Tag Archives: Tata surya

Pusat Tata Surya Kita Adalah Matahari

Tahukah kamu kalau alam semesta ini terdiri dari ribuan galaksi. Ruang angkasa ini memiliki ukuran yang sangat-sangat besar, bahkan para ilmuwan pun hanya bisa mengira-ira ukurannya saja. Diantara luasnya alam semesta, kita (manusia) menempati salah satu galaksi. Galaksi tersebut adalah Galaksi Bima Sakti yang juga merupakan salah satu galaksi terbesar di alam semesta.

Galaksi yang kita tempati juga bukanlah galaksi satu-satunya. Ada ribuan, jutaan, atau banyak sekali galaksi lainnya yang jumlahnya tidak terhingga. Contoh beberapa galaksi yang terkenal adalah Galaksi Andromeda, Galaksi Magellan, dan lain-lainnya.

Tata surya kita berada di dalam Galaksi Bima Sakti bersama dengan sekumpulan bintang, debu, gas dan bahkan sistem tata surya yang lainnya. Sistem tata surya dengan matahari sebagai pusat tata surya yang kita tempati berada di Jalur Orion di tepi Galaksi Bima Sakti.

Pusat tata surya sendiri adalah sebuah bintang yang menerangi planet-planet lainnya dan memungkinkan adanya kehidupan. Di sistem tata surya kita, yang berperan sebagai bintang atau pusatnya adalah Matahari.

Apa Itu Matahari?

Matahari adalah bintang mesin slot yang jaraknya paling dekat dengan bumi. Sama seperti bintang lain, Matahari juga merupakan objek luar angkasa panas yang tersusun dari berbagai zat bertekanan tinggi. Bentuk matahari sendiri nyaris bulat. Ia terdiri atas plasma panas yang bercampur medan magnet.

Keterangan lebih lanjut seputar Matahari :

  • Diameter : +- 1.392.684 km (sekitar 109 kali diameter bumi).
  • Massa Matahari : sekitar 2×1030 kilogram, atau sekitar 330.000 kali massa Bumi. Massa matahari ini setidaknya mewakili 99,86% massa total dari tata surya kita. Matahari juga merupakan benda langit terbesar yang berada di Galaksi Bima Sakti, setelah planet Jupiter. Kira-kira jika dibandingkan dengan Jupiter, matahari berukuran 10 kali lipatnya.
  • Jarak rata-rata dari bumi : berdasarkan hasil pengamatan para ilmuwan, jarak rata-rata matahari ke bumi adalah 1 AU ≈ 1,496×108 km atau 8 min 19 s (laju cahaya).
  • Kecerahan visual : −26,74
  • Magnitudo mutlak matahari : 4,83
  • Klasifikasi spektrum Matahari : G2V
  • Diameter sudut Matahari : 31,6–32,7 menit busur (archmin)
  • Jari-Jari Matahari/Katulistiwa : 695.700 km/696.342 km. Jari-jari khatulistiwa Matahari sendiri sekitar 109 kali Bumi.
  • Keliling Khatulistiwa Matahari : sekitar 4,379×106 km atau 109 kali Bumi.
  • Luas permukaan Matahari : 6,09×1012 km2 atau sekitar 12.000 kali Bumi.
  • Volume matahari : 1,41×1018 km3 atau sekitar 1.300.000 x Bumi
  • Tingkat gravitasi permukaan khatulistiwa Matahari : 274 meter per second (m/s2) atau 28 kali lipat Bumi.
  • Kecepatan rotasi Matahari terhadap Katulistiwa : 7,189×103 km/h

Secara kimiawi, ¾ massa Matahari sendiri terdiri atas Hidrogen. Sisanya, didominasi oleh helium. Sisanya lagi, sekitar 1,69% atau setara 5.629 x massa bumi terdiri atas massa-massa berat seperti neon, besi, oksigen, dan karbon.

Kapan matahari terbentuk?

Matahari diyakini terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Diyakini terbentuk akibat terjadinya peluruhan gravitasi dalam suatu wilayah di sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi akan berkumpul di tengah. Kemudian sisa-sisa dari materi tersebut akan memipih dan membentuk cakram edar yang kelak menjadi tata surya. 

Massa yang berada di titik pusatnya akan semakin panas dan kemudian akan semakin memadat. Pada akhirnya masa tersebut akan memulai fusi termonuklir di intinya. Kemudian terbentuklah matahari atau bintang. Para ilmuwan juga menduga bahwa bintang-bintang lainnya terbentuk dengan cara yang serupa.

Berdasarkan pada kelas spektrumnya, matahari sendiri termasuk dalam bintang deret utama G atau G2V. Sering juga digolongkan sebagai katai kuning lantaran radiasi tampak matahari lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah. Meski sebenarnya berwarna putih, namun dari permukaan bumi, matahari ini akan terlihat kuning. 

Hal ini dapat terjadi karena adanya pembiasan cahaya biru di atmosfer bumi. Para ilmuwan memperkirakan kandungan nitrogen yang berada dalam matahari akan habis dalam waktu sekitar 4,5 miliar tahun kedepan. Ketika kandungan hidrogennya habis, matahari akan mati dan menjadi katai putih.

Suhu permukaan matahari sendiri diperkirakan mencapai 6000 derajat Celcius. Panas inilah yang kemudian dipancarkan keluar angkasa dan sampai ke bumi kita. Bisa dibilang panas matahari memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita juga banyak memanfaatkan matahari, contoh sederhananya adalah untuk mengeringkan pakaian.

Untuk suhu intinya matahari diperkirakan memiliki suhu sekitar 15 hingga 20 juta derajat Celcius. Matahari sendiri juga diketahui mampu memancarkan energi yang sangat besar dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Lapisan-Lapisan yang ada dalam Pusat Tata Surya Kita (Matahari)

Inti matahari : merupakan bagian terdalam pada lapisan Matahari. Pada bagian ini ini ada reaksi fusi yang kemudian menjadi energi matahari. Energi yang dihasilkan dari proses fusi ini akan merambat sampai lapisan terluar matahari dan terpancar ke ruang angkasa di sekitarnya.

  • Fotosfer :  merupakan bagian permukaan matahari. Ketebalannya sendiri mencapai  500 km. Suhu pada lapisan ini sekitar 16000 derajat Celcius. Lapisan inilah yang memancarkan cahaya sehingga dapat kita digunakan untuk kebutuhan penerangan sehari-hari.
  • Kromosfer : Lapisan ini berada di atas lapisan fotosfer. Ia juga bertindak sebagai atmosfer matahari. Ketebalannya sekitar 16000 km. Suhunya kurang lebih 9800 Celcius.
  • Korona : lapisan luar pada atmosfer matahari. Sendiri diperkirakan mencapai 1.000.000 derajat Celcius. Korona ini dapat terlihat oleh manusia yang ada di bumi ketika terjadi gerhana matahari lantaran total ketika hal itu terjadi, hampir seluruh cahaya matahari tertutup oleh bulan dan korona akan terlihat seperti cincin yang mengelilinginya.

Fenomena atau Gangguan-Gangguan yang Terjadi pada Matahari

Kita terkadang akan melihat ada berbagai fenomena astronomi unik yang terjadi di pusat tata surya kita, yakni matahari. Berikut ini beberapa fenomena yang menimpa matahari :

  • Granulasi atau gumpalan-gumpalan yang ada pada fotosfer. Granulasi ini dapat terjadi karena adanya rambatan gas panas matahari dari intinya ke permukaan. Karena permukaan matahari sendiri tidak rata, maka akan timbul gumpalan-gumpalan di sekitarnya.
  • Sunspot atau bintik matahari : sunspot sendiri merupakan area di mana munculnya medan magnet yang sangat kuat. Bentuknya sendiri seperti  lubang-lubang di permukaan matahari gimana gas panas akan menyembur dari inti matahari. Hal ini mampu mengganggu gelombang radio telekomunikasi di permukaan bumi.
  • Lidah api matahari : semburan gas dari tepi lapisan kromosfer matahari. Ketinggian dari lidah api ini bahkan bisa mencapai 10.000 KM lho.
  • Letupan/Flare : merupakan letupan gas  yang terjadi di atas permukaan matahari. Hal ini sendiri dapat mengganggu sistem komunikasi radio karena letupan ini sendiri diyakini memiliki partikel partikel gas yang bermuatan listrik.

Sekian pembahasan seputar benda langit yang menjadi pusat tata surya kita, Matahari. Semoga bermanfaat.