Tag Archives: Astrologi

Mengenal Astronomi Lebih Jauh, Mulai Dari : Pengertian, Sejarah Awal, Cabang Ilmu, Manfaat Astronomi, dan Jurusan Kuliah

Kamu pasti pernah mendengar tentang ilmu astronomi, bukan? Ilmu ini memang cukup dikenal dan selalu dikaitkan dengan bintang. Nah ini dia beberapa pembahasan seputar ilmu astronomi yang bisa kamu jadikan sebagai referensi :

Pengertian Astronomi

Astronomi sendiri berasal dari Bahasa Yunani “ástron” yang berarti Bintang dan kata “nomos” yang bermakna Hukum. Dalam Bahasa Indonesia, kita dapat mengartikan astronomi sebagai Ilmu Bintang, Ilmu Falak, atau suatu jenis ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum bintang.

Ilmu alam ini akan mempelajari beberapa hal terkait dengan benda alam & fenomena alam yang ada di luar Bumi. Termasuk juga, fenomena di atas atmosfer bumi yang berasal dari luar angkasa (seperti aurora & meteor).

Ilmu astronomi juga akan mempelajari segala sisi dari suatu objek langit. Meliputi asal-usulnya, sifatnya, meteorologi, gerak, dan pengetahuan lainnya seputar objek tersebut. Ilmu ini juga merupakan salah satu ilmu tertua di dunia. Perkembangan astronomi semakin pesat setelah adanya penemuan Teleskop.

Sejarah Ilmu Astronomi

Sebagai salah satu ilmu tertua di dunia, astronomi tentunya memiliki sejarah panjang yang menarik untuk kita bahas. Lalu, bagaimana cara ilmuan-ilmuan atau para ahli mengetahui kalau astronomi ini sudah ada sejak lama?

Hal ini dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan artefak kuno yang berasal dari zaman prasejarah. Artefak tersebut membuktikan bahwa orang-orang di zaman pra-sejarah sudah mulai menemukan & mengembangkan ilmu perbintangan ini.

Peninggalan tersebut antara lain adalah monumen-monumen dari Bangsa Mesir dan Nubia. Ada juga Stonehenge dari Britania. Bahkan, orang-orang dalam peradaban awal seperti orang-orang Babilonia, Tiongkok, India, Suku Maya, dan Bangsa Yunani Kuno juga telah melakukan pengamatan metodologis atas langit malam ini.

Namun, pada saat itu ilmu astronomi belum semaju sekarang. Pengamatan atas gerak-gerik benda-benda langit dan juga prediksinya masih menggunakan cara manual, dengan mata telanjang. Pengamatan biasanya dilakukan dari bangunan atau daratan yang tinggi. Observatorium & juga artefak kuno yang ada di masa prasejarah selain digunakan sebagai sarana upacara seremonial. Ternyata juga kerap digunakan sebagai media untuk menentukan musim, cuaca, iklim, waktu bercocok tanam, ataupun panjang tahun.

Ilmu astronomi yang didasarkan atas perhitungan matematis & ilmiah ini awalnya juga dipelopori oleh orang-orang Babilonia. Mereka mulai menemukan siklus saros yang mengungkap bahwa gerhana bulan memiliki siklus teratur. Mengikuti jejak Babilonia, bangsa-bangsa lain seperti Yunani Kuno juga mulai menemukan berbagai kemajuan dalam bidang astronomi.

Pada abad ke-3 SM, Aristarkhus dari Samos mulai mengajukan Model Tata Surya Heliosentris pertama dalam sejarah. Pada abad ke-2 SM, Hipparchus juga menemukan gerak presesi dan astrolab yang merupakan alat penelitian astronomi paling awal.

Tahun 964, Al-Sufi astronom Persia menemukan Galaksi Andromeda. Hal tersebut dicatat dalam Book of Fixed Stars atau yang disebut juga sebagai Kitab Suwar al-Kawakib. Selain itu, ada banyak penemuan-penemuan lainnya dalam bidang astronomi.

Pada sekitar tahun 1550–1800 M, ilmu astronomi berkembang semakin pesat berkat penemuan-penemuan ahli astronomi sebelumnya. Selain itu, teleskop juga sudah mulai digunakan sehingga pengamatan atas benda-benda langit jadi lebih efisien dan akurat.

Di akhir abad ke-19 mulai berkembang konsep fisika modern. Nah, saat ini sendiri para astronom telah melakukan berbagai pengamatan di observatorium dengan memanfaatkan teleskop untuk mengamati berbagai objek langit.

Cabang Ilmu Astronomi

Secara umum, astronomi ini dapat dibagi kedalam 4 sub bidang beserta sejumlah cabang ilmu yang ada di dalamnya. Diantaranya adalah :

  • Astrofisika : Merupakan ilmu yang menerapkan hukum fisika di luar angkasa. Astrofisika ini hampir mirip dengan geofisika, bedanya Astrofisika berhubungan dengan objek luar angkasa seperti bintang, benda-benda langit, dan ruang sekitarnya.
  • Astrometri : Ilmu yang memetakan benda langit. Ilmu ini lebih fokus ke posisi tepat suatu benda langit. Dapat dijadikan sebagai kerangka acuan untuk memantau pergerakan bintang ataupun objek lainnya di ruang angkasa.
  • Astrologi : Ilmu yang berfokus ke dalam pemeriksaan bebatuan, material, dan medan di luar angkasa. Ilmu ini memiliki kaitan yang cukup erat dengan eksogeologi.
  • Astrobiologi: Suatu bidang yang fokus untuk mencari informasi seputar kehidupan di luar Bumi.

Kegunaan Ilmu Astronomi

Astronomi memiliki banyak sekali kagunaan bagi manusia, baik manusia di zaman dulu dan sekarang. Lalu, apa sebenarnya manfaat astronomi? Berikut ini diantaranya :

  • Untuk melakukan perhitungan tanggal

Manfaat pertama yang bisa kita dapatkan dari astronomi adalah perhitungan tanggal. Melalui ilmu astronomi ini, kita dapat memahami dan melakukan sistem perhitungan tanggal dengan baik dan benar.

Perhitungan tanggal yang dilakukan dengan memanfaatkan astronomi meliputi perhitungan tanggal masehi dan tanggal hijriah. Tahun Islam yang ditandai dengan tanggal 1 muharam sendiri juga ditentukan dengan mengamati pergerakan bulan sebagai patokan. Hal ini juga berlaku untuk mengamati hari awal mulai puasa. Dengan ilmu ini, seseorang bisa tahu apakah ini sudah waktu memasuki bulan Ramadhan dan syawal atau belum.

  • Digunakan untuk memprediksi dan mengetahui perubahan cuaca

Tahukah kamu kalau perubahan cuaca memiliki hubungan yang sangat erat dengan fenomena langit? Nah, karena itulah kita bisa memanfaatkan ilmu ini untuk memprediksi cuaca. Jika saat malam hari, bulan bersinar terang dan bintang berkelap-kelip indah. Maka, itu artinya cuacanya sedang bagus. Orang-orang bisa bepergian dengan aman. Para nelayan juga bisa pergi melaut dengan tenang.

Sebaliknya, jika bulan dan bintang di langit malam tak tampak. Maka, cuacanya sedang tidak bagus. Orang-orang harus lebih waspada ketika akan melakukan perjalanan. Terlebih, perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi laut atau udara.

  • Menentukan arah mata angin

Ada 4 arah mata angin utama yakni timur, selatan, barat, dan utara. Kamu bisa memanfaatkan ilmu astronomi sebagai petunjuk arah mata angin. Contoh, saat kamu tengah mendaki dan tidak membawa Kompas. Maka, kamu bisa memanfaatkan arah terbit dan terbenam matahari sebagai patokan untuk menentukan arah mata angin. Arah matahari terbit adalah sebelah timur, dan arah terbenamnya matahari adalah sisi kanan.

  • Untuk Ramalan

Ramalan-ramalan yang kita kenal seperti ramalan zodiak yang keluar tiap tahun atau per harinya juga memanfaatkan ilmu ini.

Selain 4 hal diatas, ilmu ini juga akan meningkatkan pemahaman kita seputar fenomena-fenomena alam yang terjadi di langit.

Cara Belajar Astronomi

Jika kamu tertarik dengan bidang astronomi ini, kamu bisa mengambil jurusan astronomi sewaktu kuliah ya. Setelah lulus dan kamu sudah ahli dalam bidang ini, kamu bisa berkarir sebagai seorang astronom. Kamu bahkan bisa jadi astronot, dosen/pengajar/peneliti astronomi, jurnalis sains, akademis dalam bidang astronomi, dan profesi terkait lainnya.