Tag Archives: Penemu Teleskop

Penemu Teleskop dan Jenis Teleskop

Penemu Teleskop dan Jenis Teleskop – Untuk mengamati benda-benda yang ada di atas langit, kita tentunya akan membutuhkan alat bantu yang bernama Teleskop, bukan?

Dulu, jauh sebelum adanya penemuan teleskop. Para peneliti (astronom zaman dulu) akan melakukan pengamatan langit menggunakan mata telanjang. Karena itulah, ilmu astronomi belum berkembang pesat seperti sekarang ini.

Saat ini, tersedia berbagai jenis teleskop dengan spesifikasi uniknya tersendiri. Lalu, sebenarnya apa itu teleskop? Apa saja kegunaannya? Bagaimana sejarah awal penemuan teleskop? Hingga, apa saja jenis-jenis teleskop? Yuk, simak pembahasannya pada ulasan di bawah ini!

Pengertian Teleskop

Sederhananya, kita dapat mengartikan teleskop sebagai sebuah alat atau instrumen pengamatan yang berfungsi untuk mengumpulkan radiasi elektromagnetik sekaligus memperjelas citra dari suatu objek yang diamatinya. Biasanya, yang diamati menggunakan teleskop adalah objek yang memiliki jarak yang sangat jauh seperti benda-benda langit.

Dalam kegiatan pengamatan astronomi, teleskop ini memiliki peranan sangat penting. Tanpa teleskop, astronom tidak akan bisa mengamati benda-benda yang ada di luar angkasa dengan jelas. Dengan teleskop kita bisa memantau kondisi benda tersebut, mengamati pergerakan, hingga hal-hal lainnya seputar objek yang diamati.

Teleskop dapat kita gunakan sebagai alat bantu penglihatan untuk mengamati benda dari jauh karena ia memiliki kemampuan memperkuat cahaya dan memperbesar bayangan. Hal ini sendiri didapatkan berkat komponen-komponen yang ada dalam sebuah teleskop.

Penemu Teleskop

Kita mungkin sering bertanya-tanya, sebenarnya siapa sih penemu pertama dari teleskop ini? Meskipun banyak yang mengatakan bahwa Galileo merupakan penemu teleskop pertama. Namun, sebenarnya sudah ada penemu lain yang berhasil menciptakan teleskop lebih awal dibandingkan Galileo. Orang ini merupakan penemu pertama dari Teleskop. Namanya adalah Hans Lippershey. Hans Lippershey menemukan teleskop pada tahun 1608.

Pada saat itu teleskop temuan Hans Lippershey dinamakan sebagai “kijker” yang memiliki makna alat untuk melihat. Ia mengklaim bahwa alat teleskop temuannya ini dapat digunakan untuk melihat objek jarak jauh dengan pembesaran 3 kali lipat.

Teleskop pertama yang dibuatnya sendiri terdiri atas lensa cekung sebagai lensa okuler dan lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa objektif.

Hans Lippershey sebenarnya mengajukan hak paten atas teleskop yang ia temukan. Sayangnya, pengajuan hak patennya ini ditolak karena banyak yang mengatakan bahwa Hans mencuri ide teleskop ini dari pembuat lensa lainnya yang bernama Zacharias Janssen yang kebetulan tinggal di kota yang sama ( meskipun sebenarnya tidak ada bukti konkret yang dapat mendukung klaim bahwa Hans mencuri desain alat tersebut). Meskipun begitu, faktanya Hans Lippershey tetap dianggap sebagai penemu teleskop. Sementara, Zacharias Janssen dianggap sebagai penemu mikroskop.

1 tahun setelahnya yakni pada tahun 1609, Galileo mendengar adanya penemuan teleskop ini. Kemudian Galileo terinspirasi untuk membuat alat yang serupa, tanpa melihat desain dari teleskop versi Lippershey. Galileo sendiri lebih dikenal sebagai penemu teleskop dibandingkan Lippershey, karena teleskop versi Galileo ini memiliki kualitas yang jauh lebih baik.

Jika teleskop versi Lippershey ini dapat digunakan untuk melihat benda jarak jauh dengan pembesaran 3 kali lipat. Maka, teleskop ciptaan Galileo ini dapat melihat benda dengan pembesaran hingga 20 kali lipatnya! Hal lainnya yang membuat Galileo lebih dikenal sebagai penemu teleskop adalah karena ia merupakan orang pertama yang mengarahkan teleskopnya untuk mengamati benda-benda yang ada di langit.

Dari hasil penelitiannya inilah, Galileo akhirnya menemukan bahwa permukaan bulan memiliki kawah, Iya juga melihat cincin Saturnus, menemukan fakta bahwa planet Jupiter memiliki 4 bulan.

Kemudian, setelah adanya penemuan teleskop-teleskop tersebut. Para ilmuwan selanjutnya lalu mengembangkan penemuan itu menjadi sebuah teleskop yang lebih canggih yang kita kenal dan gunakan seperti sekarang ini.

Jenis-Jenis Teleskop Optik

Secara garis besarnya, teleskop optic ini dapat dibagi menjadi 3 jenis yakni teleskop refraktor (dioptrik telescope), teleskop reflektor (Catoptrics Teleskop), dan teleskop katadioptri (Catadioptric). Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya :

  • Teleskop Refraktor (Dioptrik Telescope)

Jenis teleksop optic yang pertama adalah Teleskop Refraktor. Dibandingkan 2 jenis teleskop lainnya. Teleskop Refraktor inilah yang lebih dulu ditemukan. Teleskop jenis ini menggunakan lensa sebagai media untuk mengumpulkan cahaya. Umumnya, ada 2 jenis lensa utama yang digunakan dalam teleskop ini. Yakni, lensa objektif yang ada di bagian depan tabung. Serta lensa okuler yang berada di bagian bawah tabung teleskop.

Salah satu keunggulan teleskop jenis ini adalah karena ia mampu memisahkan 2 objek yang berada di kejauhan. Contoh, ketika sedang digunakan untuk melakukan pengamatan Bintang Ganda Alpha Centauri.

Jenis teleskop yang satu ini juga sangat cocok digunakan untuk mengamati objek planetary atau objek yang memiliki cahaya terang seperti bintang dan bulan. Sayangnya, teleskop ini juga memiliki kelemahannya sendiri yakni munculnya aberasi sferis dan aberasi kromatik yang disebabkan oleh cacat lensa.

Untungnya, seiring dengan perkembangan zaman hal ini dapat diatasi dengan meletakkan lensa korektor tepat di belakang lensa objektifnya.

  • Teleskop Reflektor (Catoptrics Telescope)

Setelah teleskop refraktor dibuat, teleskop reflektor ini pun mulai dikembangkan. Teleskop jenis ini dikembangkan oleh Sir Isaac Newton dengan tujuan untuk menghilangkan kelemahan yang terdapat dalam teleskop Refraktor.

Teleskop Reflektor ini menggunakan cermin parabolik sebagai media pengumpul cahaya, yang diletakkan di bagian belakang tabung teleskop. Di bagian depan tabung teleskop sendiri, umumnya akan diletakkan cermin sekunder/cermin tambahan yang berfungsi untuk membelokkan berkas cahaya ke samping atau ke arah pengguna/pengamat.

Kelebihan teleskop jenis ini adalah di kemampuannya untuk mengumpulkan cahaya lebih banyak. Karena itulah, Teleskop reflektor ini sangat cocok digunakan untuk mengamati benda-benda langit yang redup.

Sayangnya, jenis teleskop ini juga masih memiliki beberapa kekurangan yakni adanya aberasi sferis, koma, hingga astigmatisme.

  • Teleskop Katadioptri (Catadioptric)

Terakhir, ada Teleskop Katadioptri. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, masing-masing teleskop diatas (Refraktor dan Reflektor) memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Terinspirasi dari hal tersebut, kemudian dikembangkanlah Teleskop Katadioptri yang menggabungkan kedua teleskop sebelumnya.

Alhasil, diperolehlah sebuah teleskop baru yang mampu mengatasi kelemahan teleskop refraktor dan reflektor sekaligus memiliki kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh kedua jenis teleskop tersebut.

Teleskop Katadioptri ini menggunakan cermin sebagai media pempul cahaya dan lensa yang berfungsi sebagai korektor. Karena kombinasi 2 komponen inilah, Teleskop Katadioptri mampu mengoreksi berbagai jenis cacat optic seperti aberasi kromatik, aberasi sferis, dan lain sebagainya.

Salah satu contoh teleskop yang menggunakan desain Teleskop Katadioptri ini adalah Teleskop Schmidt Cassegrain.

Nah, itulah beberapa pembahasan seputar teleskop dan 3 jenis umum dari teleskop optik. Para astronom modern sendiri menggunakan berbagai jenis teleskop modern yang canggih untuk melakukan pengamatan astronomi. Dengan adanya dukungan alat yang memadai, maka hal tersebut akan semakin menunjang kegiatan pengamatan sekaligus untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.