Author Archives: admin

5 Cabang Ilmu Astronomi yang Harus Kamu Ketahui

Astronomi memiliki ruang lingkup yang sangat luas, mencakup semua benda langit baik yang terbentuk alami ataupun benda langit ciptaan manusia seperti satelit luar angkasa. Nah, tahukah kamu kalau ternyata ilmu astronomi ini terbagi menjadi beberapa cabang. Cabang-cabang tersebut akan membahas ilmu astronomi tertentu dengan lebih spesifik.

Penasaran? Yuk, simak cabang ilmu astronomi berikut ini!

Kosmogoni

Cabang pertama yang akan kita bahas adalah kosmogoni. Kata “Kosmogoni” sendiri berasal dari Bahasa Yunani “κοσμογονια atau kosmogonia” kata tersebut terdiri atas 2 kata lainnya yakni “κοσμος atau kosmos” yang bermakna semesta dan “γονος atau gonos’ yang diartikan sebagai generasi.

Kosmogoni sendiri merupakan cabang astrofisika yang mempelajari asal mula serta struktur alam semesta secara luas. Intinya, dalam cabang ilmu Kosmogoni ini akan dipelajari tentang asal usul benda angkasa dan juga membahas bagaimana benda angkasa tersebut bisa terbentuk (contohnya, planet, matahari, dan bintang).

Salah satu model kosmologis secara umum dalam konsep pengembangan alam semesta adalah konsep “Ledakan Dahsyat” atau yang lebih populer dengan sebutan “Big Bang”. Dalam mitologi sendiri, mitos kosmogonik dijabarkan sebagai kisah yang menggambarkan asal-usul alam semesta (Kosmos).

Cabang ilmu astronomi ini juga merujuk pada teori kelahiran dan evolusi alam semesta atau serangkaian cerita mitos yang membentuk suatu legenda. Legenda tersebut akan membentuk layaknya suatu cerita dimana para dewa akan terlibat dalam suatu pertempuran yang pada akhirnya dapat menciptakan alam semesta. Narasi-narasi seperti ini biasanya berkembang dalam Mitologi Mesir dan Sumeria.

Kosmogoni sendiri memiliki beberapa jenis yang telah dikembangkan di sepanjang sejarah. Kosmogoni dalam budaya Bangsa Yunani terdiri atas sekelompok cerita atau mitologi yang melibatkan kepercayaan dan peradaban Hellenic mengenai asal-usul semesta dan manusia. Hal ini semakin berhasil mencapai puncak dengan adanya Hesiod’s Theogony yang menjadi inspirasi dalam Mitologi Hellenic, beserta dengan puisi-puisi Iliad dan Odyssey.

Kosmogoni dalam budaya Tiongkok sendiri diekspos dari Teori Kai t’ien. Teori ini sendiri tercatat dalam “Chou pei suan ching” yang merupakan perjanjian yang ditulis di abad ke-4 SM. Sementara itu, Kosmologi Mesoamerika sendiri menggunakan akun kosmogonik utama yang dikenal sebagai El Popol Vuh yang menjelaskan penciptaan langit dan bumi, dimana dunia dibagi menjadi 4 bagian yang sama.

Astrometri

Cabang Ilmu Astronomi selanjutnya adalah ilmu Astrometri. Astrometri sendiri merupakan cabang ilmu dari astronomi yang memusatkan fokusnya ke posisi benda-benda langit. Seperti posisi bintang dan berbagai benda langit lainnya dan memantau jarak serta pergerakan mereka.

Astrometri juga dapat diartikan sebagai ilmu astronomi yang membahas hubungan geometri berbagai benda langit. Contohnya adalah sistem rotasi dan revolusinya, ukuran, kedudukan, dan jarak antar benda langit satu dengan lainnya. Sebagian dari astrometri sendiri melibatkan pembuatan tangga jarak kosmik.

Jika ditelaah lebih lanjut, astrometri ini termasuk dalam sub-bidang yang berumur paling tua. Hal ini dapat diketahui dengan menilik ke belakang, di Zaman Hipparchus dimana katalog bintang pertama mulai disusun. Hipparchus sendiri juga menciptakan skala kecerahan (yang sampai sekarang masih digunakan). Astrometri modern sendiri mulai dikembangkan oleh Friedrich Bessel.

Selain memiliki fungsi pokok untuk menyediakan astronom dengan berbagai referensi untuk pengamatan mereka. Astrometri ini juga terbilang cukup penting bagi dinamika bintang, mekanika langit, dan astronomi galaksi. Cabang ilmu astronomi yang satu ini juga memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat dasar untuk menentukan waktu. UTC, pada dasarnya adalah waktu atomic yang kemudian disinkronkan dengan rotasi bumi.

Ada banyak sekali perkembangan dalam ilmu astrometri dari dulu hingga sekarang ini. Mulai dari Sundial yang efektif untuk mengukur waktu, astrolabe yang dibuat untuk mengukur sudut langit, memicu perkembangan ilmu geometri bola, pengukuran pergerakan planet secara teliti dapat digunakan untuk membuktikan Asas Copernicus bahwa Bumi berevolusi mengelilingi Matahari, hingga sextant yang secara dramatis mampu memperbaiki ukuran sudut-sudut di langit.

Astrofisika

Cabang ilmu astronomi ketiga yang akan kita bahas adalah Ilmu Astrofisika. Sederhananya, astrofisika merupakan bidang ilmu yang mempelajari sifat fisika atas fenomena yang terjadi dalam objek luar astronomi di jagat raya. Baik di luar angkasa dan juga di Bumi.

Contohnyanya adalah mengetahui temperatur dan radiasi, keadaan permukaan suatu benda, lapisan dan semua keadaan fisika yang menyangkut dengan sifat benda atau objek astronomi yang diamati. Metode studi dari cabang ilmu astronomi ini sendiri secara umum ada 2 yakni Astrofisika Teoretis dan Astrofisika Observasional.

Astrofisika teoretis sendiri mencakup model analitis dan simulasi numerik komputasi. Model analitis ini secara umum akan lebih baik untuk memberikan wawasan ini tentang objek yang diamati. Sementara, model numerik bisa digunakan untuk mengungkap fenomena dan efek tak terlihat lainnya.

Sementara itu, astrofisika observasional merupakan observasi atau pengamatan jarak jauh yang yang tidak dapat dilakukan dalam lingkungan terkendali.

Astronomi Praktis

Cabang ilmu astronomi keempat adalah Astronomi Praktis. Merupakan cabang ilmu astronomi yang membahas cara mengamati benda langit dengan alat dan metode astronomi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data atas pengamatan benda-benda langit.

Ilmu astronomi praktis atau yang disebut juga sebagai ilmu falak ini merupakan suatu disiplin ilmu pengetahuan paling tua, sejak manusia mulai membangun peradaban di bumi. Di kehidupan modern seperti saat ini pun, ilmu falak ini terus dikembangkan dengan memadukan berbagai teknologi yang lebih canggih.

Secara garis besar, ilmu falak ini dapar dibagi menjadi 2 macam yakni Ilmu Falak Ilmiy (Theoretical Astronomy) dan Ilmu Falak Amaliy (Practical Astronomy). Theoretical Astronomy sendiri membahas tentang konsep dan teori-teori benda langit. Sementara itu, Practical Astronomy lebih ke arah ilmu untuk melakukan perhitungan posisi dan kedudukan suatu benda langit. Ilmu ini sendiri juga sering disebut sebagai ilmu Hisab lantaran banyak memanfaatkan berbagai macam sistem perhitungan matematika.

Secara umum, ilmu falak atau astronomi praktis ini adalah cabang ilmu astronomi yang memiliki objek formal berupa benda-benda langit (utamanya matahari, bumi, dan bulan) dengan objek material berupa garis edar (orbit) masing-masing dan sasaran fungsionalnya mendukung syarat beribadah ke Sang Pencipta, Allah SWT.

Astronomi Deskriptif

Cabang ilmu astronomi selanjutnya adalah astronomi deskriptif. Secara umum dapat diartikan sebagai cabang ilmu astronomi yang membahas mengenai fakta-fakta atas gejala astronomi yang terjadi sekaligus mencari tahu dan menjelaskan proses beserta sebab akibat atas kejadian/fenomena tersebut.

Nah, itulah beberapa cabang ilmu astronomi. Astronomi sendiri adalah ilmu tertua yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Di zaman-zaman peradaban kuno, pengembangan ilmu ini serta pengamatan objek astronomi masih dilakukan secara manual. Namun, sekarang di era yang lebih modern ilmu astronomi semakin berkembang dengan adanya berbagai peralatan canggih yang menunjangnya.

Ruang Lingkup dalam Ilmu Astronomi

Ketika berbicara mengenai astronomi, hal tersebut tentunya memiliki kaitan yang erat dengan ilmu perbintangan dan juga benda-benda langit. Ruang lingkup astronomi pun begitu luas, mencakup benda langit yang tercipta secara alami seperti bumi, bintang, angkasa, dan asteroid serta benda-benda langit buatan manusia seperti satelit. Nah, ini dia pembahasan seputar ruang lingkup astronomi!

Ruang Lingkup Astronomi

Astronomi adalah ilmu perbintangan. Ilmu ini memanfaatkan benda-benda langit untuk memprediksi sesuatu, seperti tanggal dan cuaca. Berikut ini benda-benda langit yang termasuk dalam lingkup ilmu astronomi :

Planet

Benda langit yang pertama adalah planet. Definisi planet adalah benda langit yang memiliki massa besar dengan kekuatan gravitasinya sendiri dan bergerak mengelilingi suatu bintang. Dalam sistem tata surya kita, ada 8 planet yang mengitari Matahari. Planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Diantara ke-8 planet tersebut, satu-satunya planet yang berpenghuni hanyalah Bumi. Planet atau Bintang Siarah ini dalam Bahasa Yunani kuno disebut sebagai “astēr planētēs” atau yang bermakna “Bintang Pengelana”.

Orbit planet sendiri tidak berbentuk lingkaran, melainkan elips. Hal ini ditemukan oleh Johannes Kepler. Beberapa pengamatan dan penelitian seputar planet lainnya juga sering dilakukan oleh para ahli dan hasilnya ada banyak sekali penemuan serta fakta-fakta menarik tentang planet ini.

Nah, secara umum kita dapat membagi 8 planet dalam tata surya kita ke dalam 2 jenis utama yakni planet gas besar berkepadatan rendah dan planet raksasa darat kecil berbatu. Planet darat kecil atau planet kebumian sendiri meliputi Planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sementara itu, planet gas adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Belum diketahui secara pasti bagaimana planet ini terbentuk. Namun, teori paling populer menyatakan bahwa planet terbentuk dari nebula yang berubah menjadi cakram gas dan debu tipis.

Benda Langit Lain : Satelit, Meteorid, Asteroid, dan Komet

Satelit

Merupakan benda langit yang mengorbit pada benda lainnya dengan rotasi dan periode revolusi tertentu. Ada 2 jenis satelit, yakni satelit alam dan satelit buatan. Salah satu contoh satelit alam adalah Bulan yang mengorbit mengelilingi Planet Bumi.

Sementara itu, satelit buatan ini dirancang dan diciptakan oleh manusia. Satelit buatan ini terdiri atas Satelit pengamat Bumi, Satelit astronomi, Satelit navigasi, Satelit komunikasi, Satelit tenaga surya, Satelit mata-mata, Satelit cuaca, Stasiun angkasa, dan Satelit miniature (yang digunakan untuk mengklasifikasikan jenis satelit yang ringan dan berukuran kecil).

Meteoroid

Benda langit yang berukuran lebih besar dari suatu molekul namun lebih kecil dibandingkan asteroid. Meteoroid juga merupakan sebuah benda padat yang bergerak dalam antar ruang dalam suatu planet. Para ilmuwan memperkirakan adanya 25 juta meteorit, mikrometeorid, dan puing-puing angkasa lainnya yang memasuki atmosfer bumi tiap harinya. Per tahunnya, ada sekitar 15.000 ton material yang masuk ke atmosfer bumi.

Beberapa contoh meteroid terbesar yang pernah ditemukan di bumi adalah Meteorid Mbozi, The Cape York Meteorite,Bacubirito, El Chaco, dan Hoba.

Asteroid

Asteroid atau yang kerap disebut sebagai planet minor atau planetoid adalah benda angkasa berukuran lebih kecil dari planet dan biasanya lebih besar dibandingkan meteoroid. Asteroid ini umumnya berada dalam tata surya.

Ada jutaan asteroid yang menurut para ahli adalah sisa-sisa kehancuran dari planetesimal. Planetesimal sendiri merupakan material dalam nebula matahari (muda) yang tak pernah tumbuh besar menjadi planet.

Beberapa contoh asteroid adalah Asteroid Ceres, Pallas, Vesta, Hygeia, Interamnia, Baptistina, Cleopatra, dan Hektor.

Komet

Komet merupakan benda langit yang mengelilingi matahari. Komet ini bisa berbentuk elips, lonjong, parabolis, atau hiperbolis. Istilah komet sendiri berasal dari Bahasa Yunani “kometes” yang berarti “rambut panjang”. Komet juga sering disebut sebagai bintang berekor atau lintang kemukus. Komet dapat terbentuk dari es dan debu, ia tercipta dari kumpulan debu dan gas yang beku ketika berada jauh dari Matahari. Panjang “ekor” komet sendiri diperkirakan mencapai jutaan kilometer.

Komet ini juga mengorbit matahari sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Untuk menyelesaikan satu kali orbit, sebuah komet bahkan membutuhkan waktu ribuan tahun lho. Salah satu sebabnya adalah karena ada beberapa komet yang bahkan menempuh jarak yang lebih jauh di luar angkasa dibandingkan planet.

Beberapa contoh komet yang pernah terlihat adalah Komet Halley, Komet De Kock- Paraskevopoulos, Komet Hale Bopp, Komet Ikeya Seki, Komet West, Komet McNaught, dan Komet Eclipse.

Matahari dan Bintang

Ruang lingkup astronomi selanjutnya adalah Bintang. Bintang adalah benda langit yang bisa mengeluarkan cahayanya sendiri. Sementara itu, matahari adalah bintang di pusat tata surya kita. Bentuk matahari sendiri nyaris bulat dan terdiri atas plasma panas yang bercampur medan magnet. Diameternya sendiri mencapai 1.392.684 km atau sekitar 109 kali diameter Planet Bumi. Massa matahari sendiri mencapai 330.000 kali lipat massa bumi. Matahari merupakan benda langit terbesar dalam Galaksi Bima Sakti.

Nah, berikut ini beberapa contoh bintang lain selain Matahari : Sistem Centauri α, Sirius (α Canis Majoris), UY Scuti, R136a1, Vega (α Lyrae), dan lain sebagainya.

Galaksi

Galaksi sendiri merupakan kumpulan gas, debu, milyaran bintang, dan sistem tata surya yang disatukan oleh gaya gravitasi. Ruang lingkup astronomi sangatlah luas. Kita semua berada di planet bumi, salah satu planet yang mengelilingi matahari. Semua benda langit yang mengelilingi matahari merupakan suatu sistem tata surya.

Sementra itu, tata surya kita berada di dalam suatu galaksi yang dikenal sebagai Galaksi Bima Sakti atau Milky Way. Galaksi ini sendiri pun hanya merupakan bagian kecil dari alam semesta yang sangat luas.

Para ilmuwan memperkirakan ada sekitar 100 hingga 200 milyar galaksi di alam semesta ini. Sejauh ini, nama galaksi sendiri dikategorikan dalam sebuah nama dan nomor katalog. Berikut ini beberapa contoh galaksi yang dikenal :

  • Galaksi Bima Sakti : Awalnya mulai diketahui dan ditemukan pada 18 Juli 1783. Bentuknya spiral dengan 400 milyar lebih bintang dengan garis tengah sekitar 130 ribu tahun cahaya.
  • Galaksi Andromeda : Pertama kali ditemukan pada awal 965 M dan ditemukan lagi tahun 1612. Bentuknya spiral dan lebih besar dibandingkan Galaksi Bima Sakti karena diameternya hampir mencapai 200 ribu tahun cahaya.
  • Galaksi Ursa Mayor atau Galaksi Beruang Besar : Biasa terlihat sebagai 7 bintang terang. Bentuknya elips dan memiliki 6 bintang.
  • Galaksi Black Eye atau Galaksi Mata Hitam : Ditemukan oleh Edward Pigott pada 2 Maret 1779. Memiliki jalur debu penyerap gelap yang menakjubkan.  
  • Galaksi Tadpole atau Galaksi Kecebong : Sering dikaitkan dengan tabrakan/penggabungan dengan galaksi lain yang lebih kecil sekitar 100 juta tahun yang lalu. Bentuknya spiral berpalang dengan struktur tidak beraturan.

Ruang Angkasa

Merupakan suatu sistem yang terdapat milyaran galaksi di alam semesta atau yang lebih dikenal sebagai antariksa.

Sekian pembahasan mengenai ruang lingkup astronomi. Semoga bermanfaat

Mengenal Astronomi Lebih Jauh, Mulai Dari : Pengertian, Sejarah Awal, Cabang Ilmu, Manfaat Astronomi, dan Jurusan Kuliah

Kamu pasti pernah mendengar tentang ilmu astronomi, bukan? Ilmu ini memang cukup dikenal dan selalu dikaitkan dengan bintang. Nah ini dia beberapa pembahasan seputar ilmu astronomi yang bisa kamu jadikan sebagai referensi :

Pengertian Astronomi

Astronomi sendiri berasal dari Bahasa Yunani “ástron” yang berarti Bintang dan kata “nomos” yang bermakna Hukum. Dalam Bahasa Indonesia, kita dapat mengartikan astronomi sebagai Ilmu Bintang, Ilmu Falak, atau suatu jenis ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum bintang.

Ilmu alam ini akan mempelajari beberapa hal terkait dengan benda alam & fenomena alam yang ada di luar Bumi. Termasuk juga, fenomena di atas atmosfer bumi yang berasal dari luar angkasa (seperti aurora & meteor).

Ilmu astronomi juga akan mempelajari segala sisi dari suatu objek langit. Meliputi asal-usulnya, sifatnya, meteorologi, gerak, dan pengetahuan lainnya seputar objek tersebut. Ilmu ini juga merupakan salah satu ilmu tertua di dunia. Perkembangan astronomi semakin pesat setelah adanya penemuan Teleskop.

Sejarah Ilmu Astronomi

Sebagai salah satu ilmu tertua di dunia, astronomi tentunya memiliki sejarah panjang yang menarik untuk kita bahas. Lalu, bagaimana cara ilmuan-ilmuan atau para ahli mengetahui kalau astronomi ini sudah ada sejak lama?

Hal ini dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan artefak kuno yang berasal dari zaman prasejarah. Artefak tersebut membuktikan bahwa orang-orang di zaman pra-sejarah sudah mulai menemukan & mengembangkan ilmu perbintangan ini.

Peninggalan tersebut antara lain adalah monumen-monumen dari Bangsa Mesir dan Nubia. Ada juga Stonehenge dari Britania. Bahkan, orang-orang dalam peradaban awal seperti orang-orang Babilonia, Tiongkok, India, Suku Maya, dan Bangsa Yunani Kuno juga telah melakukan pengamatan metodologis atas langit malam ini.

Namun, pada saat itu ilmu astronomi belum semaju sekarang. Pengamatan atas gerak-gerik benda-benda langit dan juga prediksinya masih menggunakan cara manual, dengan mata telanjang. Pengamatan biasanya dilakukan dari bangunan atau daratan yang tinggi. Observatorium & juga artefak kuno yang ada di masa prasejarah selain digunakan sebagai sarana upacara seremonial. Ternyata juga kerap digunakan sebagai media untuk menentukan musim, cuaca, iklim, waktu bercocok tanam, ataupun panjang tahun.

Ilmu astronomi yang didasarkan atas perhitungan matematis & ilmiah ini awalnya juga dipelopori oleh orang-orang Babilonia. Mereka mulai menemukan siklus saros yang mengungkap bahwa gerhana bulan memiliki siklus teratur. Mengikuti jejak Babilonia, bangsa-bangsa lain seperti Yunani Kuno juga mulai menemukan berbagai kemajuan dalam bidang astronomi.

Pada abad ke-3 SM, Aristarkhus dari Samos mulai mengajukan Model Tata Surya Heliosentris pertama dalam sejarah. Pada abad ke-2 SM, Hipparchus juga menemukan gerak presesi dan astrolab yang merupakan alat penelitian astronomi paling awal.

Tahun 964, Al-Sufi astronom Persia menemukan Galaksi Andromeda. Hal tersebut dicatat dalam Book of Fixed Stars atau yang disebut juga sebagai Kitab Suwar al-Kawakib. Selain itu, ada banyak penemuan-penemuan lainnya dalam bidang astronomi.

Pada sekitar tahun 1550–1800 M, ilmu astronomi berkembang semakin pesat berkat penemuan-penemuan ahli astronomi sebelumnya. Selain itu, teleskop juga sudah mulai digunakan sehingga pengamatan atas benda-benda langit jadi lebih efisien dan akurat.

Di akhir abad ke-19 mulai berkembang konsep fisika modern. Nah, saat ini sendiri para astronom telah melakukan berbagai pengamatan di observatorium dengan memanfaatkan teleskop untuk mengamati berbagai objek langit.

Cabang Ilmu Astronomi

Secara umum, astronomi ini dapat dibagi kedalam 4 sub bidang beserta sejumlah cabang ilmu yang ada di dalamnya. Diantaranya adalah :

  • Astrofisika : Merupakan ilmu yang menerapkan hukum fisika di luar angkasa. Astrofisika ini hampir mirip dengan geofisika, bedanya Astrofisika berhubungan dengan objek luar angkasa seperti bintang, benda-benda langit, dan ruang sekitarnya.
  • Astrometri : Ilmu yang memetakan benda langit. Ilmu ini lebih fokus ke posisi tepat suatu benda langit. Dapat dijadikan sebagai kerangka acuan untuk memantau pergerakan bintang ataupun objek lainnya di ruang angkasa.
  • Astrologi : Ilmu yang berfokus ke dalam pemeriksaan bebatuan, material, dan medan di luar angkasa. Ilmu ini memiliki kaitan yang cukup erat dengan eksogeologi.
  • Astrobiologi: Suatu bidang yang fokus untuk mencari informasi seputar kehidupan di luar Bumi.

Kegunaan Ilmu Astronomi

Astronomi memiliki banyak sekali kagunaan bagi manusia, baik manusia di zaman dulu dan sekarang. Lalu, apa sebenarnya manfaat astronomi? Berikut ini diantaranya :

  • Untuk melakukan perhitungan tanggal

Manfaat pertama yang bisa kita dapatkan dari astronomi adalah perhitungan tanggal. Melalui ilmu astronomi ini, kita dapat memahami dan melakukan sistem perhitungan tanggal dengan baik dan benar.

Perhitungan tanggal yang dilakukan dengan memanfaatkan astronomi meliputi perhitungan tanggal masehi dan tanggal hijriah. Tahun Islam yang ditandai dengan tanggal 1 muharam sendiri juga ditentukan dengan mengamati pergerakan bulan sebagai patokan. Hal ini juga berlaku untuk mengamati hari awal mulai puasa. Dengan ilmu ini, seseorang bisa tahu apakah ini sudah waktu memasuki bulan Ramadhan dan syawal atau belum.

  • Digunakan untuk memprediksi dan mengetahui perubahan cuaca

Tahukah kamu kalau perubahan cuaca memiliki hubungan yang sangat erat dengan fenomena langit? Nah, karena itulah kita bisa memanfaatkan ilmu ini untuk memprediksi cuaca. Jika saat malam hari, bulan bersinar terang dan bintang berkelap-kelip indah. Maka, itu artinya cuacanya sedang bagus. Orang-orang bisa bepergian dengan aman. Para nelayan juga bisa pergi melaut dengan tenang.

Sebaliknya, jika bulan dan bintang di langit malam tak tampak. Maka, cuacanya sedang tidak bagus. Orang-orang harus lebih waspada ketika akan melakukan perjalanan. Terlebih, perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi laut atau udara.

  • Menentukan arah mata angin

Ada 4 arah mata angin utama yakni timur, selatan, barat, dan utara. Kamu bisa memanfaatkan ilmu astronomi sebagai petunjuk arah mata angin. Contoh, saat kamu tengah mendaki dan tidak membawa Kompas. Maka, kamu bisa memanfaatkan arah terbit dan terbenam matahari sebagai patokan untuk menentukan arah mata angin. Arah matahari terbit adalah sebelah timur, dan arah terbenamnya matahari adalah sisi kanan.

  • Untuk Ramalan

Ramalan-ramalan yang kita kenal seperti ramalan zodiak yang keluar tiap tahun atau per harinya juga memanfaatkan ilmu ini.

Selain 4 hal diatas, ilmu ini juga akan meningkatkan pemahaman kita seputar fenomena-fenomena alam yang terjadi di langit.

Cara Belajar Astronomi

Jika kamu tertarik dengan bidang astronomi ini, kamu bisa mengambil jurusan astronomi sewaktu kuliah ya. Setelah lulus dan kamu sudah ahli dalam bidang ini, kamu bisa berkarir sebagai seorang astronom. Kamu bahkan bisa jadi astronot, dosen/pengajar/peneliti astronomi, jurnalis sains, akademis dalam bidang astronomi, dan profesi terkait lainnya.

Ketahui Cabang-Cabang Khusus Astronomi Secara Spesifik

Ketahui Cabang-Cabang Khusus Astronomi Secara Spesifik – Pernahkah Anda mendengar tentang astronomi? Ya, konsep astronomi adalah salah satu cabang ilmu tertua. Dikenal berkat penemuan astronomis dari zaman prasejarah, seperti monumen dari Mesir atau Stonehenge di Inggris. Peradaban kuno menggunakan astronomi untuk menentukan cuaca, musim, dan bahkan cuaca untuk pertanian.

Astronomi adalah cabang ilmu pengetahuan tertua.Ilmu pengetahuan diketahui dari berbagai artefak astronomi dari zaman prasejarah. Misalnya, keberadaan berbagai monumen dari Mesir atau dari Stonehenge di Inggris. Astronomi digunakan oleh peradaban kuno sebagai cara untuk menentukan waktu, musim, dan waktu yang tepat untuk memulai bertani..

Astronomi juga merupakan cabang ilmu di mana Anda dapat mempelajari berbagai benda langit termasuk bintang dan planet. Selain itu, Anda juga akan belajar tentang fenomena alam lain yang terjadi di luar angkasa.

Sejarah Astronomi

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa astronomi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit, seperti bulan, planet, bintang, termasuk matahari. Astronomi sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari.

Perkembangan astronomi secara substansial berlangsung dari sekitar 1000 SM. J.-C., tepatnya periode Sumeria dan Babilonia. Mereka mengamati keteraturan dan mampu berlatih gerhana bulan serta siklus planet. Memang, orang Mesir tahu bagaimana menemukan cara menghitung hari dalam setahun, yaitu 365 hari.Namun, di zaman Sumeria, tidak ada pengetahuan dalam bentuk gambar. Gambaran alam semesta masih murni spekulatif.

Kemudian, sekitar tahun 1550-1800 M, perkembangan astronomi berkembang pesat. Banyak kontribusi para ahli untuk perkembangan astronomi. Selain itu, juga terjadi perubahan sarana pengamatan, dari pengamatan dengan mata telanjang menjadi penggunaan teleskop.Sampai tahun 1800-1890 M, astronomi dirumuskan dengan konsep-konsep dasar fisika yang kita kenal sebagai fisika klasik.

Pada akhir abad ke-19, beberapa fenomena ditemukan yang bahkan fisika klasik pun tidak dapat menjelaskannya. Untuk itu perlu dikembangkan konsep fisika yang lebih mendasar, yaitu fisika modern. Para astronom saat ini melakukan pengamatan di observatorium menggunakan teleskop untuk mengamati berbagai benda langit

Cabang Astronomi Secara Khusus

Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi sekitar 8 menit cahaya, dan merupakan yang terjauh dipelajari; itu adalah bintang kerdil dalam klasifikasi utama ordo G2 V dan berusia sekitar 4,6 miliar tahun.

Meskipun tidak sebesar bintang variabel dan Matahari mengalami sedikit perubahan dalam cahayanya karena aktivitas yang dikenal sebagai siklus bintik matahari: fluktuasi jumlah bintik matahari selama sebelas tahun terakhir.Bintik matahari adalah daerah dengan suhu yang lebih rendah dan aktivitas magnet yang lebih tinggi.

Ilmu Keplanetan

Cabang astronomi ini mempelajari susunan planet, bulan, planet kerdil, komet, asteroid, dan benda langit yang berputar mengelilingi tata surya, terutama matahari, meskipun ilmu ini juga mencakup planet ekstrasurya. Tata surya kita telah dipelajari secara ekstensif, pertama menggunakan teleskop dan kemudian menggunakan pesawat ruang angkasa. Oleh karena itu, ada pemahaman yang sangat baik tentang pembentukan dan evolusi sistem planet, meskipun penemuan baru masih berlangsung.

Astronomi Bintang

Nebula Semut. Gas yang dipancarkan oleh bintang sekarat di pusatnya tidak biasa karena membentuk pola simetris, tidak kacau seperti ledakan normal.Untuk memahami alam semesta, studi tentang bintang dan evolusinya sangat penting. Astrofisika yang berkaitan dengan bintang itu sendiri dapat dipahami dari segi pengamatan dan teori, serta melalui simulasi komputer.

Astronomi Galaksi

Tata surya kita berputar mengelilingi Bima Sakti, galaksi spiral dibuang dari Grup Lokal. Ini adalah salah satu kelompok galaksi terbesar. Bima Sakti memutar materi gas, debu, bintang, dan objek lainnya, semuanya disatukan oleh gaya tarik gravitasi.Bumi sendiri terletak di lengan luar galaksi yang berdebu, sehingga sebagian besar Bima Sakti tidak terlihat.

Astronomi Ekstragalaksi

Gambar di atas menunjukkan beberapa objek yang digariskan dengan warna biru; Ini adalah gambar galaksi yang sama, direproduksi oleh lensa gravitasi yang disebabkan oleh gugusan galaksi kuning di tengah foto. Efek pelensaan yang dihasilkan dan medan gravitasi cluster membelokkan cahaya sehingga bayangan objek jauh diperbesar dan terdistorsi.

Kosmologi

Kosmologi, berasal dari kata Yunani kosmos (κόσμος, “dunia”) dan akhiran logia logo (λόγος, “studi”) dapat dipahami sebagai upaya untuk mempelajari alam semesta secara keseluruhan.

Jenis – Jenis Astronomi

Astronomi Observasional

Seperti diketahui, astronomi membutuhkan informasi tentang benda-benda langit, dan juga sumber utama dari banyak informasi yang sudah di ketahui adalah radiasi gelombang elektromagnetik.

Pengamatan astronomi dapat dibagi menurut wilayah spektrum elektromagnetik yang diamati: bagian dari spektrum dapat diamati melalui permukaan bumi, sedangkan bagian lain hanya dapat dicapai dari ketinggian tertentu, bahkan hanya dari luar angkasa. Informasi rinci tentang pembagian ini dapat ditemukan di bawah ini:

Astronomi Inframerah

Sebagian besar jenis radiasi diserap oleh atmosfer bumi, kecuali panjang gelombangnya tidak berbeda jauh dengan cahaya merah yang terlihat. Oleh karena itu, radiasi infra merah yang akan diamati adalah observatorium yang akan dibangun di tempat yang lebih tinggi, tidak lembab, bahkan di luar angkasa.

Astronomi Optik

Teleskop Subaru dan Observatorium Keck di Mauna Kea adalah dua contoh observatorium yang mampu mengamati inframerah tampak dan dekat. Di sebelah kanan adalah fasilitas teleskop inframerah NASA, yang beroperasi hanya pada panjang gelombang inframerah-dekat.

Juga dikenal dengan sebutan astronomi cahaya tampak, astronomi optik yang berfokus dengan radiasi elektromagnetik yang terlihat di depan mata. Oleh karena itu, cabang tertua, karena tidak memerlukan peralatan seperti itu. Dari akhir abad ke-19 hingga sekitar satu abad kemudian, teknik fotografi menggunakan gambar optik astronomis, tetapi sebelum itu harus digambar dengan tangan.

Demikian ulasan tentang, Mengetahui secara khusus cabang-cabang ilmu astronomi. Semoga bermanfaat.

Kenali 8 Jenis Astronomi Yang Perlu Anda Ketahui

Kenali 8 Jenis Astronomi Yang Perlu Anda KetahuiAstronomi merupakan ilmu yg mengusut mengenai konvoi benda-benda langit, misalnya surya, planet, bulan, bintang, meteoroid, asteroid & lain-lain. Astronomi memainkan kiprah krusial pada membantu insan menyebutkan berdari, komposisi & hubungan benda langit. Astronomi sendiri adalah galat satu ilmu tertua, misalnya yg diketahui berdasarkan jenis-jenis artefak astronomi yg ditemukan dalam zaman prasejarah.

Misalnya, monumen Nubia & Mesir dan Stonehenge pada Inggris. Orang-orang dalam zaman dahulu termasuk peradaban Yunani, Babilonia, Cina, Maya sampai India ditemukan sudah melakukan pengamatan metodologis pada langit malam. Meskipun ilmu ini mempunyai sejarah yg panjang, tetapi astronomi sudah bisa berkembang & sebagai cabang ilmu yg sangat terbaru melalui inovasi-inovasi krusial berupa teleskop.

Pengertian Astronomi

Astronomi merupakan ilmu yg mengusut & mengamati konvoi benda langit & kenyataan alam yg terjadi pada luar atmosfer bumi. Benda-benda langit tadi diantaranya surya, planet, bulan, bintang, meteoroid, asteroid & lain-lain. Selain itu, astronomi pula membahas insiden masa kemudian yg berkaitan menggunakan berdari mula terbentuknya rapikan matahari atau alam semesta misalnya teori Big Bang, pembentukan galaksi, lubang hitam & lain-lain.

Mempelajari astronomi nir terlepas berdasarkan fisika, kimia & matematika. Ilmu yg mengusut astronomi dianggap astronomi. Dalam astronomi selalu menerapkan metode ilmiah yg ketat dari perhitungan yg valid, & memakai data dari teori.

Astronomi pula dikaitkan menggunakan astrofisika yg terbagi sebagai dua, yaitu astrofisika teoritis & astrofisika observasional. Keduanya saling terhubung secara kompetitif buat menciptakan analisis data mengenai pengamatan objek lain yg sangat jauh berdasarkan planet bumi, komet, supernova & sebagainya.

Jenis – Jenis Astronomi Yang Perlu Anda Ketahui

Astronomi Observasional

Seperti diketahui, astronomi membutuhkan berita mengenai benda-benda langit, & pula asal primer berdasarkan sebagian akbar berita sejauh ini merupakan radiasi elektromagnetik, atau pula lebih spesifik, cahaya tampak.

Pengamatan astronomi bisa dibagi berdasarkan daerah spektrum elektromagnetik yg diamati: bagian berdasarkan spektrum bisa diamati melalui bagian atas bumi, sedangkan bagian lain hanya bisa dicapai berdasarkan ketinggian tertentu, atau bahkan hanya berdasarkan luar angkasa. Informasi lebih jelasnya tentang divisi tadi bisa dicermati pada bawah ini:

Astronomi Inframerah

Astronomi inframerah jenis ini beserta menggunakan analisis melibatkan deteksi radiasi sebuah inframerah (radiasi pada mana panjang gelombang melebihi sebuah cahaya merah). Sebagian akbar jenis radiasi diserap sang atmosfer bumi, kecuali bahwa panjang gelombangnya nir tidak sama jauh menggunakan cahaya merah yg terlihat. Oleh karenanya radiasi infra merah yg akan diamati merupakan observatorium yg akan dibangun pada loka yg tinggi & pula nir lembab, atau bahkan pada luar angkasa sekalipun.

Astronomi Optik

eleskop Subaru & Observatorium Keck pada Mauna Kea, keduanya adalah model observatorium yg bisa mengamati baik yg tampak juga yg dekat-inframerah. Di sebelah kanan merupakan Fasilitas Teleskop Inframerah NASA, yg beroperasi hanya dalam panjang gelombang inframerah-dekat.

uga dikenal menjadi astronomi cahaya tampak, astronomi optik mengamati radiasi elektromagnetik yg terlihat sang mata telanjang insan. Oleh karenanya, cabang tertua, lantaran nir memerlukan alat-alat tadi. Mulai berdasarkan akhir abad ke-19 sampai kurang lebih satu abad kemudian, teknik fotografi memakai gambar optik astronomis, namun sebelumnya wajib digambar menggunakan tangan.

Astronomi Ultraviolet

Radiasi elektromagnetik merupakan ultraviolet menggunakan panjang gelombang kurang lebih 100 sampai 3.200 (10-320 nm). Panjangnya cahaya yg diserap sang atmosfer bumi, sebagai akibatnya buat mengamatinya wajib terbuat berdasarkan atmosfer bagian atas, atau atmosfer luar (angkasa).

Jenis Astronomi cocok buat mengusut radiasi termal & garis emisi spektral bintang biru buat suhu yg sangat tinggi (penjabaran OB), lantaran bintang menjadi radiasi ultraviolet sangat terang – studi ini acapkalikali dilakukan & meliputi bintang yg terletak pada galaksi lain.

Astronomi Sinar-X

Objek bisa memancarkan cahaya menggunakan panjang gelombang sinar-X melalui emisi sinkrotron (asal berdasarkan elektron yg berputar pada kurang lebih medan magnet) atau melalui emisi gas padat termal & gas encer pada 107 sinar X-K. pula diserap sang atmosfer, sebagai akibatnya pengamatan wajib dilakukan berdasarkan atas balon, roket, atau pula satelit sebuah penelitian. Sumber sinar-X mencakup sinar-X bintang biner (binary X-rays), pulsar, residu-residu supernova, galaksi elips, gugus galaksi, & inti galaksi aktif.

Astronomi Sinar Gamma

Astronomi sinar gamma mengusut objek astronomi dalam panjang gelombang terpendek (sinar gamma). Sinar gamma bisa diamati secara eksklusif sang satelit misalnya Compton Gamma-Ray Observatory (CGRO), atau menggunakan jenis teleskop spesifik yg dianggap teleskop Cherenkov (IACT). Teleskop jenis ini sebenarnya nir mendeteksi sinar gamma, namun bisa mendeteksi percikan cahaya tampak yg didapatkan berdasarkan penyerapan sinar gamma sang atmosfer.

Astronomi Teoretis

Ada poly jenis metode & indera yg tidak sama yg bisa dipakai sang para astronom teoretis, termasuk contoh analitik lainnya (misalnya, buat memprediksi konduite bintang politropik) & simulasi numerik komputasional; menggunakan kelebihannya masing-masing. Model analitis biasanya lebih baik bila peneliti ingin mengetahui kasus & mengamati apa yg terjadi dalam baris; Model numerik bisa menyampaikan adanya kenyataan & pengaruh yg nir gampang dicermati.

Manfaat Astronomi

Banyak sekali manfaat astronomi, berikut beberapa manfaat astronomi bagi kehidupan manusia, antara lain :

  • Mengetahui konvoi benda-benda angkasa, dan persebaran & karakteristik-karakteristik benda angkasa.
  • Tentukan waktu berdasarkan matahari atau bulan.
  • Sebagai pedoman gejala alam pada bumi.
  • Memprediksi cuaca.
  • Tentukan perkiraan.

Demikian ulasan mengenai, Kenali 8 Jenis Astronomi Yang Perlu Anda Ketahui.semoga bermanfaat.