Tag Archives: Astrometri

5 Cabang Ilmu Astronomi yang Harus Kamu Ketahui

Astronomi memiliki ruang lingkup yang sangat luas, mencakup semua benda langit baik yang terbentuk alami ataupun benda langit ciptaan manusia seperti satelit luar angkasa. Nah, tahukah kamu kalau ternyata ilmu astronomi ini terbagi menjadi beberapa cabang. Cabang-cabang tersebut akan membahas ilmu astronomi tertentu dengan lebih spesifik.

Penasaran? Yuk, simak cabang ilmu astronomi berikut ini!

Kosmogoni

Cabang pertama yang akan kita bahas adalah kosmogoni. Kata “Kosmogoni” sendiri berasal dari Bahasa Yunani “κοσμογονια atau kosmogonia” kata tersebut terdiri atas 2 kata lainnya yakni “κοσμος atau kosmos” yang bermakna semesta dan “γονος atau gonos’ yang diartikan sebagai generasi.

Kosmogoni sendiri merupakan cabang astrofisika yang mempelajari asal mula serta struktur alam semesta secara luas. Intinya, dalam cabang ilmu Kosmogoni ini akan dipelajari tentang asal usul benda angkasa dan juga membahas bagaimana benda angkasa tersebut bisa terbentuk (contohnya, planet, matahari, dan bintang).

Salah satu model kosmologis secara umum dalam konsep pengembangan alam semesta adalah konsep “Ledakan Dahsyat” atau yang lebih populer dengan sebutan “Big Bang”. Dalam mitologi sendiri, mitos kosmogonik dijabarkan sebagai kisah yang menggambarkan asal-usul alam semesta (Kosmos).

Cabang ilmu astronomi ini juga merujuk pada teori kelahiran dan evolusi alam semesta atau serangkaian cerita mitos yang membentuk suatu legenda. Legenda tersebut akan membentuk layaknya suatu cerita dimana para dewa akan terlibat dalam suatu pertempuran yang pada akhirnya dapat menciptakan alam semesta. Narasi-narasi seperti ini biasanya berkembang dalam Mitologi Mesir dan Sumeria.

Kosmogoni sendiri memiliki beberapa jenis yang telah dikembangkan di sepanjang sejarah. Kosmogoni dalam budaya Bangsa Yunani terdiri atas sekelompok cerita atau mitologi yang melibatkan kepercayaan dan peradaban Hellenic mengenai asal-usul semesta dan manusia. Hal ini semakin berhasil mencapai puncak dengan adanya Hesiod’s Theogony yang menjadi inspirasi dalam Mitologi Hellenic, beserta dengan puisi-puisi Iliad dan Odyssey.

Kosmogoni dalam budaya Tiongkok sendiri diekspos dari Teori Kai t’ien. Teori ini sendiri tercatat dalam “Chou pei suan ching” yang merupakan perjanjian yang ditulis di abad ke-4 SM. Sementara itu, Kosmologi Mesoamerika sendiri menggunakan akun kosmogonik utama yang dikenal sebagai El Popol Vuh yang menjelaskan penciptaan langit dan bumi, dimana dunia dibagi menjadi 4 bagian yang sama.

Astrometri

Cabang Ilmu Astronomi selanjutnya adalah ilmu Astrometri. Astrometri sendiri merupakan cabang ilmu dari astronomi yang memusatkan fokusnya ke posisi benda-benda langit. Seperti posisi bintang dan berbagai benda langit lainnya dan memantau jarak serta pergerakan mereka.

Astrometri juga dapat diartikan sebagai ilmu astronomi yang membahas hubungan geometri berbagai benda langit. Contohnya adalah sistem rotasi dan revolusinya, ukuran, kedudukan, dan jarak antar benda langit satu dengan lainnya. Sebagian dari astrometri sendiri melibatkan pembuatan tangga jarak kosmik.

Jika ditelaah lebih lanjut, astrometri ini termasuk dalam sub-bidang yang berumur paling tua. Hal ini dapat diketahui dengan menilik ke belakang, di Zaman Hipparchus dimana katalog bintang pertama mulai disusun. Hipparchus sendiri juga menciptakan skala kecerahan (yang sampai sekarang masih digunakan). Astrometri modern sendiri mulai dikembangkan oleh Friedrich Bessel.

Selain memiliki fungsi pokok untuk menyediakan astronom dengan berbagai referensi untuk pengamatan mereka. Astrometri ini juga terbilang cukup penting bagi dinamika bintang, mekanika langit, dan astronomi galaksi. Cabang ilmu astronomi yang satu ini juga memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat dasar untuk menentukan waktu. UTC, pada dasarnya adalah waktu atomic yang kemudian disinkronkan dengan rotasi bumi.

Ada banyak sekali perkembangan dalam ilmu astrometri dari dulu hingga sekarang ini. Mulai dari Sundial yang efektif untuk mengukur waktu, astrolabe yang dibuat untuk mengukur sudut langit, memicu perkembangan ilmu geometri bola, pengukuran pergerakan planet secara teliti dapat digunakan untuk membuktikan Asas Copernicus bahwa Bumi berevolusi mengelilingi Matahari, hingga sextant yang secara dramatis mampu memperbaiki ukuran sudut-sudut di langit.

Astrofisika

Cabang ilmu astronomi ketiga yang akan kita bahas adalah Ilmu Astrofisika. Sederhananya, astrofisika merupakan bidang ilmu yang mempelajari sifat fisika atas fenomena yang terjadi dalam objek luar astronomi di jagat raya. Baik di luar angkasa dan juga di Bumi.

Contohnyanya adalah mengetahui temperatur dan radiasi, keadaan permukaan suatu benda, lapisan dan semua keadaan fisika yang menyangkut dengan sifat benda atau objek astronomi yang diamati. Metode studi dari cabang ilmu astronomi ini sendiri secara umum ada 2 yakni Astrofisika Teoretis dan Astrofisika Observasional.

Astrofisika teoretis sendiri mencakup model analitis dan simulasi numerik komputasi. Model analitis ini secara umum akan lebih baik untuk memberikan wawasan ini tentang objek yang diamati. Sementara, model numerik bisa digunakan untuk mengungkap fenomena dan efek tak terlihat lainnya.

Sementara itu, astrofisika observasional merupakan observasi atau pengamatan jarak jauh yang yang tidak dapat dilakukan dalam lingkungan terkendali.

Astronomi Praktis

Cabang ilmu astronomi keempat adalah Astronomi Praktis. Merupakan cabang ilmu astronomi yang membahas cara mengamati benda langit dengan alat dan metode astronomi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data atas pengamatan benda-benda langit.

Ilmu astronomi praktis atau yang disebut juga sebagai ilmu falak ini merupakan suatu disiplin ilmu pengetahuan paling tua, sejak manusia mulai membangun peradaban di bumi. Di kehidupan modern seperti saat ini pun, ilmu falak ini terus dikembangkan dengan memadukan berbagai teknologi yang lebih canggih.

Secara garis besar, ilmu falak ini dapar dibagi menjadi 2 macam yakni Ilmu Falak Ilmiy (Theoretical Astronomy) dan Ilmu Falak Amaliy (Practical Astronomy). Theoretical Astronomy sendiri membahas tentang konsep dan teori-teori benda langit. Sementara itu, Practical Astronomy lebih ke arah ilmu untuk melakukan perhitungan posisi dan kedudukan suatu benda langit. Ilmu ini sendiri juga sering disebut sebagai ilmu Hisab lantaran banyak memanfaatkan berbagai macam sistem perhitungan matematika.

Secara umum, ilmu falak atau astronomi praktis ini adalah cabang ilmu astronomi yang memiliki objek formal berupa benda-benda langit (utamanya matahari, bumi, dan bulan) dengan objek material berupa garis edar (orbit) masing-masing dan sasaran fungsionalnya mendukung syarat beribadah ke Sang Pencipta, Allah SWT.

Astronomi Deskriptif

Cabang ilmu astronomi selanjutnya adalah astronomi deskriptif. Secara umum dapat diartikan sebagai cabang ilmu astronomi yang membahas mengenai fakta-fakta atas gejala astronomi yang terjadi sekaligus mencari tahu dan menjelaskan proses beserta sebab akibat atas kejadian/fenomena tersebut.

Nah, itulah beberapa cabang ilmu astronomi. Astronomi sendiri adalah ilmu tertua yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Di zaman-zaman peradaban kuno, pengembangan ilmu ini serta pengamatan objek astronomi masih dilakukan secara manual. Namun, sekarang di era yang lebih modern ilmu astronomi semakin berkembang dengan adanya berbagai peralatan canggih yang menunjangnya.

Mengenal Astronomi Lebih Jauh, Mulai Dari : Pengertian, Sejarah Awal, Cabang Ilmu, Manfaat Astronomi, dan Jurusan Kuliah

Kamu pasti pernah mendengar tentang ilmu astronomi, bukan? Ilmu ini memang cukup dikenal dan selalu dikaitkan dengan bintang. Nah ini dia beberapa pembahasan seputar ilmu astronomi yang bisa kamu jadikan sebagai referensi :

Pengertian Astronomi

Astronomi sendiri berasal dari Bahasa Yunani “ástron” yang berarti Bintang dan kata “nomos” yang bermakna Hukum. Dalam Bahasa Indonesia, kita dapat mengartikan astronomi sebagai Ilmu Bintang, Ilmu Falak, atau suatu jenis ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum bintang.

Ilmu alam ini akan mempelajari beberapa hal terkait dengan benda alam & fenomena alam yang ada di luar Bumi. Termasuk juga, fenomena di atas atmosfer bumi yang berasal dari luar angkasa (seperti aurora & meteor).

Ilmu astronomi juga akan mempelajari segala sisi dari suatu objek langit. Meliputi asal-usulnya, sifatnya, meteorologi, gerak, dan pengetahuan lainnya seputar objek tersebut. Ilmu ini juga merupakan salah satu ilmu tertua di dunia. Perkembangan astronomi semakin pesat setelah adanya penemuan Teleskop.

Sejarah Ilmu Astronomi

Sebagai salah satu ilmu tertua di dunia, astronomi tentunya memiliki sejarah panjang yang menarik untuk kita bahas. Lalu, bagaimana cara ilmuan-ilmuan atau para ahli mengetahui kalau astronomi ini sudah ada sejak lama?

Hal ini dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan artefak kuno yang berasal dari zaman prasejarah. Artefak tersebut membuktikan bahwa orang-orang di zaman pra-sejarah sudah mulai menemukan & mengembangkan ilmu perbintangan ini.

Peninggalan tersebut antara lain adalah monumen-monumen dari Bangsa Mesir dan Nubia. Ada juga Stonehenge dari Britania. Bahkan, orang-orang dalam peradaban awal seperti orang-orang Babilonia, Tiongkok, India, Suku Maya, dan Bangsa Yunani Kuno juga telah melakukan pengamatan metodologis atas langit malam ini.

Namun, pada saat itu ilmu astronomi belum semaju sekarang. Pengamatan atas gerak-gerik benda-benda langit dan juga prediksinya masih menggunakan cara manual, dengan mata telanjang. Pengamatan biasanya dilakukan dari bangunan atau daratan yang tinggi. Observatorium & juga artefak kuno yang ada di masa prasejarah selain digunakan sebagai sarana upacara seremonial. Ternyata juga kerap digunakan sebagai media untuk menentukan musim, cuaca, iklim, waktu bercocok tanam, ataupun panjang tahun.

Ilmu astronomi yang didasarkan atas perhitungan matematis & ilmiah ini awalnya juga dipelopori oleh orang-orang Babilonia. Mereka mulai menemukan siklus saros yang mengungkap bahwa gerhana bulan memiliki siklus teratur. Mengikuti jejak Babilonia, bangsa-bangsa lain seperti Yunani Kuno juga mulai menemukan berbagai kemajuan dalam bidang astronomi.

Pada abad ke-3 SM, Aristarkhus dari Samos mulai mengajukan Model Tata Surya Heliosentris pertama dalam sejarah. Pada abad ke-2 SM, Hipparchus juga menemukan gerak presesi dan astrolab yang merupakan alat penelitian astronomi paling awal.

Tahun 964, Al-Sufi astronom Persia menemukan Galaksi Andromeda. Hal tersebut dicatat dalam Book of Fixed Stars atau yang disebut juga sebagai Kitab Suwar al-Kawakib. Selain itu, ada banyak penemuan-penemuan lainnya dalam bidang astronomi.

Pada sekitar tahun 1550–1800 M, ilmu astronomi berkembang semakin pesat berkat penemuan-penemuan ahli astronomi sebelumnya. Selain itu, teleskop juga sudah mulai digunakan sehingga pengamatan atas benda-benda langit jadi lebih efisien dan akurat.

Di akhir abad ke-19 mulai berkembang konsep fisika modern. Nah, saat ini sendiri para astronom telah melakukan berbagai pengamatan di observatorium dengan memanfaatkan teleskop untuk mengamati berbagai objek langit.

Cabang Ilmu Astronomi

Secara umum, astronomi ini dapat dibagi kedalam 4 sub bidang beserta sejumlah cabang ilmu yang ada di dalamnya. Diantaranya adalah :

  • Astrofisika : Merupakan ilmu yang menerapkan hukum fisika di luar angkasa. Astrofisika ini hampir mirip dengan geofisika, bedanya Astrofisika berhubungan dengan objek luar angkasa seperti bintang, benda-benda langit, dan ruang sekitarnya.
  • Astrometri : Ilmu yang memetakan benda langit. Ilmu ini lebih fokus ke posisi tepat suatu benda langit. Dapat dijadikan sebagai kerangka acuan untuk memantau pergerakan bintang ataupun objek lainnya di ruang angkasa.
  • Astrologi : Ilmu yang berfokus ke dalam pemeriksaan bebatuan, material, dan medan di luar angkasa. Ilmu ini memiliki kaitan yang cukup erat dengan eksogeologi.
  • Astrobiologi: Suatu bidang yang fokus untuk mencari informasi seputar kehidupan di luar Bumi.

Kegunaan Ilmu Astronomi

Astronomi memiliki banyak sekali kagunaan bagi manusia, baik manusia di zaman dulu dan sekarang. Lalu, apa sebenarnya manfaat astronomi? Berikut ini diantaranya :

  • Untuk melakukan perhitungan tanggal

Manfaat pertama yang bisa kita dapatkan dari astronomi adalah perhitungan tanggal. Melalui ilmu astronomi ini, kita dapat memahami dan melakukan sistem perhitungan tanggal dengan baik dan benar.

Perhitungan tanggal yang dilakukan dengan memanfaatkan astronomi meliputi perhitungan tanggal masehi dan tanggal hijriah. Tahun Islam yang ditandai dengan tanggal 1 muharam sendiri juga ditentukan dengan mengamati pergerakan bulan sebagai patokan. Hal ini juga berlaku untuk mengamati hari awal mulai puasa. Dengan ilmu ini, seseorang bisa tahu apakah ini sudah waktu memasuki bulan Ramadhan dan syawal atau belum.

  • Digunakan untuk memprediksi dan mengetahui perubahan cuaca

Tahukah kamu kalau perubahan cuaca memiliki hubungan yang sangat erat dengan fenomena langit? Nah, karena itulah kita bisa memanfaatkan ilmu ini untuk memprediksi cuaca. Jika saat malam hari, bulan bersinar terang dan bintang berkelap-kelip indah. Maka, itu artinya cuacanya sedang bagus. Orang-orang bisa bepergian dengan aman. Para nelayan juga bisa pergi melaut dengan tenang.

Sebaliknya, jika bulan dan bintang di langit malam tak tampak. Maka, cuacanya sedang tidak bagus. Orang-orang harus lebih waspada ketika akan melakukan perjalanan. Terlebih, perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi laut atau udara.

  • Menentukan arah mata angin

Ada 4 arah mata angin utama yakni timur, selatan, barat, dan utara. Kamu bisa memanfaatkan ilmu astronomi sebagai petunjuk arah mata angin. Contoh, saat kamu tengah mendaki dan tidak membawa Kompas. Maka, kamu bisa memanfaatkan arah terbit dan terbenam matahari sebagai patokan untuk menentukan arah mata angin. Arah matahari terbit adalah sebelah timur, dan arah terbenamnya matahari adalah sisi kanan.

  • Untuk Ramalan

Ramalan-ramalan yang kita kenal seperti ramalan zodiak yang keluar tiap tahun atau per harinya juga memanfaatkan ilmu ini.

Selain 4 hal diatas, ilmu ini juga akan meningkatkan pemahaman kita seputar fenomena-fenomena alam yang terjadi di langit.

Cara Belajar Astronomi

Jika kamu tertarik dengan bidang astronomi ini, kamu bisa mengambil jurusan astronomi sewaktu kuliah ya. Setelah lulus dan kamu sudah ahli dalam bidang ini, kamu bisa berkarir sebagai seorang astronom. Kamu bahkan bisa jadi astronot, dosen/pengajar/peneliti astronomi, jurnalis sains, akademis dalam bidang astronomi, dan profesi terkait lainnya.