tahunan atau bahkan puluhan hingga ratusan tahun sekali.

Lalu, apa saja fenomena astronomi unik yang pernah terjadi? Nah, berikut ini kami rangkumkan beberapa diantaranya untukmu!

Fenomena Astronomi Unik

Supermoon

Fenomena unik pertama adalah terjadinya Supermoon. Istilah ini pertama kali muncul tahun 1979 dan dikemukakan oleh Richard Nolle yang merupakan seorang astrolog. Istilah “Supermoon” ini kerap digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan dimana bulan berada di posisi terdekatnya dengan bumi (apsis atau perigee). Hal inilah yang membuat bulan terlihat lebih penuh dan terlihat juga jauh lebih besar dari biasanya.

Banyak masyarakat yang tertarik dengan fenomena ini. Fenomena supermoon ini juga banyak diabadikan dan dibagikan di media sosial dan kerap menjadi headline banyak berita. Fenomena supermoon ini terjadi di tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005, dan 2011. Tahun 2011 adalah tahun dimana bulan berada dalam jarak terdekat dengan matahari selama 18 tahun terakhir. Diperkirakan, pada saat itu jaraknya hanya sekitar 356.577 kilometer.

Fenomena astronomi unik Supermoon ini juga kerap dikaitkan dengan berbagai bencana alam yang terjadi setelahnya. Supermoon juga menyebabkan naiknya permukaan laut sekitar berapa Inchi di beberapa daerah tertentu.

Gerhana Bulan Total (GBT)

Fenomena astronomi lainnya yang cukup unik adalah gerhana bulan total. GBT tahun 2011 tepatnya di bulan Juni adalah gerhana bulan yang tergelap dan terlama di sepanjang sejarah. Durasinya sekitar 100 menit dan bisa disaksikan dengan mata telanjang.

BMKG menyatakan bahwa GMT ini dapat mempengaruhi beberapa kondisi di bumi, terutama bagi permukaan laut (pasang-surut).

Gerhana Matahari

Gerhana matahari adalah kondisi dimana posisi matahari, bulan, dan bumi berada dalam 1 garis lurus. Hal ini mengakibatkan cahaya matahari terhalang oleh cahaya bulan dan akhirnya tak sampai ke bumi. Akibatnya, akan terjadi gerhana matahari di sebagian wilayah di bumi.

Gerhana matahari sendiri terbagi menjadi beberapa jenis seperti :

  • Gerhana matahari total : Fenomena dimana bulan menutupi seluruh cahaya matahari hingga korona matahari terlihat. Peristiwa ini pernah terjadi pada 21 Agustus 2017 di Amerika Serikat, utamanya di daerah Oregon ke South Carolina.
  • Gerhana matahari cincin : Fenomena di mana posisi bulan tepat berada diantara matahari dan bumi. Namun, ukurannya (bulan) yang lebih kecil dibandingkan ukuran tampak matahari akan membuat pinggiran matahari terlihat layaknya cincin terang yang mengitari bulan (yang tampak sebagai bundaran gelap).
  • Gerhana matahari campuran : Fenomena astronomi unik yang cukup langka. Di sebagian daera,h gerhana ini akan jadi gerhana total. Sementara di daerah lain, gerhana ini hanya akan terlihat sebagai gerhana matahari cincin.
  • Gerhana matahari sebagian : Fenomena dimana posisi bulan tidak berada di tengah-tengah matahari, sehingga hanya menutupi sebagian posisi matahari.

Hujan Meteor

Fenomena astronomi unik lainnya yang kerap terjadi adalah hujan meteor. Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, hujan meteor sendiri merupakan fenomena dimana sejumlah meteor terlihat bersinar di langit malam.

Hal ini bisa terjadi karena ada meteorid yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Ukurannya pun sangat kecil, karena itulah serpihan benda luar angkasa tersebut akan terkikis habis ketika melewati atmosfer bumi. Nah, jika serpihan tersebut berhasil mencapai bumi. Maka, akan dinamakan sebagai meteorit.

Beberapa fenomena hujan meteor terkenal adalah Hujan Meteor Lyrid, Hujan Meteor Eta Aquarid, dan  Hujan Meteor Draconid.

Aurora

Fenomena ini terjadi karena adanya ionisasi gas yang ada pada lapisan atmosfer bumi sehingga menimbulkan fenomena astronomi unik nan indah yang bernama Aurora. Fenomena ini terjadi pada lapisan ionosfer di kedua kutub bumi.

Ada 2 aurora yang terkenal yakni Aurora Borealis yang ada di Kutub Utara dan Aurora Australis di kutub selatan. Aurora Borealis sendiri berwarna kemerah-merahan. Terjadi di bulan Maret dan April serta September dan Oktober. Sering terlihat di Alaska, Islandia, Skandinavia Utara, Fairbanks, dan beberapa lokasi di Kanada Timur.

Aurora Australis yang berada di Kutub Selatan dapat terlihat dengan jelas di wilayah Launceston, Ross di sebelah Timur dan Queenstown di bagian Barat, Blackman’s Bay dan Clifton Beach di dekat kota Hobart, di Launceston dan Devonport di bagian utara pulau Tasmania.

Fenomena aurora unik yang berwarna-warni ini akan sangat menarik minat dan perhatian. Dan kerap kali diabadikan. Bagaimana? Apakah kamu tertarik melihat fenomena ini secara langsung? Kalau iya, kamu mungkin harus mendatangi wilayah di kutub utara atau kutub selatan untuk melihatnya.

Fenomena Matahari Kembar atau Sun Dog

Sesuai dengan namanya, dalam fenomena ini di langit akan terlihat seolah-olah ada 2 atau lebih matahari. Tapi, jangan panik atau takut? Ini merupakan salah satu fenomena yang menakjubkan dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Fenomena ini juga kerap terjadi di wilayah yang memiliki banyak kristal es. Fenomena astronomi unik yang satu ini juga kerap disebut sebagai parhelion atau sun dog. Matahari yang seolah-olah terlihat lebih dari 1 ini sebenarnya merupakan kumpulan cahaya yang membentuk bola dan berada di sebelah matahari sehingga terlihat seolah-olah sebagai “matahari tambahan”.

Fenomena ini dapat terjadi karena beberapa hal. Utamanya karena proses atmosferik yang jarang terjadi. Proses atmosferik sendiri merupakan proses pembiasan matahari (min 22 derajat) ketika cahaya matahari menembus kumpulan lempeng kristal es yang heksagonal.

Lempeng ini sendiri berfungsi layaknya prisma yang tersusun secara heksagonal yang akhirnya membentuk awan sirus (awan tinggi yang bersuhu sangat dingin). Pembiasan cahaya ini kemudian akan menghasilkan sebuah bola cahaya yang berada tepat di samping matahari.

Jika fenomena parhelion ini sendiri terjadi ketika sunrise, maka seiring bertambahnya ketinggian matahari maka sudut pembiasannya akan semakin besar. Sehingga matahari tambahan ini lama kelamaan juga akan menghilang.

Fenomena ini juga pernah terjadi beberapa kali lho di dunia. Seperti akhir tahun 2015 di Tarakan, Kalimantan Utara, Oktober 2015 di Kanada, Agustus 2016 di Cilacap, dan pada Oktober 2018 di Kepulauan Riau.

Kesimpulan

Itulah beberapa fenomena astronomi unik yang pernah terjadi. Selain fenomena diatas, masih ada banyak sekali fenomena astronomi lainnya yang cukup menakjubkan dan menghebohkan lho. Diantaranya adalah fenomena astronomi Pelangi Api, Konjungsi Venus dan Jupiter, Minimoon, Istiwa’ A’dhom, Oposisi Saturnus, Komet Honda, Bulan Bertemu Jupiter, Tertutupnya Venus oleh Bulan, Halo Matahari, Awan Warna Warni, dan lain sebagainya.

Semua fenomena tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah oleh para ilmuwan. Nah, bagaimana? Fenomena astronomi manakah yang paling menarik perhatianmu?

5 Cabang Ilmu Astronomi yang Harus Kamu Ketahui

Astronomi memiliki ruang lingkup yang sangat luas, mencakup semua benda langit baik yang terbentuk alami ataupun benda langit ciptaan manusia seperti satelit luar angkasa. Nah, tahukah kamu kalau ternyata ilmu astronomi ini terbagi menjadi beberapa cabang. Cabang-cabang tersebut akan membahas ilmu astronomi tertentu dengan lebih spesifik.

Penasaran? Yuk, simak cabang ilmu astronomi berikut ini!

Kosmogoni

Cabang pertama yang akan kita bahas adalah kosmogoni. Kata “Kosmogoni” sendiri berasal dari Bahasa Yunani “κοσμογονια atau kosmogonia” kata tersebut terdiri atas 2 kata lainnya yakni “κοσμος atau kosmos” yang bermakna semesta dan “γονος atau gonos’ yang diartikan sebagai generasi.

Kosmogoni sendiri merupakan cabang astrofisika yang mempelajari asal mula serta struktur alam semesta secara luas. Intinya, dalam cabang ilmu Kosmogoni ini akan dipelajari tentang asal usul benda angkasa dan juga membahas bagaimana benda angkasa tersebut bisa terbentuk (contohnya, planet, matahari, dan bintang).

Salah satu model kosmologis secara umum dalam konsep pengembangan alam semesta adalah konsep “Ledakan Dahsyat” atau yang lebih populer dengan sebutan “Big Bang”. Dalam mitologi sendiri, mitos kosmogonik dijabarkan sebagai kisah yang menggambarkan asal-usul alam semesta (Kosmos).

Cabang ilmu astronomi ini juga merujuk pada teori kelahiran dan evolusi alam semesta atau serangkaian cerita mitos yang membentuk suatu legenda. Legenda tersebut akan membentuk layaknya suatu cerita dimana para dewa akan terlibat dalam suatu pertempuran yang pada akhirnya dapat menciptakan alam semesta. Narasi-narasi seperti ini biasanya berkembang dalam Mitologi Mesir dan Sumeria.

Kosmogoni sendiri memiliki beberapa jenis yang telah dikembangkan di sepanjang sejarah. Kosmogoni dalam budaya Bangsa Yunani terdiri atas sekelompok cerita atau mitologi yang melibatkan kepercayaan dan peradaban Hellenic mengenai asal-usul semesta dan manusia. Hal ini semakin berhasil mencapai puncak dengan adanya Hesiod’s Theogony yang menjadi inspirasi dalam Mitologi Hellenic, beserta dengan puisi-puisi Iliad dan Odyssey.

Kosmogoni dalam budaya Tiongkok sendiri diekspos dari Teori Kai t’ien. Teori ini sendiri tercatat dalam “Chou pei suan ching” yang merupakan perjanjian yang ditulis di abad ke-4 SM. Sementara itu, Kosmologi Mesoamerika sendiri menggunakan akun kosmogonik utama yang dikenal sebagai El Popol Vuh yang menjelaskan penciptaan langit dan bumi, dimana dunia dibagi menjadi 4 bagian yang sama.

Astrometri

Cabang Ilmu Astronomi selanjutnya adalah ilmu Astrometri. Astrometri sendiri merupakan cabang ilmu dari astronomi yang memusatkan fokusnya ke posisi benda-benda langit. Seperti posisi bintang dan berbagai benda langit lainnya dan memantau jarak serta pergerakan mereka.

Astrometri juga dapat diartikan sebagai ilmu astronomi yang membahas hubungan geometri berbagai benda langit. Contohnya adalah sistem rotasi dan revolusinya, ukuran, kedudukan, dan jarak antar benda langit satu dengan lainnya. Sebagian dari astrometri sendiri melibatkan pembuatan tangga jarak kosmik.

Jika ditelaah lebih lanjut, astrometri ini termasuk dalam sub-bidang yang berumur paling tua. Hal ini dapat diketahui dengan menilik ke belakang, di Zaman Hipparchus dimana katalog bintang pertama mulai disusun. Hipparchus sendiri juga menciptakan skala kecerahan (yang sampai sekarang masih digunakan). Astrometri modern sendiri mulai dikembangkan oleh Friedrich Bessel.

Selain memiliki fungsi pokok untuk menyediakan astronom dengan berbagai referensi untuk pengamatan mereka. Astrometri ini juga terbilang cukup penting bagi dinamika bintang, mekanika langit, dan astronomi galaksi. Cabang ilmu astronomi yang satu ini juga memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat dasar untuk menentukan waktu. UTC, pada dasarnya adalah waktu atomic yang kemudian disinkronkan dengan rotasi bumi.

Ada banyak sekali perkembangan dalam ilmu astrometri dari dulu hingga sekarang ini. Mulai dari Sundial yang efektif untuk mengukur waktu, astrolabe yang dibuat untuk mengukur sudut langit, memicu perkembangan ilmu geometri bola, pengukuran pergerakan planet secara teliti dapat digunakan untuk membuktikan Asas Copernicus bahwa Bumi berevolusi mengelilingi Matahari, hingga sextant yang secara dramatis mampu memperbaiki ukuran sudut-sudut di langit.

Astrofisika

Cabang ilmu astronomi ketiga yang akan kita bahas adalah Ilmu Astrofisika. Sederhananya, astrofisika merupakan bidang ilmu yang mempelajari sifat fisika atas fenomena yang terjadi dalam objek luar astronomi di jagat raya. Baik di luar angkasa dan juga di Bumi.

Contohnyanya adalah mengetahui temperatur dan radiasi, keadaan permukaan suatu benda, lapisan dan semua keadaan fisika yang menyangkut dengan sifat benda atau objek astronomi yang diamati. Metode studi dari cabang ilmu astronomi ini sendiri secara umum ada 2 yakni Astrofisika Teoretis dan Astrofisika Observasional.

Astrofisika teoretis sendiri mencakup model analitis dan simulasi numerik komputasi. Model analitis ini secara umum akan lebih baik untuk memberikan wawasan ini tentang objek yang diamati. Sementara, model numerik bisa digunakan untuk mengungkap fenomena dan efek tak terlihat lainnya.

Sementara itu, astrofisika observasional merupakan observasi atau pengamatan jarak jauh yang yang tidak dapat dilakukan dalam lingkungan terkendali.

Astronomi Praktis

Cabang ilmu astronomi keempat adalah Astronomi Praktis. Merupakan cabang ilmu astronomi yang membahas cara mengamati benda langit dengan alat dan metode astronomi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data atas pengamatan benda-benda langit.

Ilmu astronomi praktis atau yang disebut juga sebagai ilmu falak ini merupakan suatu disiplin ilmu pengetahuan paling tua, sejak manusia mulai membangun peradaban di bumi. Di kehidupan modern seperti saat ini pun, ilmu falak ini terus dikembangkan dengan memadukan berbagai teknologi yang lebih canggih.

Secara garis besar, ilmu falak ini dapar dibagi menjadi 2 macam yakni Ilmu Falak Ilmiy (Theoretical Astronomy) dan Ilmu Falak Amaliy (Practical Astronomy). Theoretical Astronomy sendiri membahas tentang konsep dan teori-teori benda langit. Sementara itu, Practical Astronomy lebih ke arah ilmu untuk melakukan perhitungan posisi dan kedudukan suatu benda langit. Ilmu ini sendiri juga sering disebut sebagai ilmu Hisab lantaran banyak memanfaatkan berbagai macam sistem perhitungan matematika.

Secara umum, ilmu falak atau astronomi praktis ini adalah cabang ilmu astronomi yang memiliki objek formal berupa benda-benda langit (utamanya matahari, bumi, dan bulan) dengan objek material berupa garis edar (orbit) masing-masing dan sasaran fungsionalnya mendukung syarat beribadah ke Sang Pencipta, Allah SWT.

Astronomi Deskriptif

Cabang ilmu astronomi selanjutnya adalah astronomi deskriptif. Secara umum dapat diartikan sebagai cabang ilmu astronomi yang membahas mengenai fakta-fakta atas gejala astronomi yang terjadi sekaligus mencari tahu dan menjelaskan proses beserta sebab akibat atas kejadian/fenomena tersebut.

Nah, itulah beberapa cabang ilmu astronomi. Astronomi sendiri adalah ilmu tertua yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Di zaman-zaman peradaban kuno, pengembangan ilmu ini serta pengamatan objek astronomi masih dilakukan secara manual. Namun, sekarang di era yang lebih modern ilmu astronomi semakin berkembang dengan adanya berbagai peralatan canggih yang menunjangnya.

Ruang Lingkup dalam Ilmu Astronomi

Ketika berbicara mengenai astronomi, hal tersebut tentunya memiliki kaitan yang erat dengan ilmu perbintangan dan juga benda-benda langit. Ruang lingkup astronomi pun begitu luas, mencakup benda langit yang tercipta secara alami seperti bumi, bintang, angkasa, dan asteroid serta benda-benda langit buatan manusia seperti satelit. Nah, ini dia pembahasan seputar ruang lingkup astronomi!

Ruang Lingkup Astronomi

Astronomi adalah ilmu perbintangan. Ilmu ini memanfaatkan benda-benda langit untuk memprediksi sesuatu, seperti tanggal dan cuaca. Berikut ini benda-benda langit yang termasuk dalam lingkup ilmu astronomi :

Planet

Benda langit yang pertama adalah planet. Definisi planet adalah benda langit yang memiliki massa besar dengan kekuatan gravitasinya sendiri dan bergerak mengelilingi suatu bintang. Dalam sistem tata surya kita, ada 8 planet yang mengitari Matahari. Planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Diantara ke-8 planet tersebut, satu-satunya planet yang berpenghuni hanyalah Bumi. Planet atau Bintang Siarah ini dalam Bahasa Yunani kuno disebut sebagai “astēr planētēs” atau yang bermakna “Bintang Pengelana”.

Orbit planet sendiri tidak berbentuk lingkaran, melainkan elips. Hal ini ditemukan oleh Johannes Kepler. Beberapa pengamatan dan penelitian seputar planet lainnya juga sering dilakukan oleh para ahli dan hasilnya ada banyak sekali penemuan serta fakta-fakta menarik tentang planet ini.

Nah, secara umum kita dapat membagi 8 planet dalam tata surya kita ke dalam 2 jenis utama yakni planet gas besar berkepadatan rendah dan planet raksasa darat kecil berbatu. Planet darat kecil atau planet kebumian sendiri meliputi Planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sementara itu, planet gas adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Belum diketahui secara pasti bagaimana planet ini terbentuk. Namun, teori paling populer menyatakan bahwa planet terbentuk dari nebula yang berubah menjadi cakram gas dan debu tipis.

Benda Langit Lain : Satelit, Meteorid, Asteroid, dan Komet

Satelit

Merupakan benda langit yang mengorbit pada benda lainnya dengan rotasi dan periode revolusi tertentu. Ada 2 jenis satelit, yakni satelit alam dan satelit buatan. Salah satu contoh satelit alam adalah Bulan yang mengorbit mengelilingi Planet Bumi.

Sementara itu, satelit buatan ini dirancang dan diciptakan oleh manusia. Satelit buatan ini terdiri atas Satelit pengamat Bumi, Satelit astronomi, Satelit navigasi, Satelit komunikasi, Satelit tenaga surya, Satelit mata-mata, Satelit cuaca, Stasiun angkasa, dan Satelit miniature (yang digunakan untuk mengklasifikasikan jenis satelit yang ringan dan berukuran kecil).

Meteoroid

Benda langit yang berukuran lebih besar dari suatu molekul namun lebih kecil dibandingkan asteroid. Meteoroid juga merupakan sebuah benda padat yang bergerak dalam antar ruang dalam suatu planet. Para ilmuwan memperkirakan adanya 25 juta meteorit, mikrometeorid, dan puing-puing angkasa lainnya yang memasuki atmosfer bumi tiap harinya. Per tahunnya, ada sekitar 15.000 ton material yang masuk ke atmosfer bumi.

Beberapa contoh meteroid terbesar yang pernah ditemukan di bumi adalah Meteorid Mbozi, The Cape York Meteorite,Bacubirito, El Chaco, dan Hoba.

Asteroid

Asteroid atau yang kerap disebut sebagai planet minor atau planetoid adalah benda angkasa berukuran lebih kecil dari planet dan biasanya lebih besar dibandingkan meteoroid. Asteroid ini umumnya berada dalam tata surya.

Ada jutaan asteroid yang menurut para ahli adalah sisa-sisa kehancuran dari planetesimal. Planetesimal sendiri merupakan material dalam nebula matahari (muda) yang tak pernah tumbuh besar menjadi planet.

Beberapa contoh asteroid adalah Asteroid Ceres, Pallas, Vesta, Hygeia, Interamnia, Baptistina, Cleopatra, dan Hektor.

Komet

Komet merupakan benda langit yang mengelilingi matahari. Komet ini bisa berbentuk elips, lonjong, parabolis, atau hiperbolis. Istilah komet sendiri berasal dari Bahasa Yunani “kometes” yang berarti “rambut panjang”. Komet juga sering disebut sebagai bintang berekor atau lintang kemukus. Komet dapat terbentuk dari es dan debu, ia tercipta dari kumpulan debu dan gas yang beku ketika berada jauh dari Matahari. Panjang “ekor” komet sendiri diperkirakan mencapai jutaan kilometer.

Komet ini juga mengorbit matahari sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Untuk menyelesaikan satu kali orbit, sebuah komet bahkan membutuhkan waktu ribuan tahun lho. Salah satu sebabnya adalah karena ada beberapa komet yang bahkan menempuh jarak yang lebih jauh di luar angkasa dibandingkan planet.

Beberapa contoh komet yang pernah terlihat adalah Komet Halley, Komet De Kock- Paraskevopoulos, Komet Hale Bopp, Komet Ikeya Seki, Komet West, Komet McNaught, dan Komet Eclipse.

Matahari dan Bintang

Ruang lingkup astronomi selanjutnya adalah Bintang. Bintang adalah benda langit yang bisa mengeluarkan cahayanya sendiri. Sementara itu, matahari adalah bintang di pusat tata surya kita. Bentuk matahari sendiri nyaris bulat dan terdiri atas plasma panas yang bercampur medan magnet. Diameternya sendiri mencapai 1.392.684 km atau sekitar 109 kali diameter Planet Bumi. Massa matahari sendiri mencapai 330.000 kali lipat massa bumi. Matahari merupakan benda langit terbesar dalam Galaksi Bima Sakti.

Nah, berikut ini beberapa contoh bintang lain selain Matahari : Sistem Centauri α, Sirius (α Canis Majoris), UY Scuti, R136a1, Vega (α Lyrae), dan lain sebagainya.

Galaksi

Galaksi sendiri merupakan kumpulan gas, debu, milyaran bintang, dan sistem tata surya yang disatukan oleh gaya gravitasi. Ruang lingkup astronomi sangatlah luas. Kita semua berada di planet bumi, salah satu planet yang mengelilingi matahari. Semua benda langit yang mengelilingi matahari merupakan suatu sistem tata surya.

Sementra itu, tata surya kita berada di dalam suatu galaksi yang dikenal sebagai Galaksi Bima Sakti atau Milky Way. Galaksi ini sendiri pun hanya merupakan bagian kecil dari alam semesta yang sangat luas.

Para ilmuwan memperkirakan ada sekitar 100 hingga 200 milyar galaksi di alam semesta ini. Sejauh ini, nama galaksi sendiri dikategorikan dalam sebuah nama dan nomor katalog. Berikut ini beberapa contoh galaksi yang dikenal :

  • Galaksi Bima Sakti : Awalnya mulai diketahui dan ditemukan pada 18 Juli 1783. Bentuknya spiral dengan 400 milyar lebih bintang dengan garis tengah sekitar 130 ribu tahun cahaya.
  • Galaksi Andromeda : Pertama kali ditemukan pada awal 965 M dan ditemukan lagi tahun 1612. Bentuknya spiral dan lebih besar dibandingkan Galaksi Bima Sakti karena diameternya hampir mencapai 200 ribu tahun cahaya.
  • Galaksi Ursa Mayor atau Galaksi Beruang Besar : Biasa terlihat sebagai 7 bintang terang. Bentuknya elips dan memiliki 6 bintang.
  • Galaksi Black Eye atau Galaksi Mata Hitam : Ditemukan oleh Edward Pigott pada 2 Maret 1779. Memiliki jalur debu penyerap gelap yang menakjubkan.  
  • Galaksi Tadpole atau Galaksi Kecebong : Sering dikaitkan dengan tabrakan/penggabungan dengan galaksi lain yang lebih kecil sekitar 100 juta tahun yang lalu. Bentuknya spiral berpalang dengan struktur tidak beraturan.

Ruang Angkasa

Merupakan suatu sistem yang terdapat milyaran galaksi di alam semesta atau yang lebih dikenal sebagai antariksa.

Sekian pembahasan mengenai ruang lingkup astronomi. Semoga bermanfaat

Mengenal Astronomi Lebih Jauh, Mulai Dari : Pengertian, Sejarah Awal, Cabang Ilmu, Manfaat Astronomi, dan Jurusan Kuliah

Kamu pasti pernah mendengar tentang ilmu astronomi, bukan? Ilmu ini memang cukup dikenal dan selalu dikaitkan dengan bintang. Nah ini dia beberapa pembahasan seputar ilmu astronomi yang bisa kamu jadikan sebagai referensi :

Pengertian Astronomi

Astronomi sendiri berasal dari Bahasa Yunani “ástron” yang berarti Bintang dan kata “nomos” yang bermakna Hukum. Dalam Bahasa Indonesia, kita dapat mengartikan astronomi sebagai Ilmu Bintang, Ilmu Falak, atau suatu jenis ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum bintang.

Ilmu alam ini akan mempelajari beberapa hal terkait dengan benda alam & fenomena alam yang ada di luar Bumi. Termasuk juga, fenomena di atas atmosfer bumi yang berasal dari luar angkasa (seperti aurora & meteor).

Ilmu astronomi juga akan mempelajari segala sisi dari suatu objek langit. Meliputi asal-usulnya, sifatnya, meteorologi, gerak, dan pengetahuan lainnya seputar objek tersebut. Ilmu ini juga merupakan salah satu ilmu tertua di dunia. Perkembangan astronomi semakin pesat setelah adanya penemuan Teleskop.

Sejarah Ilmu Astronomi

Sebagai salah satu ilmu tertua di dunia, astronomi tentunya memiliki sejarah panjang yang menarik untuk kita bahas. Lalu, bagaimana cara ilmuan-ilmuan atau para ahli mengetahui kalau astronomi ini sudah ada sejak lama?

Hal ini dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan artefak kuno yang berasal dari zaman prasejarah. Artefak tersebut membuktikan bahwa orang-orang di zaman pra-sejarah sudah mulai menemukan & mengembangkan ilmu perbintangan ini.

Peninggalan tersebut antara lain adalah monumen-monumen dari Bangsa Mesir dan Nubia. Ada juga Stonehenge dari Britania. Bahkan, orang-orang dalam peradaban awal seperti orang-orang Babilonia, Tiongkok, India, Suku Maya, dan Bangsa Yunani Kuno juga telah melakukan pengamatan metodologis atas langit malam ini.

Namun, pada saat itu ilmu astronomi belum semaju sekarang. Pengamatan atas gerak-gerik benda-benda langit dan juga prediksinya masih menggunakan cara manual, dengan mata telanjang. Pengamatan biasanya dilakukan dari bangunan atau daratan yang tinggi. Observatorium & juga artefak kuno yang ada di masa prasejarah selain digunakan sebagai sarana upacara seremonial. Ternyata juga kerap digunakan sebagai media untuk menentukan musim, cuaca, iklim, waktu bercocok tanam, ataupun panjang tahun.

Ilmu astronomi yang didasarkan atas perhitungan matematis & ilmiah ini awalnya juga dipelopori oleh orang-orang Babilonia. Mereka mulai menemukan siklus saros yang mengungkap bahwa gerhana bulan memiliki siklus teratur. Mengikuti jejak Babilonia, bangsa-bangsa lain seperti Yunani Kuno juga mulai menemukan berbagai kemajuan dalam bidang astronomi.

Pada abad ke-3 SM, Aristarkhus dari Samos mulai mengajukan Model Tata Surya Heliosentris pertama dalam sejarah. Pada abad ke-2 SM, Hipparchus juga menemukan gerak presesi dan astrolab yang merupakan alat penelitian astronomi paling awal.

Tahun 964, Al-Sufi astronom Persia menemukan Galaksi Andromeda. Hal tersebut dicatat dalam Book of Fixed Stars atau yang disebut juga sebagai Kitab Suwar al-Kawakib. Selain itu, ada banyak penemuan-penemuan lainnya dalam bidang astronomi.

Pada sekitar tahun 1550–1800 M, ilmu astronomi berkembang semakin pesat berkat penemuan-penemuan ahli astronomi sebelumnya. Selain itu, teleskop juga sudah mulai digunakan sehingga pengamatan atas benda-benda langit jadi lebih efisien dan akurat.

Di akhir abad ke-19 mulai berkembang konsep fisika modern. Nah, saat ini sendiri para astronom telah melakukan berbagai pengamatan di observatorium dengan memanfaatkan teleskop untuk mengamati berbagai objek langit.

Cabang Ilmu Astronomi

Secara umum, astronomi ini dapat dibagi kedalam 4 sub bidang beserta sejumlah cabang ilmu yang ada di dalamnya. Diantaranya adalah :

  • Astrofisika : Merupakan ilmu yang menerapkan hukum fisika di luar angkasa. Astrofisika ini hampir mirip dengan geofisika, bedanya Astrofisika berhubungan dengan objek luar angkasa seperti bintang, benda-benda langit, dan ruang sekitarnya.
  • Astrometri : Ilmu yang memetakan benda langit. Ilmu ini lebih fokus ke posisi tepat suatu benda langit. Dapat dijadikan sebagai kerangka acuan untuk memantau pergerakan bintang ataupun objek lainnya di ruang angkasa.
  • Astrologi : Ilmu yang berfokus ke dalam pemeriksaan bebatuan, material, dan medan di luar angkasa. Ilmu ini memiliki kaitan yang cukup erat dengan eksogeologi.
  • Astrobiologi: Suatu bidang yang fokus untuk mencari informasi seputar kehidupan di luar Bumi.

Kegunaan Ilmu Astronomi

Astronomi memiliki banyak sekali kagunaan bagi manusia, baik manusia di zaman dulu dan sekarang. Lalu, apa sebenarnya manfaat astronomi? Berikut ini diantaranya :

  • Untuk melakukan perhitungan tanggal

Manfaat pertama yang bisa kita dapatkan dari astronomi adalah perhitungan tanggal. Melalui ilmu astronomi ini, kita dapat memahami dan melakukan sistem perhitungan tanggal dengan baik dan benar.

Perhitungan tanggal yang dilakukan dengan memanfaatkan astronomi meliputi perhitungan tanggal masehi dan tanggal hijriah. Tahun Islam yang ditandai dengan tanggal 1 muharam sendiri juga ditentukan dengan mengamati pergerakan bulan sebagai patokan. Hal ini juga berlaku untuk mengamati hari awal mulai puasa. Dengan ilmu ini, seseorang bisa tahu apakah ini sudah waktu memasuki bulan Ramadhan dan syawal atau belum.

  • Digunakan untuk memprediksi dan mengetahui perubahan cuaca

Tahukah kamu kalau perubahan cuaca memiliki hubungan yang sangat erat dengan fenomena langit? Nah, karena itulah kita bisa memanfaatkan ilmu ini untuk memprediksi cuaca. Jika saat malam hari, bulan bersinar terang dan bintang berkelap-kelip indah. Maka, itu artinya cuacanya sedang bagus. Orang-orang bisa bepergian dengan aman. Para nelayan juga bisa pergi melaut dengan tenang.

Sebaliknya, jika bulan dan bintang di langit malam tak tampak. Maka, cuacanya sedang tidak bagus. Orang-orang harus lebih waspada ketika akan melakukan perjalanan. Terlebih, perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi laut atau udara.

  • Menentukan arah mata angin

Ada 4 arah mata angin utama yakni timur, selatan, barat, dan utara. Kamu bisa memanfaatkan ilmu astronomi sebagai petunjuk arah mata angin. Contoh, saat kamu tengah mendaki dan tidak membawa Kompas. Maka, kamu bisa memanfaatkan arah terbit dan terbenam matahari sebagai patokan untuk menentukan arah mata angin. Arah matahari terbit adalah sebelah timur, dan arah terbenamnya matahari adalah sisi kanan.

  • Untuk Ramalan

Ramalan-ramalan yang kita kenal seperti ramalan zodiak yang keluar tiap tahun atau per harinya juga memanfaatkan ilmu ini.

Selain 4 hal diatas, ilmu ini juga akan meningkatkan pemahaman kita seputar fenomena-fenomena alam yang terjadi di langit.

Cara Belajar Astronomi

Jika kamu tertarik dengan bidang astronomi ini, kamu bisa mengambil jurusan astronomi sewaktu kuliah ya. Setelah lulus dan kamu sudah ahli dalam bidang ini, kamu bisa berkarir sebagai seorang astronom. Kamu bahkan bisa jadi astronot, dosen/pengajar/peneliti astronomi, jurnalis sains, akademis dalam bidang astronomi, dan profesi terkait lainnya.

Ketahui Cabang-Cabang Khusus Astronomi Secara Spesifik

Ketahui Cabang-Cabang Khusus Astronomi Secara Spesifik – Pernahkah Anda mendengar tentang astronomi? Ya, konsep astronomi adalah salah satu cabang ilmu tertua. Dikenal berkat penemuan astronomis dari zaman prasejarah, seperti monumen dari Mesir atau Stonehenge di Inggris. Peradaban kuno menggunakan astronomi untuk menentukan cuaca, musim, dan bahkan cuaca untuk pertanian.

Astronomi adalah cabang ilmu pengetahuan tertua.Ilmu pengetahuan diketahui dari berbagai artefak astronomi dari zaman prasejarah. Misalnya, keberadaan berbagai monumen dari Mesir atau dari Stonehenge di Inggris. Astronomi digunakan oleh peradaban kuno sebagai cara untuk menentukan waktu, musim, dan waktu yang tepat untuk memulai bertani..

Astronomi juga merupakan cabang ilmu di mana Anda dapat mempelajari berbagai benda langit termasuk bintang dan planet. Selain itu, Anda juga akan belajar tentang fenomena alam lain yang terjadi di luar angkasa.

Sejarah Astronomi

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa astronomi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit, seperti bulan, planet, bintang, termasuk matahari. Astronomi sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari.

Perkembangan astronomi secara substansial berlangsung dari sekitar 1000 SM. J.-C., tepatnya periode Sumeria dan Babilonia. Mereka mengamati keteraturan dan mampu berlatih gerhana bulan serta siklus planet. Memang, orang Mesir tahu bagaimana menemukan cara menghitung hari dalam setahun, yaitu 365 hari.Namun, di zaman Sumeria, tidak ada pengetahuan dalam bentuk gambar. Gambaran alam semesta masih murni spekulatif.

Kemudian, sekitar tahun 1550-1800 M, perkembangan astronomi berkembang pesat. Banyak kontribusi para ahli untuk perkembangan astronomi. Selain itu, juga terjadi perubahan sarana pengamatan, dari pengamatan dengan mata telanjang menjadi penggunaan teleskop.Sampai tahun 1800-1890 M, astronomi dirumuskan dengan konsep-konsep dasar fisika yang kita kenal sebagai fisika klasik.

Pada akhir abad ke-19, beberapa fenomena ditemukan yang bahkan fisika klasik pun tidak dapat menjelaskannya. Untuk itu perlu dikembangkan konsep fisika yang lebih mendasar, yaitu fisika modern. Para astronom saat ini melakukan pengamatan di observatorium menggunakan teleskop untuk mengamati berbagai benda langit

Cabang Astronomi Secara Khusus

Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi sekitar 8 menit cahaya, dan merupakan yang terjauh dipelajari; itu adalah bintang kerdil dalam klasifikasi utama ordo G2 V dan berusia sekitar 4,6 miliar tahun.

Meskipun tidak sebesar bintang variabel dan Matahari mengalami sedikit perubahan dalam cahayanya karena aktivitas yang dikenal sebagai siklus bintik matahari: fluktuasi jumlah bintik matahari selama sebelas tahun terakhir.Bintik matahari adalah daerah dengan suhu yang lebih rendah dan aktivitas magnet yang lebih tinggi.

Ilmu Keplanetan

Cabang astronomi ini mempelajari susunan planet, bulan, planet kerdil, komet, asteroid, dan benda langit yang berputar mengelilingi tata surya, terutama matahari, meskipun ilmu ini juga mencakup planet ekstrasurya. Tata surya kita telah dipelajari secara ekstensif, pertama menggunakan teleskop dan kemudian menggunakan pesawat ruang angkasa. Oleh karena itu, ada pemahaman yang sangat baik tentang pembentukan dan evolusi sistem planet, meskipun penemuan baru masih berlangsung.

Astronomi Bintang

Nebula Semut. Gas yang dipancarkan oleh bintang sekarat di pusatnya tidak biasa karena membentuk pola simetris, tidak kacau seperti ledakan normal.Untuk memahami alam semesta, studi tentang bintang dan evolusinya sangat penting. Astrofisika yang berkaitan dengan bintang itu sendiri dapat dipahami dari segi pengamatan dan teori, serta melalui simulasi komputer.

Astronomi Galaksi

Tata surya kita berputar mengelilingi Bima Sakti, galaksi spiral dibuang dari Grup Lokal. Ini adalah salah satu kelompok galaksi terbesar. Bima Sakti memutar materi gas, debu, bintang, dan objek lainnya, semuanya disatukan oleh gaya tarik gravitasi.Bumi sendiri terletak di lengan luar galaksi yang berdebu, sehingga sebagian besar Bima Sakti tidak terlihat.

Astronomi Ekstragalaksi

Gambar di atas menunjukkan beberapa objek yang digariskan dengan warna biru; Ini adalah gambar galaksi yang sama, direproduksi oleh lensa gravitasi yang disebabkan oleh gugusan galaksi kuning di tengah foto. Efek pelensaan yang dihasilkan dan medan gravitasi cluster membelokkan cahaya sehingga bayangan objek jauh diperbesar dan terdistorsi.

Kosmologi

Kosmologi, berasal dari kata Yunani kosmos (κόσμος, “dunia”) dan akhiran logia logo (λόγος, “studi”) dapat dipahami sebagai upaya untuk mempelajari alam semesta secara keseluruhan.

Jenis – Jenis Astronomi

Astronomi Observasional

Seperti diketahui, astronomi membutuhkan informasi tentang benda-benda langit, dan juga sumber utama dari banyak informasi yang sudah di ketahui adalah radiasi gelombang elektromagnetik.

Pengamatan astronomi dapat dibagi menurut wilayah spektrum elektromagnetik yang diamati: bagian dari spektrum dapat diamati melalui permukaan bumi, sedangkan bagian lain hanya dapat dicapai dari ketinggian tertentu, bahkan hanya dari luar angkasa. Informasi rinci tentang pembagian ini dapat ditemukan di bawah ini:

Astronomi Inframerah

Sebagian besar jenis radiasi diserap oleh atmosfer bumi, kecuali panjang gelombangnya tidak berbeda jauh dengan cahaya merah yang terlihat. Oleh karena itu, radiasi infra merah yang akan diamati adalah observatorium yang akan dibangun di tempat yang lebih tinggi, tidak lembab, bahkan di luar angkasa.

Astronomi Optik

Teleskop Subaru dan Observatorium Keck di Mauna Kea adalah dua contoh observatorium yang mampu mengamati inframerah tampak dan dekat. Di sebelah kanan adalah fasilitas teleskop inframerah NASA, yang beroperasi hanya pada panjang gelombang inframerah-dekat.

Juga dikenal dengan sebutan astronomi cahaya tampak, astronomi optik yang berfokus dengan radiasi elektromagnetik yang terlihat di depan mata. Oleh karena itu, cabang tertua, karena tidak memerlukan peralatan seperti itu. Dari akhir abad ke-19 hingga sekitar satu abad kemudian, teknik fotografi menggunakan gambar optik astronomis, tetapi sebelum itu harus digambar dengan tangan.

Demikian ulasan tentang, Mengetahui secara khusus cabang-cabang ilmu astronomi. Semoga bermanfaat.

Kenali 8 Jenis Astronomi Yang Perlu Anda Ketahui

Kenali 8 Jenis Astronomi Yang Perlu Anda KetahuiAstronomi merupakan ilmu yg mengusut mengenai konvoi benda-benda langit, misalnya surya, planet, bulan, bintang, meteoroid, asteroid & lain-lain. Astronomi memainkan kiprah krusial pada membantu insan menyebutkan berdari, komposisi & hubungan benda langit. Astronomi sendiri adalah galat satu ilmu tertua, misalnya yg diketahui berdasarkan jenis-jenis artefak astronomi yg ditemukan dalam zaman prasejarah.

Misalnya, monumen Nubia & Mesir dan Stonehenge pada Inggris. Orang-orang dalam zaman dahulu termasuk peradaban Yunani, Babilonia, Cina, Maya sampai India ditemukan sudah melakukan pengamatan metodologis pada langit malam. Meskipun ilmu ini mempunyai sejarah yg panjang, tetapi astronomi sudah bisa berkembang & sebagai cabang ilmu yg sangat terbaru melalui inovasi-inovasi krusial berupa teleskop.

Pengertian Astronomi

Astronomi merupakan ilmu yg mengusut & mengamati konvoi benda langit & kenyataan alam yg terjadi pada luar atmosfer bumi. Benda-benda langit tadi diantaranya surya, planet, bulan, bintang, meteoroid, asteroid & lain-lain. Selain itu, astronomi pula membahas insiden masa kemudian yg berkaitan menggunakan berdari mula terbentuknya rapikan matahari atau alam semesta misalnya teori Big Bang, pembentukan galaksi, lubang hitam & lain-lain.

Mempelajari astronomi nir terlepas berdasarkan fisika, kimia & matematika. Ilmu yg mengusut astronomi dianggap astronomi. Dalam astronomi selalu menerapkan metode ilmiah yg ketat dari perhitungan yg valid, & memakai data dari teori.

Astronomi pula dikaitkan menggunakan astrofisika yg terbagi sebagai dua, yaitu astrofisika teoritis & astrofisika observasional. Keduanya saling terhubung secara kompetitif buat menciptakan analisis data mengenai pengamatan objek lain yg sangat jauh berdasarkan planet bumi, komet, supernova & sebagainya.

Jenis – Jenis Astronomi Yang Perlu Anda Ketahui

Astronomi Observasional

Seperti diketahui, astronomi membutuhkan berita mengenai benda-benda langit, & pula asal primer berdasarkan sebagian akbar berita sejauh ini merupakan radiasi elektromagnetik, atau pula lebih spesifik, cahaya tampak.

Pengamatan astronomi bisa dibagi berdasarkan daerah spektrum elektromagnetik yg diamati: bagian berdasarkan spektrum bisa diamati melalui bagian atas bumi, sedangkan bagian lain hanya bisa dicapai berdasarkan ketinggian tertentu, atau bahkan hanya berdasarkan luar angkasa. Informasi lebih jelasnya tentang divisi tadi bisa dicermati pada bawah ini:

Astronomi Inframerah

Astronomi inframerah jenis ini beserta menggunakan analisis melibatkan deteksi radiasi sebuah inframerah (radiasi pada mana panjang gelombang melebihi sebuah cahaya merah). Sebagian akbar jenis radiasi diserap sang atmosfer bumi, kecuali bahwa panjang gelombangnya nir tidak sama jauh menggunakan cahaya merah yg terlihat. Oleh karenanya radiasi infra merah yg akan diamati merupakan observatorium yg akan dibangun pada loka yg tinggi & pula nir lembab, atau bahkan pada luar angkasa sekalipun.

Astronomi Optik

eleskop Subaru & Observatorium Keck pada Mauna Kea, keduanya adalah model observatorium yg bisa mengamati baik yg tampak juga yg dekat-inframerah. Di sebelah kanan merupakan Fasilitas Teleskop Inframerah NASA, yg beroperasi hanya dalam panjang gelombang inframerah-dekat.

uga dikenal menjadi astronomi cahaya tampak, astronomi optik mengamati radiasi elektromagnetik yg terlihat sang mata telanjang insan. Oleh karenanya, cabang tertua, lantaran nir memerlukan alat-alat tadi. Mulai berdasarkan akhir abad ke-19 sampai kurang lebih satu abad kemudian, teknik fotografi memakai gambar optik astronomis, namun sebelumnya wajib digambar menggunakan tangan.

Astronomi Ultraviolet

Radiasi elektromagnetik merupakan ultraviolet menggunakan panjang gelombang kurang lebih 100 sampai 3.200 (10-320 nm). Panjangnya cahaya yg diserap sang atmosfer bumi, sebagai akibatnya buat mengamatinya wajib terbuat berdasarkan atmosfer bagian atas, atau atmosfer luar (angkasa).

Jenis Astronomi cocok buat mengusut radiasi termal & garis emisi spektral bintang biru buat suhu yg sangat tinggi (penjabaran OB), lantaran bintang menjadi radiasi ultraviolet sangat terang – studi ini acapkalikali dilakukan & meliputi bintang yg terletak pada galaksi lain.

Astronomi Sinar-X

Objek bisa memancarkan cahaya menggunakan panjang gelombang sinar-X melalui emisi sinkrotron (asal berdasarkan elektron yg berputar pada kurang lebih medan magnet) atau melalui emisi gas padat termal & gas encer pada 107 sinar X-K. pula diserap sang atmosfer, sebagai akibatnya pengamatan wajib dilakukan berdasarkan atas balon, roket, atau pula satelit sebuah penelitian. Sumber sinar-X mencakup sinar-X bintang biner (binary X-rays), pulsar, residu-residu supernova, galaksi elips, gugus galaksi, & inti galaksi aktif.

Astronomi Sinar Gamma

Astronomi sinar gamma mengusut objek astronomi dalam panjang gelombang terpendek (sinar gamma). Sinar gamma bisa diamati secara eksklusif sang satelit misalnya Compton Gamma-Ray Observatory (CGRO), atau menggunakan jenis teleskop spesifik yg dianggap teleskop Cherenkov (IACT). Teleskop jenis ini sebenarnya nir mendeteksi sinar gamma, namun bisa mendeteksi percikan cahaya tampak yg didapatkan berdasarkan penyerapan sinar gamma sang atmosfer.

Astronomi Teoretis

Ada poly jenis metode & indera yg tidak sama yg bisa dipakai sang para astronom teoretis, termasuk contoh analitik lainnya (misalnya, buat memprediksi konduite bintang politropik) & simulasi numerik komputasional; menggunakan kelebihannya masing-masing. Model analitis biasanya lebih baik bila peneliti ingin mengetahui kasus & mengamati apa yg terjadi dalam baris; Model numerik bisa menyampaikan adanya kenyataan & pengaruh yg nir gampang dicermati.

Manfaat Astronomi

Banyak sekali manfaat astronomi, berikut beberapa manfaat astronomi bagi kehidupan manusia, antara lain :

  • Mengetahui konvoi benda-benda angkasa, dan persebaran & karakteristik-karakteristik benda angkasa.
  • Tentukan waktu berdasarkan matahari atau bulan.
  • Sebagai pedoman gejala alam pada bumi.
  • Memprediksi cuaca.
  • Tentukan perkiraan.

Demikian ulasan mengenai, Kenali 8 Jenis Astronomi Yang Perlu Anda Ketahui.semoga bermanfaat.