Author Archives: admin

Sejarah Judi Slot Online

Sejarah judi slot online – Berjudi adalah suatu bentuk penyakit komunitas, suatu bentuk patologi sosial. Sejarah perjudian telah ada ribuan tahun yang lalu, sejak diperkenalkannya sejarah umat manusia. Pada awalnya, perjudian mengambil bentuk permainan atau kegiatan rekreasi untuk menghibur hati, jadi itu non-rekreasi atau netral.

Dalam sifat netral ini, elemen-elemen baru secara bertahap ditambahkan untuk mempercepat kegembiraan permainan dan meningkatkan kegembiraan dan harapan untuk menang, yaitu bertaruh pada benda-benda dalam bentuk uang, benda atau tindakan berharga.

Sejarah judi online menurut islam

Sejarah Perjudian menunjukkan bahwa orang Mesir kuno sangat tertarik pada permainan saat ini dimainkan oleh anak-anak, di mana mereka memperkirakan jumlah jari dua orang berdasarkan angka ganjil atau genap. Orang-orang Yunani kuno senang melempar koin dan lotere yang dipelajari dari Tiongkok.

Selain itu, mereka menikmati dadu, dan di Roma kuno, dadu menjadi sangat populer. Para raja seperti Nero dan Claudine menganggap dadu sebagai bagian penting dari peristiwa kerajaan. Tetapi permainan dadu menghilang dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi, dan ditemukan kembali beberapa abad kemudian di sebuah benteng Arab bernama Hazart (mungkin diambil dari reposisi dadu) selama Perang Salib.

Setelah dadu ditemukan kembali di Eropa pada awal abad ke-12. seorang mantan pejuang perang, permainan dadu mulai menyebar lagi. Banyak kerabat kerajaan dari Inggris dan Prancis, yang kalah, bermain di sebuah tempat bernama Hazart.

Sampai abad ke-18, Hazart terus menjadi populer dengan raja dan pelancong untuk berjudi, dan pada abad ke-15, permainan kartu yang dibawa oleh wisatawan Tiongkok juga memasuki pasar Eropa. Kartu pertama dibuat di Eropa, yaitu Italia berisi 78 gambar lukisan yang sangat indah.

Pada abad ke-16, Prancis mengurangi jumlah kartu menjadi 56 dan mulai memproduksi kartu di seluruh Eropa. Pada saat ini, Ratu Elizabeth I dari Inggris telah menyelenggarakan lotere untuk meningkatkan pendapatan pemerintah.

Saat ini, judi online sering menggunakan hasil dari kompetisi olahraga. Sering digunakan sebagai taruhan dan menjadi hukum umum bagi pecinta olahraga, olahraga adalah sepakbola. Bahkan sepakbola kini telah menjadi industri, terutama dalam hal judi slot online, sponsor dan penjualan pemain sepak bola.

Dengan kemajuan teknologi, terutama Internet, perjudian dapat terjadi setiap hari di dunia maya. Taruhan judi online murni bersifat spekulatif. Konsep kebahagiaan, sedikit atau banyak, selalu mengandung bagian dari kepercayaan mistis tentang kemungkinan kebahagiaan.

Menurut pemain judi, kekayaan atau kerugian adalah sebuah surat. Permainan keberuntungan ini sudah terlihat di beberapa negara dan masyarakat primitif. Permainan ini melibatkan personifikasi suatu peristiwa atau fakta, yang merupakan hubungan roh baik dan memberikan keuntungan dan kepemilikan roh jahat yang membawa kemalangan.

Interpretasi seperti itu menghubungkan orang-orang dengan kepercayaan dan menjadi fitur kemanusiaan, serta menjadi elemen paling penting dari perjudian. Keyakinan masyarakat adalah bahwa dalam situasi kritis mereka selalu dilindungi dengan cara tertentu. Apakah roh mencintai mereka, semua ini tercermin dalam kebahagiaan atau kehilangan satu peristiwa atau perjudian.

Jadi dalam kehidupan sehari-hari, judi online digunakan sebagai alat uji. Karena bangsa ini memiliki dewa dan roh untuk menjamin kebahagiaan dan kemenangan di peluang yang tidak pasti. Karena itu mereka dianggap sebagai unsur otoritas, yaitu pengelolaan permainan kesempatan dan alat perjudian.

Pada saat yang sama, roh dan dewa dianggap mampu memberikan kebahagiaan dan kemenangan sebagai hadiah kepada orang yang mereka cintai. Negara yang lebih modern dengan pemahaman kausal tentang mekanisme mekanika untuk dunia dan lingkungannya.

Mengembangkan berbagai permainan yang terkait perjudian dan menjadikan permainan itu aktivitas khusus yang dapat menawarkan kesenangan, kesenangan, dan harapan untuk menang. Namun demikian, kepercayaan administratif terhadap kebahagiaan masih melekat pada budaya bangsa.

Mereka yakin bahwa walaupun mereka memiliki banyak harta dan harta para dewa, selama ini mereka lebih suka berpegang teguh pada perjudian. Penjudi hebat hampir selalu berusaha mendorong dirinya sendiri untuk menang karena mereka percaya bahwa hidupnya dirawat dan dilindungi oleh para pembela hidupnya.

Keyakinan inilah yang mendorong harapannya untuk menang, membuatnya menjadi penjudi kronis. Ada peningkatan minat dan harapan dalam judi online, serta ketegangan yang timbul dari ketidakpastian menang atau kalah. Situasi genting ini membuat tubuh lebih bersemangat dan bahagia, mempromosikan efek yang kuat dan rangsangan hebat untuk merasa nyaman bermain judi online.

Ketegangan meningkat ketika mereka disertai oleh kepercayaan administratif terhadap kekayaan. Keyakinan semacam itu tampaknya tidak cocok di abad ini, tetapi modren modern mau tidak mau dicirikan oleh banyak hal, sehingga hasrat judi mereka tidak terkendali dan mereka menjadi gamer profesional yang tidak tahu pentingnya intimidasi.

Ketika seseorang bermain judi online, muncul reaksi yang sangat menegangkan. Ketegangan ini diperburuk oleh ketidakpastian menang atau kalah, tetapi masih ada peluang dan harapan untuk menang. Emosi memuncak dalam ketegangan dengan perasaan samar yang kontradiktif, tetapi pikiran masih memiliki kesempatan.

Semua ini memberikan rangsangan atau keinginan untuk terus bermain dan berjudi sehingga perilaku nanti akan muncul dan mengarah pada kecanduan judi online. Bahkan pola-pola ini dapat menghanyutkan dan menghidupkan kesadaran manusia.

Oleh karena itu, pemain judi online hanya didorong oleh kegemaran, mereka secara bertahap menjadi pemain kronis yang siap mengambil risiko segalanya. Sejauh itu tetap menyangkut anak-anak dan istri mereka, kekayaan dan martabat mereka dipertaruhkan dalam permaina judi online.

Untuk itu, islam sangat melarang semua kegiatan permainan judi baik online atau offline. sebagai umat muslim, maka sangat baik untuk menginggalkan larang tersebut dan tetap berada dalam ajaran islam dan berpedoman pada alquran.

Klasifikasi Bintang : Berdasarkan pada Kelas Spektrumnya dan Kelas Luminositas

Klasifikasi Bintang – Dulu, sebelum manusia memiliki peralatan astronomi canggih. Kita hanya mengenai Matahari sebagai satu-satunya bintang di angkasa. Nah, di zaman modern ini dengan berbagai alat-alat astronomi canggih. Manusia dapat melakukan observasi dan mengamati berbagai bintang yang ada di langit termasuk mengklasifikasikannya dalam berbagai jenis.

Ada banyak sekali bintang-bintang di alam semesta. Jumlahnya pun sangat banyak, alias tak terhitung. Untuk memudahkan pengelompokannya, para ilmuwan pun memasukkan jenis-jenis bintang di luar angkasa dengan klasifikasi khusus.

Pengertian Bintang

Bintang adalah benda langit berukuran raksasa yang mampu memancarkan cahayanya sendiri. Matahari sendiri adalah bintang di tata surya kita, sekaligus hanya 1 dari sekian banyaknya bintang yang ada di luar angkasa.

Cahaya yang dipancarkan oleh Bintang ini merupakan sumber cahaya bagi planet-planet atau benda langit lainnya yang mengelilinginya. Setiap jenis bintang di luar angkasa memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari struktur hingga ukuran. Di malam hari, kita dapat melihat bintang-bintang ini di langit. Jumlahnya banyak sekali dan mereka berkelap-kelip dengan indah di langit malam. Untuk memudahkan proses klasifikasi, para astronom membagi bintang ini berdasarkan kategori tertentu.

Sejarah Permulaan Klasifikasi Bintang

Tahun 1814, Fraunhofer telah mencatat dan memetakan sejumlah garis gelap yang berada dalam spektrum Matahari apabila cahayanya dijadikan terlewat pada suatu garis prisma. Garis-gari ini sering disebut sebagai garis Fraunhofer.

Kirchhoff dan Bunsen menemukan bahwa seperangkat garis tersebut berkomunikasi dan berinteraksi dengan elemen kimia di lapisan atas matahari. Melalui penelitiannya, Fraunhofer kemudian juga mendapati kalau bintang-bintang itu juga memiliki spektrum layaknya Matahari. Tapi, dengan pola garis gelap yang terlihat berlainan.

Tahun 1867, seorang astronom Yesuit yang Bernama Angelo Secchi melakukan penyelidikan terhadap +- 4000 spektrum bintang menggunakan prima objektif. Kemudian, ia menggolongkan bintang-bintang tersebut berdasarkan kelas spektrumnya menjadi 3 kelas.

Penggunaan fotografi dalam bidang astronomi akhirnya juga membuka kesempatan slot gacor yang lebih luas untuk mempelajari spektrum bintang. Tahun 1886, Edward Charles Pickering memulai observasinya terhadap spektrum bintang menggunakan fotografi dengan lensa Objektifnya. Penelitian ini dilakukan di Observatorium Harvard, Amerika Serikat.

Klasifikasi Bintang Berdasarkan Kelas Spektrumnya (Harvard)

Bintang Kelas O

Bintang yang sangat panas, dengan suhu atau temperatur permukaan yang bisa mencapai 25.000 Kelvin lebih. Bintang-bintang yang ada dalam deret kelas O ini memiliki warna tampak yang sangat biru. Meskipun, sebenarnya energi yang dipancarkan pada gelombang ultraungu atau pada panjang gelombang ungu.

Berdasarkan pola spektrumnya, garis-gari serapan terkuatnya berasa dari atom Helium yang telah terionisasi sebanyak 1 kali dan karbon yang telah terionisasi sebanyak 2 kali. Sementara itu, garis-garis serapan dari ion juga terlihat. Terutama, di selangnya yang berasal dari ion-ion oksigen, nitrogen, dan juga silikon.

Garis Balmer Hidrogennya juga tak tampak karena seluruh atom Hidrogen berada dalam situasi terionisasi. Bintang deret O ini juga merupakan bintang yang sangat jarang dalam selang bintang deret utama yang lainnya.

Bahkan, pertandingannya antara 1 : 32.000.

Namun, karena memiliki pancaran yang sangat terang. Maka, rasanya tidak akan sulit menemukan bintang deret O ini diantara kumpulan bintang lainnya. Bisa mencapai 1 juta kali energi Matahari.

Selain itu, dalam klasifikasi bintang deret O ini. Bintang-bintang yang termasuk didalamnya juga sangatlah massif, dapat membakar hidrogen dengan sangat cepat.

Contohnya : Zeta Puppis

Kelas B

Merupakan bintang panas yang memiliki temperatur permukaan antara 11.000 – 25.000 Kelvin. Umumnya memiliki warna putih biru. Berdasarkan garis atau pola spektrumnya, garis serapan terkuat bintang ini berasal dari atom helium netral. Dari seluruh populasi bintang pada deret utama, hanya ada sekitar 0,13% pada bintang kelas B. contohnya : Rigel dan Spica.

Kelas A

Klasifikasi bintang yang selanjutnya adalah Kelas A. Bintang yang ada di Kelas A ini memiliki temperatur permukaan dari 7.500 hingga 11.000 Kelvin. Warnanya putih. Karena tidak terlalu panas (apabila dibandingkan dengan bintang kelas O dan B). maka, atom hydrogen dalam atmosfernya akan berada di situasi netral. Garis-garis Balmer juga akan terlihat sangat kuat pada kelas ini.

Bintang kelas A ini juga bertambah kurang dari 0.63 % dari populasi bintang di deret utama. Contohnya : ada Bintang Sirius dan Vega.

Kelas F

Memiliki temperatur permukaan sekitar .6000 hingga 7.500 Kelvin. Warnanya putih-kuning. Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang bertambah lemah dibandingkan bintang kelas A. Bertambah kurang dari 3,1% dari seluruh populasi bintang deret utama di alam semesta. Contoh bintang yang termasuk dalam klasifikasi bintang kelas F adalah Canopus dan Procyon.

Kelas G

Bintang yang berada di kelas G ini memiliki suhu permukaan selang antara 5000 hingga 6000 Kelvin dan memiliki warna kuning. Garis-garis Balmernya bertama lemah dibandingkan bintang kelas F. Namun, garis-garis ion logam dan logam netral yang dimilikinya semakin menguat.

Kurang dari 8% dari keseluruhan bintang deret utama. Contoh bintang yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah : Matahari, Capella, dan Alpha Centauri A.

Kelas K

Memiliki warna Jingga, temperaturnya sedikit lebih dingin dibandingkan dengan Bintang Kelas G seperti Matahari, yakni antara 3.500 – 5.000 derajat Kelvin. Beberapa bintang kelas K ini adalah bintang raksasa dan magaeaksasa. Bintang di kelas ini umumnya juga memiliki logam netral yang bertambah kuat dibandingkan dengan bintang kelas G.

Garis-garis TiO atau Molekul Titanum Oksidanya juga mulai tampak. Jumlahnya kurang lebih 13% dari seluruh populasi bintang yang ada di deret utama. Contohnya : ada Bintang Alpha Centauri B, Arcturus, dan Aldebaran.

Kelas M

Memiliki warna merah dengan temperatur permukaan kurang dari 3.500 derajat Kelvin. Seluruh bintang katai merah termasuk dalam klasifikasi bintang jenis ini. Biasanya, bintang yang termasuk dalam jenis ini adalah bintang yang berada dalam fase raksasa dan Maharaksasa. Garis serapan dalam spektrumnya berasal dari kandungan logam netral. Sementra itu, garis-garis Balmernya juga hampir tak tampak sama sekali. Sedangkan, garis dari molekul titanium oksidanya tampak sangat jelas. Jumlahnya sekitar 78% dari seluruh populasi bintang deret utama.

Contoh bintang yang termasuk dalam klasifikasi bintang M ini adalah : Antares, Proxima Centauri, dan Betelgeuse.

Klasifikasi Yerkes (Kelas Luminositas)

Dikembangkan pada sekitar tahun 1943 oleh Phillip C. Keenan, William Wilson Morgan, dan Edith Kellman yang berasal dari Observatorium Yerkes. Berdasarkan pada ketajaman garis spektrum yang lebih sensitif pada gravitasi permukaan bintang.

Klasifikasi bintang jenis ini membagi bintang menjadi beberapa kelas, seperti :

  • Kelas 0 : ada Bintang maha maha raksasa (hypergiants).
  • Kelas 1 : ada Bintang maharaksasa (supergiants). Terbagi menjadi bintang maharaksasa terang, bintang kelas selang maharaksasa terang dan yang kurang terang, dan bintang maharaksasa kurang terang.
  • Kelas II : ada bintang raksasa terang (bright giants).
  • Kelas III : ada bintang raksasa (giants).
  • Kelas IV : ada bintang sub-raksasa (sub giants).
  • Kelas V  : ada bintang deret utama atau katai (main sequence atau dwarf).
  • Kelas VI  : ada bintang sub-katai (sub dwarfs).
  • Kelas VII : ada bintang katai putih (white dwarfs).

Fenomena Astronomi Unik : Bintang Jatuh dan Pengabul Permintaan

Pernahkah kamu melihat bintang-bintang yang berkelip indah di langit malam yang tampak seperti sebuah kanvas hitam? Lalu, tiba-tiba ada cahaya berpendar yang melesat cepat di langit? Ya, fenomena tersebut sering disebut sebagai “Bintang Jatuh”. Ketika melihat fenomena astronomi unik satu ini, beberapa orang mungkin secara spontan mengucapkan permohonan. Bahkan, di film-film sekalipun adegan tersebut kerap kita saksikan.

Lalu, sebenarnya apa itu fenomena Bintang Jatuh? Bagaimana asal-usul kepercayaan membuat permintaan ketika menyaksikan fenomena ini secara langsung? Yuk, simak penjelasannya dibawah ini!

Apa Itu “Bintang Jatuh” dalam Teori Astronomi

Tahukah kamu? Bahwa sebenarnya bintang jatuh tidak benar-benar dapat disebut sebagai “bintang” lantaran ia tidak memiliki hubungan sama sekali dengan bintang. Seperti yang kita semua ketahui, bintang sendiri merupakan benda luar angkasa berukuran raksasa yang memiliki cahayanya sendiri.

Ukuran Bintang terbesar di alam semesta bisa mencapai ribuan kali ukuran Bumi. Matahari, bintang yang ada dalam tata surya kita sendiri besarnya mencapai 109 x ukuran Bumi. Jadi, mungkinkah benda langit sebesar bintang akan jatuh dari tempatnya? Tentu saja, tidak bukan?

Dalam ilmu astronomi, fenomena Bintang Jatuh sendiri lebih dikenal sebagai meteor. Meteor sendiri dapat diartikan sebagai penampakan di mana benda-benda langit (seperti meteoroid, asteroid, atau komet) memasuki atmosfer bumi dan terbakar.

Gesekan antara benda langit tersebut dengan permukaan atmosfer akan menimbulkan panas yang pada akhirnya akan menimbulkan percikan cahaya.

Apabila ada bagian dari meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi. Dan pecahan meteor tersebut mencapai permukaan bumi, maka benda tersebut akan disebut sebagai meteorit. Jika ukurannya besar, asteroid ini akan mengancam kehidupan di sekitar area jatuhnya karena hal ini akan menyebabkan bencana (seperti pada zaman dinosaurus). Untungnya, meteoroid yang berhasil sampai ke bumi memiliki ukuran yang cukup kecil. Selain itu, dengan berbagai teknologi canggih di zaman modern ini. Para ilmuwan dan NASA bisa memprediksi fenomena meteor, dan meminimalisir dampak kerugian yang timbul. Contoh, dengan menghancurkan meteor yang dinilai cukup berbahaya agar tidak sampai jatuh ke permukaan di bumi.

Nah, dari penjelasan diatas. Dapat kita simpulkan bahwa Bintang Jatuh ini adalah fenomena dimana benda langit tertentu melaju mendekati bumi, tertarik gaya gravitasi bumi, dan terbakar di atmosfer bumi. Penggunaan istilah ini sendiri istilah atau kiasan saja, lantaran apabila dilihat dari langit bumi penampakan meteor ini seperti bintang yang bergerak cepat, seolah jatuh ke bumi.

Terjadinya Bintang Jatuh

Meteor sendiri terjadi karena beberapa hal (seperti yang telah kita bahas diatas). Nah, berikut ini ada beberapa tahapan terjadinya meteor :

  • Bumi yang kita tempati, akan berotasi melalui beberapa kumpulan partikel luar angkasa yang memiliki orbit sama.

  • Partikel partikel luar angkasa yang posisinya berdekatan dengan bumi, secara tak langsung akan tertarik menuju bumi oleh gaya gravitasi bumi.

  • Benda-benda langit ini kemudian secara perlahan menuju ke permukaan atmosfer bumi.

  • Ketika benda langit tersebut sudah memasuki atmosfer bumi maka akan terjadi gesekan makan panas dan percikan cahaya. Karena adanya pengaruh tekanan yang kuat dari gravitasi bumi beberapa benda langit yang masuk akan terbakar habis. Proses inilah yang kemudian kita sebut sebagai atau bintang jatuh.

  • Namun, benda langit yang berukuran besar kadang masih tersisa sedikit kemudian jatuh ke permukaan bumi. Inilah yang disebut sebagai meteorit.

Bintang Jatuh, si Pengabul Permintaan

Lalu, bagaimana asal mula legenda bintang jatuh pengabul permintaan ini? Dilansir dari Library of Congress, para sejarawan meyakini bahwa legenda populer bintang jatuh pengabul permintaan ini berasal dari Zaman Yunani Kuno. Lebih tepatnya pada abad kedua, dimana seorang astronom yang bernama Ptolemy menuliskan hal tersebut. Dalam tulisannya, Ptolemy menjelaskan kalau para dewa yang tengah memandang rendah ke arah bumi sedang membuka semacam portal khusus yang berada di antara langit dan bumi. Ketika portal tersebut terbuka, bintang-bintang yang berada di langit pun bisa menyelinap dan pada akhirnya akan terlihat oleh manusia yang ada di Bumi.

Meskipun begitu, banyak orang yang menentang pendapat yang diungkapkan oleh Ptolemy ini. Bahkan, hingga saat ini pun ilmu pengetahuan modern tidak dapat sepenuhnya membuktikan kebenaran/kekeliruan anggapan bahwa bintang jatuh dapat mengabulkan permintaan seseorang.

Kepercayaan ini sendiri sangat dipengaruhi oleh keyakinan masing-masing dan budaya di daerah setempat. Sebagian orang di dunia ini percaya dengan legenda ini, namun sebagian lainnya hanya menganggapnya sebagai mitos atau tahayul belaka.

Saking populernya legenda ini, bahkan hal ini kerap diangkat pada adegan sebuah film. Terkadang, secar spontan kita juga akan membuat sebuah permintaan ketika ada meteor jatuh. Waktu meteor jatuh melintasi langit bumi ini kerap menjadi waktu yang mustajab untuk mengutarakan keinginan kita pada Yang Maha Kuasa.

Jadi, alih-alih berpangku tangan saja sambil mencari fenomena meteor ini. Akan lebih baik kalau kamu tetap berusaha mewujudkan keinginanmu dan berikhtiar ya. Kalau kebetulan, fenomena ini terjadi. Kamu juga bisa memanjatkan doa di momen ini, dan doa tersebut harus tetap kamu tujukan pada tuhanmu bukan semata-mata pada bintang tersebut. Siapa tahu nih, sugesti yang muncul karena fenomena ini akan membawa keajaiban dan membuat apa yang kamu inginkan lebih mudah dicapai.

Mitos Meteor di Berbagai Negara

Meskipun dalam ilmu astronomi modern telah dijelaskan bahwa meteor ini adalah fenomena alam yang terjadi ketika ada benda langit yang bergesekan dengan atmosfer bumi. Namun, masyarakat dari berbagai negara memiliki kepercayaannya masing-masing. Seperti :

  • Kepala Medusa yang Terpenggal

Perseids (nama meteor yang jatuh setiap tahun di antara tanggal 17 Juli – 24 Agustus) berdasarkan Mitologi Yunani berasal dari nama Perseus (pahlawan Yunani) yang berhasil membunuh Medusa dengan cara memenggal kepalanya. Saat memenggal Kepala Medusa, kepala tersebut terbang ke langit. Orang-orang di zaman Yunani kuno percaya bahwa meteor merupakan kepala Medusa yang kembali ke bumi untuk membalaskan dendamnya.

  • Orang Suci yang Dipanggang Hidup-Hidup

Umat katolik percaya bahwa Perseids merupakan representasi air mata Santo Lawrence yang merupakan seorang martir Kristen yang dipanggang hidup-hidup karena membantu orang miskin. Meteor yang jatuh ke bumi merupakan peringatan dari tuhan karena telah manusia di bumi telah menyakiti orang yang baik.

  • Perahu Mistis

Menurut kepercayaan Suku Aborigin Yolngu (penduduk asli Australia) ketika ada orang yang mati. Orang tersebut akan dijemput menggunakan perahu mistis. Ketika ia telah sampai dengan selamat, maka perahu tersebut akan kembali ke bumi sebagai bintang jatuh agar dapat dilihat oleh orang-orang yang ditinggalkan.

  • Pertanda Khusus

Menurut kepercayaan masyarakat Swabia di Jerman, keberadaan meteor ini merupakan tanda tahun keberuntungan. Namun, sebagian orang percaya bahwa meteor tersebut adalah pertanda bahwa dewa & dewi sedang marah. Ada juga yang mempercayai bahwa meteor yang melewati suatu daerah menjadi pertanda bahwa akan ada bencana (kematian/penyakit) di daerah tersebut.

Penemu Teleskop dan Jenis Teleskop

Penemu Teleskop dan Jenis Teleskop – Untuk mengamati benda-benda yang ada di atas langit, kita tentunya akan membutuhkan alat bantu yang bernama Teleskop, bukan?

Dulu, jauh sebelum adanya penemuan teleskop. Para peneliti (astronom zaman dulu) akan melakukan pengamatan langit menggunakan mata telanjang. Karena itulah, ilmu astronomi belum berkembang pesat seperti sekarang ini.

Saat ini, tersedia berbagai jenis teleskop dengan spesifikasi uniknya tersendiri. Lalu, sebenarnya apa itu teleskop? Apa saja kegunaannya? Bagaimana sejarah awal penemuan teleskop? Hingga, apa saja jenis-jenis teleskop? Yuk, simak pembahasannya pada ulasan di bawah ini!

Pengertian Teleskop

Sederhananya, kita dapat mengartikan teleskop sebagai sebuah alat atau instrumen pengamatan yang berfungsi untuk mengumpulkan radiasi elektromagnetik sekaligus memperjelas citra dari suatu objek yang diamatinya. Biasanya, yang diamati menggunakan teleskop adalah objek yang memiliki jarak yang sangat jauh seperti benda-benda langit.

Dalam kegiatan pengamatan astronomi, teleskop ini memiliki peranan sangat penting. Tanpa teleskop, astronom tidak akan bisa mengamati benda-benda yang ada di luar angkasa dengan jelas. Dengan teleskop kita bisa memantau kondisi benda tersebut, mengamati pergerakan, hingga hal-hal lainnya seputar objek yang diamati.

Teleskop dapat kita gunakan sebagai alat bantu penglihatan untuk mengamati benda dari jauh karena ia memiliki kemampuan memperkuat cahaya dan memperbesar bayangan. Hal ini sendiri didapatkan berkat komponen-komponen yang ada dalam sebuah teleskop.

Penemu Teleskop

Kita mungkin sering bertanya-tanya, sebenarnya siapa sih penemu pertama dari teleskop ini? Meskipun banyak yang mengatakan bahwa Galileo merupakan penemu teleskop pertama. Namun, sebenarnya sudah ada penemu lain yang berhasil menciptakan teleskop lebih awal dibandingkan Galileo. Orang ini merupakan penemu pertama dari Teleskop. Namanya adalah Hans Lippershey. Hans Lippershey menemukan teleskop pada tahun 1608.

Pada saat itu teleskop temuan Hans Lippershey dinamakan sebagai “kijker” yang memiliki makna alat untuk melihat. Ia mengklaim bahwa alat teleskop temuannya ini dapat digunakan untuk melihat objek jarak jauh dengan pembesaran 3 kali lipat.

Teleskop pertama yang dibuatnya sendiri terdiri atas lensa cekung sebagai lensa okuler dan lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa objektif.

Hans Lippershey sebenarnya mengajukan hak paten atas teleskop yang ia temukan. Sayangnya, pengajuan hak patennya ini ditolak karena banyak yang mengatakan bahwa Hans mencuri ide teleskop ini dari pembuat lensa lainnya yang bernama Zacharias Janssen yang kebetulan tinggal di kota yang sama ( meskipun sebenarnya tidak ada bukti konkret yang dapat mendukung klaim bahwa Hans mencuri desain alat tersebut). Meskipun begitu, faktanya Hans Lippershey tetap dianggap sebagai penemu teleskop. Sementara, Zacharias Janssen dianggap sebagai penemu mikroskop.

1 tahun setelahnya yakni pada tahun 1609, Galileo mendengar adanya penemuan teleskop ini. Kemudian Galileo terinspirasi untuk membuat alat yang serupa, tanpa melihat desain dari teleskop versi Lippershey. Galileo sendiri lebih dikenal sebagai penemu teleskop dibandingkan Lippershey, karena teleskop versi Galileo ini memiliki kualitas yang jauh lebih baik.

Jika teleskop versi Lippershey ini dapat digunakan untuk melihat benda jarak jauh dengan pembesaran 3 kali lipat. Maka, teleskop ciptaan Galileo ini dapat melihat benda dengan pembesaran hingga 20 kali lipatnya! Hal lainnya yang membuat Galileo lebih dikenal sebagai penemu teleskop adalah karena ia merupakan orang pertama yang mengarahkan teleskopnya untuk mengamati benda-benda yang ada di langit.

Dari hasil penelitiannya inilah, Galileo akhirnya menemukan bahwa permukaan bulan memiliki kawah, Iya juga melihat cincin Saturnus, menemukan fakta bahwa planet Jupiter memiliki 4 bulan.

Kemudian, setelah adanya penemuan teleskop-teleskop tersebut. Para ilmuwan selanjutnya lalu mengembangkan penemuan itu menjadi sebuah teleskop yang lebih canggih yang kita kenal dan gunakan seperti sekarang ini.

Jenis-Jenis Teleskop Optik

Secara garis besarnya, teleskop optic ini dapat dibagi menjadi 3 jenis yakni teleskop refraktor (dioptrik telescope), teleskop reflektor (Catoptrics Teleskop), dan teleskop katadioptri (Catadioptric). Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya :

  • Teleskop Refraktor (Dioptrik Telescope)

Jenis teleksop optic yang pertama adalah Teleskop Refraktor. Dibandingkan 2 jenis teleskop lainnya. Teleskop Refraktor inilah yang lebih dulu ditemukan. Teleskop jenis ini menggunakan lensa sebagai media untuk mengumpulkan cahaya. Umumnya, ada 2 jenis lensa utama yang digunakan dalam teleskop ini. Yakni, lensa objektif yang ada di bagian depan tabung. Serta lensa okuler yang berada di bagian bawah tabung teleskop.

Salah satu keunggulan teleskop jenis ini adalah karena ia mampu memisahkan 2 objek yang berada di kejauhan. Contoh, ketika sedang digunakan untuk melakukan pengamatan Bintang Ganda Alpha Centauri.

Jenis teleskop yang satu ini juga sangat cocok digunakan untuk mengamati objek planetary atau objek yang memiliki cahaya terang seperti bintang dan bulan. Sayangnya, teleskop ini juga memiliki kelemahannya sendiri yakni munculnya aberasi sferis dan aberasi kromatik yang disebabkan oleh cacat lensa.

Untungnya, seiring dengan perkembangan zaman hal ini dapat diatasi dengan meletakkan lensa korektor tepat di belakang lensa objektifnya.

  • Teleskop Reflektor (Catoptrics Telescope)

Setelah teleskop refraktor dibuat, teleskop reflektor ini pun mulai dikembangkan. Teleskop jenis ini dikembangkan oleh Sir Isaac Newton dengan tujuan untuk menghilangkan kelemahan yang terdapat dalam teleskop Refraktor.

Teleskop Reflektor ini menggunakan cermin parabolik sebagai media pengumpul cahaya, yang diletakkan di bagian belakang tabung teleskop. Di bagian depan tabung teleskop sendiri, umumnya akan diletakkan cermin sekunder/cermin tambahan yang berfungsi untuk membelokkan berkas cahaya ke samping atau ke arah pengguna/pengamat.

Kelebihan teleskop jenis ini adalah di kemampuannya untuk mengumpulkan cahaya lebih banyak. Karena itulah, Teleskop reflektor ini sangat cocok digunakan untuk mengamati benda-benda langit yang redup.

Sayangnya, jenis teleskop ini juga masih memiliki beberapa kekurangan yakni adanya aberasi sferis, koma, hingga astigmatisme.

  • Teleskop Katadioptri (Catadioptric)

Terakhir, ada Teleskop Katadioptri. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, masing-masing teleskop diatas (Refraktor dan Reflektor) memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Terinspirasi dari hal tersebut, kemudian dikembangkanlah Teleskop Katadioptri yang menggabungkan kedua teleskop sebelumnya.

Alhasil, diperolehlah sebuah teleskop baru yang mampu mengatasi kelemahan teleskop refraktor dan reflektor sekaligus memiliki kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh kedua jenis teleskop tersebut.

Teleskop Katadioptri ini menggunakan cermin sebagai media pempul cahaya dan lensa yang berfungsi sebagai korektor. Karena kombinasi 2 komponen inilah, Teleskop Katadioptri mampu mengoreksi berbagai jenis cacat optic seperti aberasi kromatik, aberasi sferis, dan lain sebagainya.

Salah satu contoh teleskop yang menggunakan desain Teleskop Katadioptri ini adalah Teleskop Schmidt Cassegrain.

Nah, itulah beberapa pembahasan seputar teleskop dan 3 jenis umum dari teleskop optik. Para astronom modern sendiri menggunakan berbagai jenis teleskop modern yang canggih untuk melakukan pengamatan astronomi. Dengan adanya dukungan alat yang memadai, maka hal tersebut akan semakin menunjang kegiatan pengamatan sekaligus untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Pengertian dan 88 Nama Rasi Bintang Resmi

Pengertian Rasi Bintang

Kita dapat mengartikan rasi bintang sebagai konstelasi atau sekumpulan bintang yang tampak berhubungan satu sama lain sehingga membentuk sebuah konfigurasi khusus. Sebenarnya, ketika diamati dalam ruang tiga dimensi, sebagian besar bintang ini tidak memiliki hubungan satu sama lain. Hanya saja bintang-bintang tersebut terlihat berkelompok pada bola langit malam.

Kamu yang suka melihat bintang-bintang di langit, mungkin kamu pernah membayangkan Seberapa jauh atau seberapa dekat jarak antar bintang tersebut. Nyatanya, para ilmuwan telah memperkirakan jarak antar bintang dan dan ternyata bintang tersebut memiliki jarak yang sangat jauh antara satu sama lain. Jaraknya pun tidak diukur berdasarkan KM atau satuan panjang yang sering kita gunakan di Bumi. Melainkan, menggunakan tahun cahaya.

Apa itu tahun cahaya? tahun cahaya sendiri dapat diartikan sebagai tahun yang digunakan untuk mengukur sebuah jarak berdasarkan kecepatan cahaya. Seperti yang kita ketahui, saya sendiri merupakan benda tercepat. Cahaya sendiri dapat menempuh sekitar 300.000 Km per detik. Jadi kalau semisal jarak antar bintang tersebut adalah 2 juta tahun cahaya maka kamu tinggal mengalihkannya saja. 1 tahun terdiri dari berapa detik? kemudian dikalikan dengan 2.000.000. Yang pasti, angka tersebut sangatlah banyak bukan? Ilmuwan menggunakan satuan tahun cahaya untuk mempermudah pengukuran jarak antar bintang atau benda-benda lainnya yang ada di luar angkasa.

Lalu bagaimana rasi bintang ini dapat diketahui? manusia sendiri memiliki kemampuan untuk menciptakan lalu kemudian mengenali pola-pola setiap rasi bintang. Sepanjang sejarahnya, manusia telah berhasil mengelompokkan beberapa rasi bintang yang letaknya terlihat berdekatan.

Susunan rasi ini sebenarnya memiliki banyak sekali kelebihan lho. Contohnya saja adalah untuk menentukan arah. Para pelaut zaman dulu menggunakan rasi bintang untuk menentukan arah Utara, Barat, Selatan, atau Timur bumi. Caranya sendiri dilakukan dengan mengenali rasi tertentu. Contohnya adalah Rasi Ursa Mayor atau Rasi Gubuk Penceng. Bahkan, 12 zodiak yang kita kenal saat ini merupakan nama-nama dari rasi bintang.

Nama-Nama Rasi Bintang

Para Ilmuwan sendiri mengakui ada 88 nama rasi bintang resmi di alam semesta. Selebihnya, dikenal sebagai asterisme. Asterisme sendiri merupakan susunan rasi bintang yang dikenal secara luas oleh masyarakat, namun tidak mendapatkan pengakuan dari Himpunan Astronomi Internasional.

Nah, berikut ini 88 nama rasi bintang yang diakui oleh NASA :

  1. Rasi Andromeda : rasi bintang yang melambangkan Putri Andromeda. Putri Andromeda ini merupakan figure wanita yang berasal dari zaman Yunani Kuno. Letak rasi ini ada di langit utara, dekat Pegasus.
  2. Rasi Antlia : rasi yang terlihat di belahan langit selatan. Rasi ini melambangkan pompa udara. Antlia sendiri dalam bahasa latin bermakna Pompa.
  3. Rasi Apus : rasi bintang redup yang ada di belahan bumi selatan. Rasi Apus ini merepresentasikan burung Cendrawasih. Dalam Bahasa Yunani, rasi ini memiliki makna “tanpa kaki”.
  4. Rasi Aquarius : rasi yang berada di belahan bumi selatan ini memiliki bentuk layaknya seorang manusia yang tengah membawakan air.
  5. Rasi Aquila : rasi yang ada di Galaksi Bima Sakti, bintang di rasi ini yang paling terang adalah Altair. Aquil sendiri merupakan nama elang yang melahirkan Ganymede atau Aquarius, dalam kisah mitologi Yunani.  
  6. Rasi Ara : merupakan rasi bintang yang ada di belahan bumi selatan. Berada di antara rasi Centaurus dan Lupus. Ara sendiri merupakan sejenis pohon fikus yang memiliki banyak jenis.
  7. Rasi Aries : rasi domba jantan ini termasuk ke dalam salah satu daftar zodiak. Berada di belahan langit utara, di antara rasi pisces dan taurus. Bentuknya mirip tanduk domba.
  8. Rasi Auriga : atau Sais Kereta Perang. Merupakan rasi yang ada di belahan langit utara. Bintang terterangnya adalah Capella.
  9. Rasi Bootes : di dalam rasi ini terdapat bintang cerah ke-4 di langit malam yang Bernama Arcturus. Boötes sendiri memiliki makna Sang Penggembala.
  10. Rasi Caelum : memiliki makna “pahat”. Merupakan gugusan rasi bintang kecil yang terletak di belahan bumi selatan. Pada awalnya, diperkenalkan oleh Nicolas Louis de Lacaille.
  11. Rasi Camelopardalis : memiliki makna Jerapah. Merupakan rasi bintang yang berada di belahan bumi utara, bentuknya besar namun cenderung redup.
  12. Rasi Cancer : rasi ketam, salah satu rasi yang jadi zodiac. Ukurannya kecil dan cenderung redup.
  13. Rasi Canes Venatici : memiliki arti Anjing-anjing Pemburu.
  14. Rasi Canis Major : memiliki arti Anjing Besar.
  15. Rasi Canis Minor : memiliki arti Anjing Kecil.
  16. Rasi Capricornus : memiliki arti Kambing Laut.
  17. Rasi Carina : memiliki arti Lunas Kapal Argo.
  18. Rasi Cassiopeia : memiliki arti Ratu Ethiopia.
  19. Rasi Centaurus : memiliki arti Centaur.
  20. Rasi Cepheus : memiliki arti Raja Ethiopia.
  21. Rasi Cetus : memiliki arti Ikan Paus.
  22. Rasi Chamaeleon : memiliki arti Bunglon.
  23. Rasi Circinus : memiliki arti Kompas.
  24. Rasi Columba : memiliki arti Merpati.
  25. Rasi Coma Berenices : memiliki arti Rambut Berenice.
  26. Rasi Corona Australis : memiliki arti Mahkota Selatan; Yunani Kuno – Ptolemaeus.
  27. Rasi Corona Borealis : memiliki arti Mahkota Utara.
  28. Rasi Corvus : memiliki arti Burung Gagak.
  29. Rasi Crater : memiliki arti Cangkir.
  30. Rasi Crux : memiliki arti Salib Selatan.
  31. Rasi Cygnus : memiliki arti Angsa.
  32. Rasi Delphinus : memiliki arti Lumba-lumba.
  33. Rasi Dorado : memiliki arti Ikan Todak.
  34. Rasi Draco : memiliki arti Naga.
  35. Rasi Equuleus : memiliki arti Kuda kecil.
  36. Rasi Eridanus : memiliki arti Sungai.
  37. Rasi Fornax : memiliki arti Tungku.
  38. Rasi Gemini : memiliki arti Kembar.
  39. Rasi Grus : memiliki arti Burung bangau.
  40. Rasi Hercules : memiliki arti Hercules, anak Zeus.
  41. Rasi Horologium : memiliki arti Jam.
  42. Rasi Hydra : memiliki arti Naga laut.
  43. Rasi Hydrus : memiliki arti Ular air.
  44. Rasi Indus : memiliki arti Indian.
  45. Rasi Lacerta : memiliki arti Kadal.
  46. Rasi Leo : memiliki arti Singa.
  47. Rasi Leo minor : memiliki arti Singa kecil.
  48. Rasi Lepus : memiliki arti Kelinci.
  49. Rasi Libra : memiliki arti Timbangan.
  50. Rasi Lupus : memiliki arti Serigala.
  51. Rasi Lynx : memiliki arti  Lynx.
  52. Rasi Lyra : memiliki arti Harpa.
  53. Rasi Mensa : memiliki arti Meja.
  54. Rasi Microscopium : memiliki arti Mikroskop.
  55. Rasi Monoceros : memiliki arti Kuda Bertanduk.
  56. Rasi Musca : memiliki arti Lalat.
  57. Rasi Norma : memiliki arti Timabangan Datar.
  58. Rasi Octans : memiliki arti Oktan.
  59. Rasi Ophiuchus : memiliki arti Tangan Naga.
  60. Rasi Orion : memiliki arti Pemburu.
  61. Rasi Pavo : memiliki arti Merak.
  62. Rasi Pegasus : memiliki arti Kuda bersayap.
  63. Rasi Perseus : memiliki arti Perseus.
  64. Rasi Phoenix : memiliki arti Phoenix.
  65. Rasi Pictor : memiliki arti Kuda-kuda.
  66. Rasi Pisces : memiliki arti Ikan.
  67. Piscis Austrinus : memiliki arti Ikan Selatan.
  68. Puppis : memiliki arti Buritan kapal Argo.
  69. Pyxis : memiliki arti Kompas kapal Argo.
  70. Reticulum : memiliki arti Jaring.
  71. Sagitta : memiliki arti Anak Panah.
  72. Sagittarius : memiliki arti Pemanah.
  73. Scorpius : memiliki arti Kalajengking.
  74. Sculptor : memiliki arti Alat Pemahat.
  75. Scutum : memiliki arti Perisai.
  76. Serpens : memiliki arti Ular.
  77. Sextans : memiliki arti Sekstan.
  78. Taurus : memiliki arti Lembu Jantan.
  79. Telescopium : memiliki arti Teleskop.
  80. Triangulum : memiliki arti Segitiga.
  81. Triangulum Australe : memiliki arti Segitiga Selatan.
  82. Tucana : memiliki arti Burung tukan.
  83. Ursa Major : memiliki arti Beruang Besar.
  84. Ursa Minor : memiliki arti Beruang Kecil.
  85. Vela : memiliki arti Layar Kapal Argo.
  86. Virgo : memiliki arti Sang Perawan.
  87. Volans : memiliki arti Ikan Terbang.
  88. Vulpecula : memiliki arti Rubah.

Menentukan Arah Mata Angin dengan Rasi Bintang

Di zaman yang serba modern seperti ini, ketika berlayar kita bisa menggunakan berbagai alat navigasi modern yang canggih. Begitupun ketika tersesat, kita dapat menggunakan Kompas untuk membantu kita menentukan arah.

Lalu, bagaimana cara orang-orang di zaman dulu menentukan arah mata angin? Dulu, orang-orang memanfaatkan rasi bintang untuk menentukan arah mata angin. Rasi bintang yang ada di langit ini dapat terlihat dimanapun kita berada. Entah itu di lautan luas ataupun di hutan, asalkan tidak ada suatu benda yang menghalangi rasi-rasi tersebut (missal, awan atau mendung). Ilmu menentukan arah mata angin dengan rasi bintang ini sudah ada sejak zaman dahulu dan digunakan dalam berbagai kegiatan. Seperti pelayaran dan sejenisnya.

Di zaman dulu, polusi juga belum separah saat ini. Jadi, kamu mungkin bisa melihat gugusan rasi bintang yang ada di langit dengan lebih jelas. Di zaman sekarang, menentukan arah mata angin dengan rasi bintang ini adalah hal yang cukup sulit dilakukan dan tentunya tidak efektif. Sudah ada banyak sekali alat navigasi modern seperti Kompas yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan arah mata angin. Kamu juga harus berdiri di tengah tanah lapang yang tinggi untuk bisa melihatnya dengan jelas. Belum lagi, kebanyakan orang awam tidak tahu ilmu perbintangan ini. Jadi, mereka tidak bisa memaknai ataupun mengartikan suatu bentuk rasi bintang yang ada di langit.

Nah, di pembahasan kali ini kita akan membahas seputar mata angin, rasi bintang, dan cara menentukan arah mata angin dengan rasi bintang. Yuk, simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Mata Angin

Mata angin adalah panduan yang berfungsi untuk menentukan suatu arah. Teknik navigasi sederhana ini umum digunakan untuk menentukan lokasi (baik secara langsung atau menggunakan alat seperti Kompas).

Ada 8 mata arah angin yang paling banyak digunakan, urutannya adalah sebagai berikut (searah dengan arah jarum jam) :

  • Utara : dengan sudut 0 derajat.
  • Timur Laut : terletak di sudut 45 derajat, berada di antara arah utara dan timur.
  • Timur : terletak di arah 90 derajat.
  • Tenggara : terletak di sudut 135 derajat, berada di arah timur dan selatan.
  • Selatan : terletak di sudut 180 derajat.
  • Barat Daya : terletak pada sudut 225 derajat, berada di antara arah selatan dan barat.
  • Barat : terletak di sudut 270 derajat.
  • Barat laut : terletak di sudut 315 derajat, berada di antara arah barat dan utara.

Utara, Timur, Selatan, dan Barat adalah 4 arah mata angin utama. Arah utara dan selatan merupakan arah kutub bumi. Sementara itu, arah timur dan barat merupakan arah rotasi bumi (perputaran bumi pada porosnya).

Pengertian Rasi Bintang

Sebelum membahas cara menentukan arah mata angin dengan rasi bintang. Mari kita bahas apa itu rasi bintang terlebih dahulu. Rasi bintang atau yang biasa disebut sebagai konstelasi merupakan sekumpulan bintang pada posisi tertentu yang nampak saling berhubungan dan membentuk suatu konfigurasi khusus. Dalam sejarahnya, manusia berhasil mempelajari dan mengelompokkan bintang-bintang yang berdekatan menjadi sebuah rasi.

Susunan rasi bintang tak resmi (yang dikenal masyarakat luas namun tak diakui oleh astronom dan jarang memiliki hubungan astrofisika khusus) disebut sebagai asterisma. Susunan rasi asterisma secara kebetulan tampak berdekatan (jika dilihat dari langit bumi), namun sebenarnya mereka terpisah sangat jauh. Himpunan Astronomi internasional membagi langit menjadi susunan 88 rasi bintang resmi. Ras-rasi tersebut juga memiliki batas-batas yang sangat jelas.

Menentukan Arah Mata Angin dengan Rasi Bintang

Dahulu kala, para pelaut ulung menggunakan rasi bintang sebagai panduan untuk menentukan arah mata angin. Hal ini dilakukan jauh sebelum alat-alat navigasi modern mulai digunakan. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, para astronom telah membuat pemetaan langit menjadi 88 rasi bintang. Nah, dari 88 rasi bintang tersebut ada beberapa bintang yang dapat kita gunakan untuk mencari arah mata angin. Contohnya saja adalah Rasi Gubug Penceng atau Crux, Rasi Bintang Biduk atau Rasi Bintang Ursa Mayor, dan lain sebagainya.

Arah Selatan

Salah satu rasi bintang terang yang ada di belahan langit selatan adalah Rasi Bintang Gubuk Penceng atau yang dalam Bahasa Internasionalnya dikenal sebagai Rasi Crux. Ketika musim kemarau, para pelaut bisa dengan mudah menemukan formasi rasi bintang ini. Rasi Gubuk Penceng ini setidaknya memiliki beberapa bintang terang, yakni Alpha Cru (disebut juga acrux), Beta Cru (disebut juga Mimosa), Delta Cru, Gamma Cru (disebut juga Gacrux) dan Epsilon Cru (yang merupakan bintang paling redup). Berikut ini ilustrasi formasi bintang-bintang tersebut :

Lalu, bagaimana cara menemukan arah selatan dengan rasi ini? Tariklah sebuah garis lurus dari Bintang Gacrux melewati bintang Acrux hingga menuju kearah cakrawala atau Horizon. Nah, itulah arah selatan. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat ilustrasi dibawah ini :

Arah Utara

Menentukan Arah Mata Angin dengan Rasi Bintang – sama seperti belahan langit selatan, di belahan langit utara juga ada beberapa bintang terang yang sering dimanfaatkan oleh para pelaut untuk mencari arah utara.

Rasi tersebut adalah Bintang Rasi Biduk (atau dalam Bahasa Internasionalnya disebut sebagai Rasi Bintang Ursa Mayor). Rasi ini memiliki bentuk seperti sendok terbalik. Rasi Ursa Mayor terdiri atas kumpulan 7 bintang terang di dalamnya. Secara berurutan yakni Bintang Terang Dubhe, Bintang Terang Merak, Bintang Terang Phad, Bintang Terang Megrez, Bintang Terang Alioth, Bintang Terang Mizar dan Bintang Terang Alkaid. Berikut ini formasi ke-7 bintang tersebut.

Diantara ke-7 bintang ini, 2 diantaranya dapat kita gunakan untuk mencari arah utara. 2 bintang tersebut adalah Bintang terang Merak dan Dubhe. Caranya, cukup tarik garis lurus dari Bintang Merak melewati Bintang Dubhe, menuju kearah cakrawala. Nah, arah panah yang terbentuk akan menunjukkan arah utara.

Cara Menentukan Arah Mata Angin dengan Rasi Bintang – Arah Barat dan Timur

Nah, sekarang kamu sudah tahu mana arah timur dan selatan. Lalu, bagaimana cara untuk mencari arah barat dan timur? Caranya cukup mudah kok.

Pertama-tama berdirilah tegak, kemudian rentangkanlah kedua tanganmu. Posisi tangan kanan berada di arah utara, semetara tangan kiri berada di arah selatan. Nah, arah barat berada di hadapanmu. Sementara itu, arah timur ada di sebaliknya (belakang badanmu). Bagaimana? Mudah, bukan?

Oh iya, kamu juga bisa menentukan arah barat dan timur menggunakan Rasi Kalajengking dan Orion lho. Rasi Kalajengking dapat menjadi petunjuk arah timur atau tenggara. Sementara itu, Rasi Orion dapat menjadi penunjuk arah Barat.

Itulah beberapa cara menentukan arah mata angin dengan rasi bintang. Sayangnya, di musim penghujan atau di cuaca yang kurang bagus (mendung, dsb) rasi-rasi bintang yang dapat kita gunakan sebagai petunjuk arah tidak akan terlihat.

Pusat Tata Surya Kita Adalah Matahari

Tahukah kamu kalau alam semesta ini terdiri dari ribuan galaksi. Ruang angkasa ini memiliki ukuran yang sangat-sangat besar, bahkan para ilmuwan pun hanya bisa mengira-ira ukurannya saja. Diantara luasnya alam semesta, kita (manusia) menempati salah satu galaksi. Galaksi tersebut adalah Galaksi Bima Sakti yang juga merupakan salah satu galaksi terbesar di alam semesta.

Galaksi yang kita tempati juga bukanlah galaksi satu-satunya. Ada ribuan, jutaan, atau banyak sekali galaksi lainnya yang jumlahnya tidak terhingga. Contoh beberapa galaksi yang terkenal adalah Galaksi Andromeda, Galaksi Magellan, dan lain-lainnya.

Tata surya kita berada di dalam Galaksi Bima Sakti bersama dengan sekumpulan bintang, debu, gas dan bahkan sistem tata surya yang lainnya. Sistem tata surya dengan matahari sebagai pusat tata surya yang kita tempati berada di Jalur Orion di tepi Galaksi Bima Sakti.

Pusat tata surya sendiri adalah sebuah bintang yang menerangi planet-planet lainnya dan memungkinkan adanya kehidupan. Di sistem tata surya kita, yang berperan sebagai bintang atau pusatnya adalah Matahari.

Apa Itu Matahari?

Matahari adalah bintang mesin slot yang jaraknya paling dekat dengan bumi. Sama seperti bintang lain, Matahari juga merupakan objek luar angkasa panas yang tersusun dari berbagai zat bertekanan tinggi. Bentuk matahari sendiri nyaris bulat. Ia terdiri atas plasma panas yang bercampur medan magnet.

Keterangan lebih lanjut seputar Matahari :

  • Diameter : +- 1.392.684 km (sekitar 109 kali diameter bumi).
  • Massa Matahari : sekitar 2×1030 kilogram, atau sekitar 330.000 kali massa Bumi. Massa matahari ini setidaknya mewakili 99,86% massa total dari tata surya kita. Matahari juga merupakan benda langit terbesar yang berada di Galaksi Bima Sakti, setelah planet Jupiter. Kira-kira jika dibandingkan dengan Jupiter, matahari berukuran 10 kali lipatnya.
  • Jarak rata-rata dari bumi : berdasarkan hasil pengamatan para ilmuwan, jarak rata-rata matahari ke bumi adalah 1 AU ≈ 1,496×108 km atau 8 min 19 s (laju cahaya).
  • Kecerahan visual : −26,74
  • Magnitudo mutlak matahari : 4,83
  • Klasifikasi spektrum Matahari : G2V
  • Diameter sudut Matahari : 31,6–32,7 menit busur (archmin)
  • Jari-Jari Matahari/Katulistiwa : 695.700 km/696.342 km. Jari-jari khatulistiwa Matahari sendiri sekitar 109 kali Bumi.
  • Keliling Khatulistiwa Matahari : sekitar 4,379×106 km atau 109 kali Bumi.
  • Luas permukaan Matahari : 6,09×1012 km2 atau sekitar 12.000 kali Bumi.
  • Volume matahari : 1,41×1018 km3 atau sekitar 1.300.000 x Bumi
  • Tingkat gravitasi permukaan khatulistiwa Matahari : 274 meter per second (m/s2) atau 28 kali lipat Bumi.
  • Kecepatan rotasi Matahari terhadap Katulistiwa : 7,189×103 km/h

Secara kimiawi, ¾ massa Matahari sendiri terdiri atas Hidrogen. Sisanya, didominasi oleh helium. Sisanya lagi, sekitar 1,69% atau setara 5.629 x massa bumi terdiri atas massa-massa berat seperti neon, besi, oksigen, dan karbon.

Kapan matahari terbentuk?

Matahari diyakini terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Diyakini terbentuk akibat terjadinya peluruhan gravitasi dalam suatu wilayah di sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi akan berkumpul di tengah. Kemudian sisa-sisa dari materi tersebut akan memipih dan membentuk cakram edar yang kelak menjadi tata surya. 

Massa yang berada di titik pusatnya akan semakin panas dan kemudian akan semakin memadat. Pada akhirnya masa tersebut akan memulai fusi termonuklir di intinya. Kemudian terbentuklah matahari atau bintang. Para ilmuwan juga menduga bahwa bintang-bintang lainnya terbentuk dengan cara yang serupa.

Berdasarkan pada kelas spektrumnya, matahari sendiri termasuk dalam bintang deret utama G atau G2V. Sering juga digolongkan sebagai katai kuning lantaran radiasi tampak matahari lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah. Meski sebenarnya berwarna putih, namun dari permukaan bumi, matahari ini akan terlihat kuning. 

Hal ini dapat terjadi karena adanya pembiasan cahaya biru di atmosfer bumi. Para ilmuwan memperkirakan kandungan nitrogen yang berada dalam matahari akan habis dalam waktu sekitar 4,5 miliar tahun kedepan. Ketika kandungan hidrogennya habis, matahari akan mati dan menjadi katai putih.

Suhu permukaan matahari sendiri diperkirakan mencapai 6000 derajat Celcius. Panas inilah yang kemudian dipancarkan keluar angkasa dan sampai ke bumi kita. Bisa dibilang panas matahari memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita juga banyak memanfaatkan matahari, contoh sederhananya adalah untuk mengeringkan pakaian.

Untuk suhu intinya matahari diperkirakan memiliki suhu sekitar 15 hingga 20 juta derajat Celcius. Matahari sendiri juga diketahui mampu memancarkan energi yang sangat besar dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Lapisan-Lapisan yang ada dalam Pusat Tata Surya Kita (Matahari)

Inti matahari : merupakan bagian terdalam pada lapisan Matahari. Pada bagian ini ini ada reaksi fusi yang kemudian menjadi energi matahari. Energi yang dihasilkan dari proses fusi ini akan merambat sampai lapisan terluar matahari dan terpancar ke ruang angkasa di sekitarnya.

  • Fotosfer :  merupakan bagian permukaan matahari. Ketebalannya sendiri mencapai  500 km. Suhu pada lapisan ini sekitar 16000 derajat Celcius. Lapisan inilah yang memancarkan cahaya sehingga dapat kita digunakan untuk kebutuhan penerangan sehari-hari.
  • Kromosfer : Lapisan ini berada di atas lapisan fotosfer. Ia juga bertindak sebagai atmosfer matahari. Ketebalannya sekitar 16000 km. Suhunya kurang lebih 9800 Celcius.
  • Korona : lapisan luar pada atmosfer matahari. Sendiri diperkirakan mencapai 1.000.000 derajat Celcius. Korona ini dapat terlihat oleh manusia yang ada di bumi ketika terjadi gerhana matahari lantaran total ketika hal itu terjadi, hampir seluruh cahaya matahari tertutup oleh bulan dan korona akan terlihat seperti cincin yang mengelilinginya.

Fenomena atau Gangguan-Gangguan yang Terjadi pada Matahari

Kita terkadang akan melihat ada berbagai fenomena astronomi unik yang terjadi di pusat tata surya kita, yakni matahari. Berikut ini beberapa fenomena yang menimpa matahari :

  • Granulasi atau gumpalan-gumpalan yang ada pada fotosfer. Granulasi ini dapat terjadi karena adanya rambatan gas panas matahari dari intinya ke permukaan. Karena permukaan matahari sendiri tidak rata, maka akan timbul gumpalan-gumpalan di sekitarnya.
  • Sunspot atau bintik matahari : sunspot sendiri merupakan area di mana munculnya medan magnet yang sangat kuat. Bentuknya sendiri seperti  lubang-lubang di permukaan matahari gimana gas panas akan menyembur dari inti matahari. Hal ini mampu mengganggu gelombang radio telekomunikasi di permukaan bumi.
  • Lidah api matahari : semburan gas dari tepi lapisan kromosfer matahari. Ketinggian dari lidah api ini bahkan bisa mencapai 10.000 KM lho.
  • Letupan/Flare : merupakan letupan gas  yang terjadi di atas permukaan matahari. Hal ini sendiri dapat mengganggu sistem komunikasi radio karena letupan ini sendiri diyakini memiliki partikel partikel gas yang bermuatan listrik.

Sekian pembahasan seputar benda langit yang menjadi pusat tata surya kita, Matahari. Semoga bermanfaat.

Misteri Seputar Black Hole yang Harus Kamu Ketahui

Dalam astronomi, kita mengenal banyak sekali benda-benda langit. Seperti planet, matahari, dan bahkan satelit. Ada banyak sekali misteri dan fenomena astronomi unik yang ada di alam semesta. Dan belum semuanya bisa kita ketahui secara pasti. Baik itu, asal usulnya, mengapa itu bisa sampai terbentuk, dan bahkan hal-hal lain mengenainya.

Salah satunya adalah misteri black hole. Black hole sendiri dikenal sebagai lubang hitam raksasa di luar angkasa yang mampu menyedot partikel apapun yang berada di dekatnya. Lalu, apakah black hole tersebut nyata? Kemanakah perginya benda-benda yang tersedot oleh black hole tersebut? Dan apa saja yang telah diungkap oleh para ilmuwan mengenai misteri black hole ini? Yuk, langsung saja simak pembahasannya berikut ini!

Pengertian Black Hole

Mari kita awali semuanya dengan membahas pengertian black hole terlebih dahulu. Lubang hitam atau yang lebih dikenal sebagai black hole sendiri adalah suatu bagian dari ruang waktu yang memiliki gravitasi terkuat, bahkan cahaya sendiri pun tidak akan mampu “melarikan diri” dari sedotan black hole ini.

Untuk pertama kalinya teori keberadaan lubang hitam ini diajukan oleh J John Michell dan Pierre-Simon Laplace pada abad ke-18.  Kemudian Teori ini dikembangkan oleh Karl Schwarzschild yang merupakan astronom Jerman pada tahun 1916. Hal ini sendiri didasarkan pada teori relativitas umum yang dikemukakan oleh Albert Einstein. Hal ini sendiri juga semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking.  Istilah black hole ini menjadi semakin populer ketika  John Archibald Wheeler  menyebutkan black hole dalam ceramah-ceramahnya pada sekitar tahun 1967.

Lubang hitam ini sendiri dibagi menjadi empat jenis. Yakni, lubang hitam bermassa menengah, lubang hitam primordial, lubang hitam bintang, kan terakhir ada lubang hitam supermasif yang biasanya berada di pusat suatu galaksi.

Lalu Bagaimana dengan Asal Mula Lubang Hitam Ini?

Lubang hitam ini diyakini terbentuk dari bintang yang kehabisan bahan bakar untuk melakukan fusi. Pada akhirnya tingkat radiasi keluar bintang tersebut menjadi lebih lemah dibandingkan dengan gaya gravitasi kedalamnya. Bintang itu pun mengalami ledakan yang disebut sebagai Ledakan Supernova. Hasilnya ada dua kemungkinan, pertama bintang tersebut menjadi bintang Neutron dan yang kedua bintang yang runtuh tersebut terbentuk menjadi sebuah black hole atau lubang hitam.

Jadi, sebenarnya kita dapat mengambil kesimpulan kalau lubang hitam merupakan produk akhir dari kehidupan bintang-bintang masif (yang bahkan ukurannya berkali-kali lipat dari ukuran matahari yang kita ketahui saat ini). Ketika masa hidup bintang masif tersebut telah berakhir, ia akan runtuh lantaran tidak kuat lagi menahan tekanan gravitasinya.

Lapisan terluar dari bintang masif tersebut akan terlempar ke luar angkasa. Sementara itu, sang bintang akan mengecil dan memadat. Ia juga akan terkompresi dengan densitas yang tinggi dan massa yang sangat besar. Namun, dengan ukurannya yang kecil.

Hal itulah yang membuat daya tarik gravitasinya sangat besar. Bahkan saking besarnya gaya gravitasi dari black hole itu, cahaya yang merupakan objek tercepat pun tidak dapat melarikan diri darinya.

Lubang hitam ini diyakini bertumbuh dengan menyerap materi-materi tambahan yang ada di sekitarnya. Contohnya saja adalah gas dan debu kosmik. Bahkan partikel-partikel seperti cahaya juga dapat terserap oleh lubang hitam ini apabila berada di dekatnya.

Hal ini sendiri merupakan salah satu kondisi dimana hitam supermasif mungkin akan terbentuk.

Proses ini sendiri diyakini juga merupakan pembentukan lubang hitam menengah seperti yang ditemukan di gugus bola. 

Bukan hanya itu saja, masih ada banyak sekali misteri lubang hitam lainnya yang harus kamu ketahui. Suatu black hole bisa saja bergabung dengan benda langit lainnya yang berada di sekitarnya. Seperti bergabung ke bintang ataupun black hole lainnya.

Oh iya, sebagai tambahan informasi keberadaan lubang hitam bisa diamati dengan melihat beberapa pengaruh gravitasi yang berada di sekelilingnya.

Apa yang Terjadi pada Benda-Benda Luar Angkasa yang Tersedot Black Hole?

Misteri black hole selanjutnya yang masih menjadi tanda tanya bagi banyak orang adalah, kemanakah benda-benda luar angkasa yang tersedot oleh black hole tersebut?

Sebenarnya lubang hitam sendiri adalah sebuah bola hitam besar (yang berada di luar angkasa luar angkasa) yang memiliki medan gravitasi sangat kuat yang tak dapat dimengerti. Mereka disebut black hole atau lubang hitam karena bahkan cahaya sendiri pun tidak bertahan di sekitarnya (alias langsung tersedot).

Mungkin banyak orang yang mengira jika kita (manusia) ataupun objek lainnya tersedot lubang hitam ini, maka objek tersebut akan menuju ke dimensi ruang lain. Hal tersebut adalah anggapan yang salah. Seperti yang dilansir dari website infoastronomy, jika suatu objek terhisap lubang hitam ini. Maka, objek tersebut akan langsung tercabik-cabik karena tidak kuat menahan gravitasi lubang hitam yang sangat besar.

Akhirnya objek tersebut akan berubah menjadi aliran-aliran atom kecil. Lalu, bergabung dengan lubang hitam tersebut. Jadi, objek tersebut akan semakin menambah massa lubang hitam itu sendiri. Jadi dapat kita simpulkan ya, objek-objek tersebut menjadi bagian dari lubang hitam itu sendiri alias tidak akan pergi kemanapun.

Kalau manusia memasuki lubang hitam, kemungkinan terbesarnya adalah manusia itu akan mati. Tercabik-cabik layaknya objek lainnya yang tersedot oleh black hole ini.

Meskipun begitu, mungkin masih ada banyak sekali misteri black hole lainnya yang masih belum kita ketahui hingga saat ini. Nah, bagaimana menurutmu?

Misteri Black Hole atau Lubang Hitam

Beberapa misteri tentang lubang hitam yang harus kamu ketahui :

  • Lubang hitam tidaklah benar-benar berbentuk seperti lubang. Bentuknya sendiri bulat, hampir seperti planet.
  • Lubang hitam memiliki banyak variasi ukuran. Yang paling besar sendiri dijuluki sebagai Supermassive Black Hole. Supermassive Black Hole ini memiliki gravitasi yang sangat kuat dan massanya juga paling besar. Bahkan massa black hole yang satu ini bisa mencapai miliaran kali massa matahari sekalipun ukurannya hanya sebesar matahari. Tipe yang kedua adalah Stellar Black Hole. Jenis black hole yang satu ini memiliki massa sekitar 20 kali lipat massa matahari. Sementara itu yang terkecil adalah Primordial Black Hole yang massanya hanya sebesar massa 1 atom sampai dengan massa sebuah gunung.
  • Lubang hitam dapat menghisap apapun yang ada di sekitarnya. Sekalipun itu material tercepat (cahaya) dan juga lubang hitam lainnya. Hal ini sendiri akan semakin menambah massa dari lubang hitam tersebut.
  • Black hole ini tidak bisa dilihat secara langsung. Jadi para ilmuwan mengamatinya berdasarkan perubahan lingkungan dan juga pergerakan bintang yang ada di sekitarnya.
  • Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ada suara yang dikeluarkan oleh black hole ketika sedang menghisap objek yang ada di sekitarnya. Suara ini sendiri mirip seperti gemerisik saluran TV yang rusak.
  • Tidak ada jalan keluar atau jalan lain ketika suatu objek terhisap oleh lubang hitam.
  • Black hole ini merupakan salah satu sumber energi terbesar.
  • Waktu akan berjalan lebih lambat di black hole.
  • Lubang hitam ini bisa lahir dan mati.

Tokoh-Tokoh Astronomi Terkenal di Dunia

Beberapa penemuan astronomi, pengetahuan, dan perkembangan ilmu ini tentu saja tak lepas dari jasa-jasa para astronom. Nah, berikut ini ada beberapa tokoh astronomi terkenal di dunia yang memiliki jasa penting dalam bidang astronomi :

  1. Anaximander (610-546 SM) : Juga dikenal sebagai “Bapak Ilmu Astronomi”.
  2. Aristoteles (384-322 SM) : ilmuwan terkenal asal Yunani. Aristoteles percaya kalau bulan, matahari, dan planet-planet lainnya mengitari bumi pada serangkaian pola angkasa rumit. Ia juga mengemukakan kalau bumi dan bulan itu berbentuk bola dan bulan dapat bersinar karena pantulan cahaya matahari. Namun, Aristoteles tidak percaya bahwa bumi bergerak dalam antariksa atau bergerak dalam porosnya.
  3. Eratosthenes (276-196 SM) : Ahli astronomi Yunani yang pertama kali mengukur bumi secara teliti. Dari pengamatannya ia mengemukakan bahwa bumi seharusnya berdiameter 13.000 km (hampir sepenuhnya benar, mengingat diamater sebenarnya yang dihitung pada masa modern adalah 12.756,28 km pada khatulistiwa).
  4. Pythagoras (abad ke-6 SM) : merupakan salah satu ilmuwan asal Yunani paling terkenal sepanjang sejarah. Salah satu temuannya yang terbesar adalah rumus Pythagoras yang kita gunakan hingga saat ini. Pythagoras jugalah yang pertama mengemukakan pendapat bahwa bumi berbentuk seperti bola.
  5. Aristarkhus (abad ke-3 SM) : Ilmuwan asal Yunani yang mempercayai bahwa Matahari adalah pusat dari alam semesta. Ia juga merupakan orang pertama yang menghitung ukuran relatif dari bulan, bumi, dan matahari. Aristarkhus menemukan bahwa diameter bulan hanya 30% dari diameter bulan (hampir sepenuhnya benar, mengingat nilai sebenarnya adalah 0,27 atau 27%).
  6. Hipparkus (abad ke-2 SM) : tokoh astronomi terkenal di dunia adalah Hipparkus. Ahli astronomi asal Yunani terbesar pada masanya. Ialah yang membuat katalog 850 Bintang dengan teliti.
  7. Ptolomeus (abad ke-2 M) : ilmuwan Yunani yang menyusun gambaran baku tentang alam semesta yang dipakai oleh para astronom hingga zaman renaissance.
  8. Nicolaus Copernicus (1473-1543) : tokoh astronomi terkenal di dunia selanjutnya adalah Nicolaus Copernicus. Merupakan ahli astronomi asal Polandia yang mencetuskan teori (benar) bahwa bumi bukanlah pusat atau sentra alam semesta (selayaknya pandangan umum pada masanya). Teori milik Copernicus ini didukung oleh pengamatan Galileo dan dibenarkan oleh perhitungan Johannes Kepler.
  9. Galileo Galilei (1564-1642) : salah satu tokoh astronomi terkenal di dunia yang memberikan banyak sumbangan besar melalui penemuannya dalam bidang astronomi. Galileo Galilei merupakan ilmuwan asal Italia yang mengemukakan revolusi dalam astronomi dan juga melakukan berbagai pengamatan di luar angkasa.
  10. Tycho Brahe (1546-1601) : tokoh astronomi terkenal di dunia selanjutnya adalah Tycho Brahe. Ia adalah ahli astronomi asal Denmark. Ia dianggap sebagai salah satu pengamat terbesar pada masa pra-teleskop (sebelum teleskop digunakan). Dengan hanya memanfaatkan alat bidik sederhana, Tycho Brahe dapat mengukur planet dengan ketelitian lebih besar dibandingkan siapapun. Hal ini akhirnya memungkinkan Johannes Kepler yang merupakan asistenya pada saat itu untuk memecahkan dan menemukan hukum gerakan planet.
  11. Johannes Kepler (1571-1630) : Matematikawan dan astronom dari Jerman yang menemukan 3 hukum dasar pergerakan planet. Dalam perhitungannya ini, Johannes Kepler menggunakan pengamatan Tycho Brahe.
  12. Edmond Halley (1656-1742) : astronom Inggris yang pada tahun 1705 memperhitungkan bahwa komet yang pernah terlihat dalam tahun 1531, 1607 dan 1682 sebenarnya merupakan komet yang sama. Yang bergerak dalam 1 garis edar yang sama tiap 75 atau 76 tahun sekali mengitari Matahari. Komet tersebut akhirnya disebut sebagai Komet Halley.
  13. James Bradley (1693-1762) : ahli astronomi Inggris yang menemukan Aberasi Sinar Cahaya pada tahun 1728. Aberasi atau penyimpangan tersebut merupakan bukti langsung pertama (yang dapat diamati) bahwa bumi berevolusi mengelilingi matahari.
  14. Sir Isaac Newton (1642-1727) : Ilmuwan Inggris yang sangat dikenal lantaran penemuan hukum gravitasinya. Melalui hukum gravitasi yang ditemukannya, Newton secara tak langsung dapat membantu menjelaskan mengapa planet mengitari matahari. Sir Isaac Newton juga memberikan sumbangan yang penting dalam dunia astronomi dengan penelitiannya tentang cahaya dan optika. Tahun 1668, ia membangun reflector pertama di dunia.
  15. Sir William Herschel (1738-1822) : ahli astronomi Inggris (yang lahir di Jerman). Ia menemukan planet Uranus tanggal 17 Maret 1781 dan 2 satelitnya beserta dengan 2 satelit Saturnus. Ia juga membangun reflector 122 cm yang saat itu menjadi yang terbesar di dunia (digunakan untuk melakukan pekerjaan surveinya).
  16. Immanuel Kant (1724-1804) : ia adalah seorang filsuf Jerman yang mengajukan cikal bakal teori modern mengenai tata surya pada 1755.
  17. Pierre-Simon de Laplace (1749-1827) : ahli matematika asal Perancis. Ialah yang mengembangkan teori populer tentang asal mula tata surya yang sebelumnya telah digagas oleh Immanuel Kant.
  18. Charles Messier (1730-1817) : ahli astronomi Perancis yang menyusun sebuah daftar yang berisi lebih dari 100 kelompok bintang dan nebula. Sampai saat inipun, banyak objek ini yang masih disebut sebagai objek nomor Messier atau M seperti M1 dan M31.
  19. Urbain Jean Joseph Leverrier (1811-1877) : adalah matematikawan Perancis yang berhasil memperhitungkan keberadaan Planet Neptunus. Perhitungan Leverrier inilah yang kemudian memungkinkan penemuan planet Neptunus oleh Johann Galle.
  20. Johann Gottfried Galle (1812-1910) : ia merupakan ahli astronomi asal Jerman yang menemukan planet Neptunus. Tepatnya pada 23-09-1846, dengan menggunakan perhitungan Urbain Leverrier.
  21. Giovanni Schiaparelli (1835-1910) : adalah ahli astronom dari Italia yang menyatakan adanya saluran di permukaan planet Mars untuk pertama kalinya. Terutama ketika planet Mars mendekat di tahun 1877. Ia menamakannya sebagai “canali”.
  22. John Ludwig Emil Dreyer (1852-1926) : ahli astronom Denmark yang menghimpun katalog utama yang memuat hampir 8000 kelompok bintang dan nebula. Katalog yang ia susun sendiri disebut sebagai Katalog Umum Baru (the New General Catalogue, NGC).
  23. Percival Lowell (1855-1916) : ahli astronomi Amerika yang memetakan saluran di Mars dan mempercayai adanya kehidupan pada planet tersebut.
  24. Henrietta Leavitt (1868-1921) : ahli astronomi asal Amerika yang menemukan teknik penting dalam mengukur jarak antar bintang dengan menggunakan bintang-bintang variabel cepheid.
  25. Harlow Shapley (1885-1972) : ahli astronom Amerika yang melakukan perhitungan sebenarnya dari galaksi yang kita tempati (pada tahun 1921). Ia juga menyatakan sekaligus membuktikan kalau Matahari sebenarnya tidak terletak di pusat galaksi.
  26. Edwin Hubble (1889-1953) : astronom yang pada tahun 1924 menunjukkan bahwa ada galaksi lain di luar galaksi kita. Selanjutnya, ia juga mengelompokkan galaksi tersebut berdasarkan bentuknya (spiral dan eliptik).
  27. Georges Lemaître (1894-1966)
  28. George Gamow (1904-1968)
  29. Sir Fred Hoyle (1915-2001)   : ahli astronomi asal Inggris. Ia dikenal karena karyanya tentang Teori Keadaan Lunak. Teori tersebut membantah kalau pembentukan alam semesta diawali dengan suatu ledakan besar (The Big Bang).
  30. Carl Sagan (1934-1996)
  31. Clyde Tombaugh (1906-1997)
  32. Carl von Weizsacker (1912-2007)
  33. Marteen Schmidt (1929-…)

Dan masih banyak lagi tokoh astronomi terkenal di dunia lain yang memberikan pengaruh besar dalam dunia astronomi.

Teori Big Bang, Awal Mula Penciptaan Alam Semesta!

Kamu pasti sudah tak asing lagi bukan dengan teori astronomi terpopuler satu ini? Ya, teori tersebut adalah teori Big Bang. Teori ini mengemukakan bahwa asal mula penciptaan alam semesta itu karena adanya ledakan dahsyat yang kemudian disebut sebagai “Big Bang”.

Sebenarnya, teori asal mula alam semesta sendiri bukan hanya Teori Big Bang lho. Masih ada beberapa teori lainnya seperti Teori Keadaan Tetap, Teori Osilasi, dan Teori Nebula. Diantara beberapa teori tersebut, teori Big Bang lah yang paling populer dan paling banyak dipercaya.

Lalu, sebenarnya apa sih teori Big Bang itu? Yuk, langsung saja simak pembahasannya berikut ini!

Apa Itu Big Bang?

Big Bang atau Ledakan Dahsyat/Dentuman Besar (The Big Bang dalam Bahasa Inggris) adalah suatu kejadian/peristiwa yang menjadi penyebab terbentuknya alam semesta. Hal ini sendiri didasarkan pada beberapa kajian kosmologi seputar bentuk awal dan perkembangan alam semesta dari waktu ke waktu.

Berdasarkan permodelannya, diketahui bahwa dulu alam semesta kita berada dalam kondisi yang sangat panas. Kemudian, mengembang secara terus-menerus hingga saat ini. Nah, berdasarkan pengukuran terbaik yang dilakukan pada tahun 2009. Keadaan alam semesta (awal) bermula setidaknya 13,7 miliar tahun yang lalu. Waktu ini kemudian dijadikan sebagai referensi waktu terjadi Ledakan Dahsyat ini.

Teori ini sendiri dinilai mampu memberikan penjelasan yang paling akurat dan komprehensif serta didukung oleh berbagai metode ilmiah dan pengamatan dari para ahli (ilmuwan).

Lalu, siapa orang pertama yang dianggap memunculkan konsep Big Bang ini? Orang tersebut adalah Georges Lemaître yang merupakan seorang biarawan Katolik Roma di Belgia. Saat itu, Georges Lemaître menyebutnya sebagai “Hipotesis Atom Purba”.

Kerangka model ini sendiri tergantung pada relativitas umum Albert Einstein. Beserta dengan beberapa asumsi lainnya seperti isotropi ruang dan homogenitas.

Persamaan yang mendeskripsikan Teori Big Bang sendiri dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Sesudah Edwin Hubble (tahun 1929) mendapati bahwa jarak antara Bumi dengan galaksi yang terbilang sangat jauh, akan berbanding lurus dengan geseran merahnya (sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Georges Lemaître tahun 1927).

Pengamatan ini kerap mengindikasikan kalau semua galaksi dan gugus bintang (yang jaraknya sangat jauh) memiliki kecepatan tampak (yang secara langsung) akan menjauhi titik pandang. Jadi semakin jauh objeknya, maka kecepatan tampaknya akan semakin besar.

Apabila jarak antar gugus galaksi tersebut semakin meningkat (layaknya yang terpantau sekarang). Maka, seharusnya semuanya pernah berdekatan di masa lalu. Secara rinci, gagasan ini akan mengarahkan ke suatu keadaan dimana massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrem.

Teori Big Bang ini dapat digunakan untuk mendeskripsikan dan menjelasan perubahan umum alam semesta semenjak pengembagan awalnya.

Sejarah Teori Big Bang

Dalam teori ini, dijelaskan bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan yang amat besar. Hal ini terjadi milyaran tahun yang lalu (para ilmuwan memprediksi sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu). Setelah terjadi ledakan/dentuman besar tersebut, ada sejumlah besar lontaran material yang pada akhirnya menyebar ke seluruh alam semesta.

Material yang terlontar tersebut terdiri atas partikel-partikel seperti neutron, proton dan elektron. Partikel tersebut dapat terbentuk pada kurun waktu 10-4 detik. Proses pembentukan inti yang sangat kecil pun hanya memerlukan waktu sekitar 3 menit.

Ketika terjadi ledakan ini, suhunya diperkirakan mencapai 70 kali lipat suhu matahari sekarang ini. Bahkan, butuh waktu sekitar 500.000 tahun untuk mendinginkannya (elektron dan intinya). Akhirnya, setelah melewati waktu yang panjang material tersebut akhirnyabBersatu dan membentuk sebuah planet, satelit, asteroid, meteor, debu-debu kosmik, dan berbagai macam partikel lainnya.

Sekitar tahun 1912, dilakukanlah pengukuran nebula spiral menggunakan Efek Doppler dari Vesto Slipher untuk pertama kalinya. Nebula spiral sendiri merupakan nama lain dari Galaksi Spiral. Melalui pengukuran inilah, mulai muncul banyak penelitian tentang alam semesta yang dilakukan oleh para ahli (ilmuwan).

10 tahun kemudian seorang kosmologis dan matematikawan bernama Alexander friedman dari Rusia,  mengemukakan bahwa alam semesta ini akan terus mengembang.  Hal ini tentu saja berlawanan dengan model alam semesta statis yang dinyatakan oleh Einstein.  Pada tahun 1924, Edwin Hubble  juga melakukan sebuah penelitian terhadap model Nebula.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, awal teori Big Bang ini dikemukakan oleh Abbe Georges Lemaitre  Pada tahun 1927. Menurut Abbe Georges Lemaitre, alam semesta ini awalnya berasal dari gumpalan superatom berbentuk bola api yang berukuran sangat kecil. Meskipun ukurannya sangat kecil, namun gumpalan bola api ini memiliki massa jenis yang luar biasa besar dengan suhu mencapai +- 1 triliun derajat Celcius.

Sesaat sebelum terjadinya ledakan, gumpalan bola api ini bertambah menjadi 1,75 cm. Makin lama ukurannya makin bertambah dengan sangat cepat. Pada akhirnya, pada detik ke-0 (waktu mulainya big bang) ada ledakan dahsyat yang menghamburkan beberapa material ke alam semesta.

Setelah terjadinya ledakan tersebut, ada pancaran energi dalam jumlah yang sangat besar di alam semesta. Hal ini nantinya akan membentuk materi pembangun di alam semesta. Salah satu materi tersebut adalah atom hidrogen. Atom hidrogen yang terlempar tersebut lambat laun berkumpul, membentuk debu dan awan hydrogen (biasa disebut sebagai nebula).

Makin lama, nebula tersebut semakin memadat hingga akhirnya bersuhu jutaan derajat Celcius. Nebula (awan Hidrogen) ini kemudian yang menjadi awal mula pembentukan bintang-bintang. Bintang-bintang itu akhirnya akan berkumpul dan membentuk kelompok galaksi. Dari galaksi inilah, kemudian lahir milyaran sistem tata surya. Sistem tata surya kita sendiri hanya salah satu dari ribuan bahkan milyaran tata surya lain di seluruh semesta.

Meskipun telah terjadi selama jutaan tahun yang lalu, namun kekuatan Big Bang sendiri masih terasa hingga sekarang.  Hal ini dapat dibuktikan karena alam semesta yang sekarang masih terus berkembang dan meluas dari waktu ke waktu.  Beberapa galaksi bahkan diyakini semakin menjauh antara satu dengan yang lainnya.  Gerakan tersebut akan sampai pada batas maksimalnya.  Jika sudah mencapai batasnya, para ahli percaya bahwa benda-benda di alam semesta akan berhenti menjauh dan pada akhirnya tertarik lagi oleh gravitasi universal dan kembali ke titik awal permulaan ledakan.

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa pembahasan seputar Teori Big Bang. Teori ini menjadi teori paling populer dalam memprediksi asal-usul penciptaan alam semesta. Nah, salah satu bukti terkuat dari kejadian The Big Bang ini adalah penemuan CMB yang tidak disengaja.

CMB atau gelombang mikro kosmis ini merupakan radiasi elektromagnetik tertua yang memenuhi seluruh ruang angkasa dan dinilai sebagai sisa dari The Big Bang. 

Apabila dideteksi menggunakan teleskop radio yang sifatnya sensitif. CMB sendiri akan terlihat seperti noise (cahaya redup) yang sebenarnya tidak berasal dari galaksi, bintang, atau benda langit manapun. CMB ini juga akan terdeteksi paling kuat di ranah gelombang mikro spektrum radio.