Tag Archives: Supermoon

Fenomena Astronomi Unik yang Pernah Menghebohkan

Beberapa fenomena astronomi memang terkadang mampu menarik perhatian banyak orang. Fenomena tersebut bahkan mampu menghebohkan dunia. Fenomena astronomi unik ini memang terbilang tidak biasa dan terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama. Bisa tahunan atau bahkan puluhan hingga ratusan tahun sekali.

Lalu, apa saja fenomena astronomi unik yang pernah terjadi? Nah, berikut ini kami rangkumkan beberapa diantaranya untukmu!

Fenomena Astronomi Unik

Supermoon

Fenomena unik pertama adalah terjadinya Supermoon. Istilah ini pertama kali muncul tahun 1979 dan dikemukakan oleh Richard Nolle yang merupakan seorang astrolog. Istilah “Supermoon” ini kerap digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan dimana bulan berada di posisi terdekatnya dengan bumi (apsis atau perigee). Hal inilah yang membuat bulan terlihat lebih penuh dan terlihat juga jauh lebih besar dari biasanya.

Banyak masyarakat yang tertarik dengan fenomena ini. Fenomena supermoon ini juga banyak diabadikan dan dibagikan di media sosial dan kerap menjadi headline banyak berita. Fenomena supermoon ini terjadi di tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005, dan 2011. Tahun 2011 adalah tahun dimana bulan berada dalam jarak terdekat dengan matahari selama 18 tahun terakhir. Diperkirakan, pada saat itu jaraknya hanya sekitar 356.577 kilometer.

Fenomena astronomi unik Supermoon ini juga kerap dikaitkan dengan berbagai bencana alam yang terjadi setelahnya. Supermoon juga menyebabkan naiknya permukaan laut sekitar berapa Inchi di beberapa daerah tertentu.

Gerhana Bulan Total (GBT)

Fenomena astronomi lainnya yang cukup unik adalah gerhana bulan total. GBT tahun 2011 tepatnya di bulan Juni adalah gerhana bulan yang tergelap dan terlama di sepanjang sejarah. Durasinya sekitar 100 menit dan bisa disaksikan dengan mata telanjang.

BMKG menyatakan bahwa GMT ini dapat mempengaruhi beberapa kondisi di bumi, terutama bagi permukaan laut (pasang-surut).

Gerhana Matahari

Gerhana matahari adalah kondisi dimana posisi matahari, bulan, dan bumi berada dalam 1 garis lurus. Hal ini mengakibatkan cahaya matahari terhalang oleh cahaya bulan dan akhirnya tak sampai ke bumi. Akibatnya, akan terjadi gerhana matahari di sebagian wilayah di bumi.

Gerhana matahari sendiri terbagi menjadi beberapa jenis seperti :

  • Gerhana matahari total : Fenomena dimana bulan menutupi seluruh cahaya matahari hingga korona matahari terlihat. Peristiwa ini pernah terjadi pada 21 Agustus 2017 di Amerika Serikat, utamanya di daerah Oregon ke South Carolina.
  • Gerhana matahari cincin : Fenomena di mana posisi bulan tepat berada diantara matahari dan bumi. Namun, ukurannya (bulan) yang lebih kecil dibandingkan ukuran tampak matahari akan membuat pinggiran matahari terlihat layaknya cincin terang yang mengitari bulan (yang tampak sebagai bundaran gelap).
  • Gerhana matahari campuran : Fenomena astronomi unik yang cukup langka. Di sebagian daera,h gerhana ini akan jadi gerhana total. Sementara di daerah lain, gerhana ini hanya akan terlihat sebagai gerhana matahari cincin.
  • Gerhana matahari sebagian : Fenomena dimana posisi bulan tidak berada di tengah-tengah matahari, sehingga hanya menutupi sebagian posisi matahari.

Hujan Meteor

Fenomena astronomi unik lainnya yang kerap terjadi adalah hujan meteor. Dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, hujan meteor sendiri merupakan fenomena dimana sejumlah meteor terlihat bersinar di langit malam.

Hal ini bisa terjadi karena ada meteorid yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Ukurannya pun sangat kecil, karena itulah serpihan benda luar angkasa tersebut akan terkikis habis ketika melewati atmosfer bumi. Nah, jika serpihan tersebut berhasil mencapai bumi. Maka, akan dinamakan sebagai meteorit.

Beberapa fenomena hujan meteor terkenal adalah Hujan Meteor Lyrid, Hujan Meteor Eta Aquarid, dan  Hujan Meteor Draconid.

Aurora

Fenomena ini terjadi karena adanya ionisasi gas yang ada pada lapisan atmosfer bumi sehingga menimbulkan fenomena astronomi unik nan indah yang bernama Aurora. Fenomena ini terjadi pada lapisan ionosfer di kedua kutub bumi.

Ada 2 aurora yang terkenal yakni Aurora Borealis yang ada di Kutub Utara dan Aurora Australis di kutub selatan. Aurora Borealis sendiri berwarna kemerah-merahan. Terjadi di bulan Maret dan April serta September dan Oktober. Sering terlihat di Alaska, Islandia, Skandinavia Utara, Fairbanks, dan beberapa lokasi di Kanada Timur.

Aurora Australis yang berada di Kutub Selatan dapat terlihat dengan jelas di wilayah Launceston, Ross di sebelah Timur dan Queenstown di bagian Barat, Blackman’s Bay dan Clifton Beach di dekat kota Hobart, di Launceston dan Devonport di bagian utara pulau Tasmania.

Fenomena aurora unik yang berwarna-warni ini akan sangat menarik minat dan perhatian. Dan kerap kali diabadikan. Bagaimana? Apakah kamu tertarik melihat fenomena ini secara langsung? Kalau iya, kamu mungkin harus mendatangi wilayah di kutub utara atau kutub selatan untuk melihatnya.

Fenomena Matahari Kembar atau Sun Dog

Sesuai dengan namanya, dalam fenomena ini di langit akan terlihat seolah-olah ada 2 atau lebih matahari. Tapi, jangan panik atau takut? Ini merupakan salah satu fenomena yang menakjubkan dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Fenomena ini juga kerap terjadi di wilayah yang memiliki banyak kristal es. Fenomena astronomi unik yang satu ini juga kerap disebut sebagai parhelion atau sun dog. Matahari yang seolah-olah terlihat lebih dari 1 ini sebenarnya merupakan kumpulan cahaya yang membentuk bola dan berada di sebelah matahari sehingga terlihat seolah-olah sebagai “matahari tambahan”.

Fenomena ini dapat terjadi karena beberapa hal. Utamanya karena proses atmosferik yang jarang terjadi. Proses atmosferik sendiri merupakan proses pembiasan matahari (min 22 derajat) ketika cahaya matahari menembus kumpulan lempeng kristal es yang heksagonal.

Lempeng ini sendiri berfungsi layaknya prisma yang tersusun secara heksagonal yang akhirnya membentuk awan sirus (awan tinggi yang bersuhu sangat dingin). Pembiasan cahaya ini kemudian akan menghasilkan sebuah bola cahaya yang berada tepat di samping matahari.

Jika fenomena parhelion ini sendiri terjadi ketika sunrise, maka seiring bertambahnya ketinggian matahari maka sudut pembiasannya akan semakin besar. Sehingga matahari tambahan ini lama kelamaan juga akan menghilang.

Fenomena ini juga pernah terjadi beberapa kali lho di dunia. Seperti akhir tahun 2015 di Tarakan, Kalimantan Utara, Oktober 2015 di Kanada, Agustus 2016 di Cilacap, dan pada Oktober 2018 di Kepulauan Riau.

Kesimpulan

Itulah beberapa fenomena astronomi unik yang pernah terjadi. Selain fenomena diatas, masih ada banyak sekali fenomena astronomi lainnya yang cukup menakjubkan dan menghebohkan lho. Diantaranya adalah fenomena astronomi Pelangi Api, Konjungsi Venus dan Jupiter, Minimoon, Istiwa’ A’dhom, Oposisi Saturnus, Komet Honda, Bulan Bertemu Jupiter, Tertutupnya Venus oleh Bulan, Halo Matahari, Awan Warna Warni, dan lain sebagainya.

Semua fenomena tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah oleh para ilmuwan. Nah, bagaimana? Fenomena astronomi manakah yang paling menarik perhatianmu?