Tag Archives: komet

Fenomena Astronomi Unik : Bintang Jatuh dan Pengabul Permintaan

Pernahkah kamu melihat bintang-bintang yang berkelip indah di langit malam yang tampak seperti sebuah kanvas hitam? Lalu, tiba-tiba ada cahaya berpendar yang melesat cepat di langit? Ya, fenomena tersebut sering disebut sebagai “Bintang Jatuh”. Ketika melihat fenomena astronomi unik satu ini, beberapa orang mungkin secara spontan mengucapkan permohonan. Bahkan, di film-film sekalipun adegan tersebut kerap kita saksikan.

Lalu, sebenarnya apa itu fenomena Bintang Jatuh? Bagaimana asal-usul kepercayaan membuat permintaan ketika menyaksikan fenomena ini secara langsung? Yuk, simak penjelasannya dibawah ini!

Apa Itu “Bintang Jatuh” dalam Teori Astronomi

Tahukah kamu? Bahwa sebenarnya bintang jatuh tidak benar-benar dapat disebut sebagai “bintang” lantaran ia tidak memiliki hubungan sama sekali dengan bintang. Seperti yang kita semua ketahui, bintang sendiri merupakan benda luar angkasa berukuran raksasa yang memiliki cahayanya sendiri.

Ukuran Bintang terbesar di alam semesta bisa mencapai ribuan kali ukuran Bumi. Matahari, bintang yang ada dalam tata surya kita sendiri besarnya mencapai 109 x ukuran Bumi. Jadi, mungkinkah benda langit sebesar bintang akan jatuh dari tempatnya? Tentu saja, tidak bukan?

Dalam ilmu astronomi, fenomena Bintang Jatuh sendiri lebih dikenal sebagai meteor. Meteor sendiri dapat diartikan sebagai penampakan di mana benda-benda langit (seperti meteoroid, asteroid, atau komet) memasuki atmosfer bumi dan terbakar.

Gesekan antara benda langit tersebut dengan permukaan atmosfer akan menimbulkan panas yang pada akhirnya akan menimbulkan percikan cahaya.

Apabila ada bagian dari meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi. Dan pecahan meteor tersebut mencapai permukaan bumi, maka benda tersebut akan disebut sebagai meteorit. Jika ukurannya besar, asteroid ini akan mengancam kehidupan di sekitar area jatuhnya karena hal ini akan menyebabkan bencana (seperti pada zaman dinosaurus). Untungnya, meteoroid yang berhasil sampai ke bumi memiliki ukuran yang cukup kecil. Selain itu, dengan berbagai teknologi canggih di zaman modern ini. Para ilmuwan dan NASA bisa memprediksi fenomena meteor, dan meminimalisir dampak kerugian yang timbul. Contoh, dengan menghancurkan meteor yang dinilai cukup berbahaya agar tidak sampai jatuh ke permukaan di bumi.

Nah, dari penjelasan diatas. Dapat kita simpulkan bahwa Bintang Jatuh ini adalah fenomena dimana benda langit tertentu melaju mendekati bumi, tertarik gaya gravitasi bumi, dan terbakar di atmosfer bumi. Penggunaan istilah ini sendiri istilah atau kiasan saja, lantaran apabila dilihat dari langit bumi penampakan meteor ini seperti bintang yang bergerak cepat, seolah jatuh ke bumi.

Terjadinya Bintang Jatuh

Meteor sendiri terjadi karena beberapa hal (seperti yang telah kita bahas diatas). Nah, berikut ini ada beberapa tahapan terjadinya meteor :

  • Bumi yang kita tempati, akan berotasi melalui beberapa kumpulan partikel luar angkasa yang memiliki orbit sama.

  • Partikel partikel luar angkasa yang posisinya berdekatan dengan bumi, secara tak langsung akan tertarik menuju bumi oleh gaya gravitasi bumi.

  • Benda-benda langit ini kemudian secara perlahan menuju ke permukaan atmosfer bumi.

  • Ketika benda langit tersebut sudah memasuki atmosfer bumi maka akan terjadi gesekan makan panas dan percikan cahaya. Karena adanya pengaruh tekanan yang kuat dari gravitasi bumi beberapa benda langit yang masuk akan terbakar habis. Proses inilah yang kemudian kita sebut sebagai atau bintang jatuh.

  • Namun, benda langit yang berukuran besar kadang masih tersisa sedikit kemudian jatuh ke permukaan bumi. Inilah yang disebut sebagai meteorit.

Bintang Jatuh, si Pengabul Permintaan

Lalu, bagaimana asal mula legenda bintang jatuh pengabul permintaan ini? Dilansir dari Library of Congress, para sejarawan meyakini bahwa legenda populer bintang jatuh pengabul permintaan ini berasal dari Zaman Yunani Kuno. Lebih tepatnya pada abad kedua, dimana seorang astronom yang bernama Ptolemy menuliskan hal tersebut. Dalam tulisannya, Ptolemy menjelaskan kalau para dewa yang tengah memandang rendah ke arah bumi sedang membuka semacam portal khusus yang berada di antara langit dan bumi. Ketika portal tersebut terbuka, bintang-bintang yang berada di langit pun bisa menyelinap dan pada akhirnya akan terlihat oleh manusia yang ada di Bumi.

Meskipun begitu, banyak orang yang menentang pendapat yang diungkapkan oleh Ptolemy ini. Bahkan, hingga saat ini pun ilmu pengetahuan modern tidak dapat sepenuhnya membuktikan kebenaran/kekeliruan anggapan bahwa bintang jatuh dapat mengabulkan permintaan seseorang.

Kepercayaan ini sendiri sangat dipengaruhi oleh keyakinan masing-masing dan budaya di daerah setempat. Sebagian orang di dunia ini percaya dengan legenda ini, namun sebagian lainnya hanya menganggapnya sebagai mitos atau tahayul belaka.

Saking populernya legenda ini, bahkan hal ini kerap diangkat pada adegan sebuah film. Terkadang, secar spontan kita juga akan membuat sebuah permintaan ketika ada meteor jatuh. Waktu meteor jatuh melintasi langit bumi ini kerap menjadi waktu yang mustajab untuk mengutarakan keinginan kita pada Yang Maha Kuasa.

Jadi, alih-alih berpangku tangan saja sambil mencari fenomena meteor ini. Akan lebih baik kalau kamu tetap berusaha mewujudkan keinginanmu dan berikhtiar ya. Kalau kebetulan, fenomena ini terjadi. Kamu juga bisa memanjatkan doa di momen ini, dan doa tersebut harus tetap kamu tujukan pada tuhanmu bukan semata-mata pada bintang tersebut. Siapa tahu nih, sugesti yang muncul karena fenomena ini akan membawa keajaiban dan membuat apa yang kamu inginkan lebih mudah dicapai.

Mitos Meteor di Berbagai Negara

Meskipun dalam ilmu astronomi modern telah dijelaskan bahwa meteor ini adalah fenomena alam yang terjadi ketika ada benda langit yang bergesekan dengan atmosfer bumi. Namun, masyarakat dari berbagai negara memiliki kepercayaannya masing-masing. Seperti :

  • Kepala Medusa yang Terpenggal

Perseids (nama meteor yang jatuh setiap tahun di antara tanggal 17 Juli – 24 Agustus) berdasarkan Mitologi Yunani berasal dari nama Perseus (pahlawan Yunani) yang berhasil membunuh Medusa dengan cara memenggal kepalanya. Saat memenggal Kepala Medusa, kepala tersebut terbang ke langit. Orang-orang di zaman Yunani kuno percaya bahwa meteor merupakan kepala Medusa yang kembali ke bumi untuk membalaskan dendamnya.

  • Orang Suci yang Dipanggang Hidup-Hidup

Umat katolik percaya bahwa Perseids merupakan representasi air mata Santo Lawrence yang merupakan seorang martir Kristen yang dipanggang hidup-hidup karena membantu orang miskin. Meteor yang jatuh ke bumi merupakan peringatan dari tuhan karena telah manusia di bumi telah menyakiti orang yang baik.

  • Perahu Mistis

Menurut kepercayaan Suku Aborigin Yolngu (penduduk asli Australia) ketika ada orang yang mati. Orang tersebut akan dijemput menggunakan perahu mistis. Ketika ia telah sampai dengan selamat, maka perahu tersebut akan kembali ke bumi sebagai bintang jatuh agar dapat dilihat oleh orang-orang yang ditinggalkan.

  • Pertanda Khusus

Menurut kepercayaan masyarakat Swabia di Jerman, keberadaan meteor ini merupakan tanda tahun keberuntungan. Namun, sebagian orang percaya bahwa meteor tersebut adalah pertanda bahwa dewa & dewi sedang marah. Ada juga yang mempercayai bahwa meteor yang melewati suatu daerah menjadi pertanda bahwa akan ada bencana (kematian/penyakit) di daerah tersebut.

Ruang Lingkup dalam Ilmu Astronomi

Ketika berbicara mengenai astronomi, hal tersebut tentunya memiliki kaitan yang erat dengan ilmu perbintangan dan juga benda-benda langit. Ruang lingkup astronomi pun begitu luas, mencakup benda langit yang tercipta secara alami seperti bumi, bintang, angkasa, dan asteroid serta benda-benda langit buatan manusia seperti satelit. Nah, ini dia pembahasan seputar ruang lingkup astronomi!

Ruang Lingkup Astronomi

Astronomi adalah ilmu perbintangan. Ilmu ini memanfaatkan benda-benda langit untuk memprediksi sesuatu, seperti tanggal dan cuaca. Berikut ini benda-benda langit yang termasuk dalam lingkup ilmu astronomi :

Planet

Benda langit yang pertama adalah planet. Definisi planet adalah benda langit yang memiliki massa besar dengan kekuatan gravitasinya sendiri dan bergerak mengelilingi suatu bintang. Dalam sistem tata surya kita, ada 8 planet yang mengitari Matahari. Planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Diantara ke-8 planet tersebut, satu-satunya planet yang berpenghuni hanyalah Bumi. Planet atau Bintang Siarah ini dalam Bahasa Yunani kuno disebut sebagai “astēr planētēs” atau yang bermakna “Bintang Pengelana”.

Orbit planet sendiri tidak berbentuk lingkaran, melainkan elips. Hal ini ditemukan oleh Johannes Kepler. Beberapa pengamatan dan penelitian seputar planet lainnya juga sering dilakukan oleh para ahli dan hasilnya ada banyak sekali penemuan serta fakta-fakta menarik tentang planet ini.

Nah, secara umum kita dapat membagi 8 planet dalam tata surya kita ke dalam 2 jenis utama yakni planet gas besar berkepadatan rendah dan planet raksasa darat kecil berbatu. Planet darat kecil atau planet kebumian sendiri meliputi Planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sementara itu, planet gas adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Belum diketahui secara pasti bagaimana planet ini terbentuk. Namun, teori paling populer menyatakan bahwa planet terbentuk dari nebula yang berubah menjadi cakram gas dan debu tipis.

Benda Langit Lain : Satelit, Meteorid, Asteroid, dan Komet

Satelit

Merupakan benda langit yang mengorbit pada benda lainnya dengan rotasi dan periode revolusi tertentu. Ada 2 jenis satelit, yakni satelit alam dan satelit buatan. Salah satu contoh satelit alam adalah Bulan yang mengorbit mengelilingi Planet Bumi.

Sementara itu, satelit buatan ini dirancang dan diciptakan oleh manusia. Satelit buatan ini terdiri atas Satelit pengamat Bumi, Satelit astronomi, Satelit navigasi, Satelit komunikasi, Satelit tenaga surya, Satelit mata-mata, Satelit cuaca, Stasiun angkasa, dan Satelit miniature (yang digunakan untuk mengklasifikasikan jenis satelit yang ringan dan berukuran kecil).

Meteoroid

Benda langit yang berukuran lebih besar dari suatu molekul namun lebih kecil dibandingkan asteroid. Meteoroid juga merupakan sebuah benda padat yang bergerak dalam antar ruang dalam suatu planet. Para ilmuwan memperkirakan adanya 25 juta meteorit, mikrometeorid, dan puing-puing angkasa lainnya yang memasuki atmosfer bumi tiap harinya. Per tahunnya, ada sekitar 15.000 ton material yang masuk ke atmosfer bumi.

Beberapa contoh meteroid terbesar yang pernah ditemukan di bumi adalah Meteorid Mbozi, The Cape York Meteorite,Bacubirito, El Chaco, dan Hoba.

Asteroid

Asteroid atau yang kerap disebut sebagai planet minor atau planetoid adalah benda angkasa berukuran lebih kecil dari planet dan biasanya lebih besar dibandingkan meteoroid. Asteroid ini umumnya berada dalam tata surya.

Ada jutaan asteroid yang menurut para ahli adalah sisa-sisa kehancuran dari planetesimal. Planetesimal sendiri merupakan material dalam nebula matahari (muda) yang tak pernah tumbuh besar menjadi planet.

Beberapa contoh asteroid adalah Asteroid Ceres, Pallas, Vesta, Hygeia, Interamnia, Baptistina, Cleopatra, dan Hektor.

Komet

Komet merupakan benda langit yang mengelilingi matahari. Komet ini bisa berbentuk elips, lonjong, parabolis, atau hiperbolis. Istilah komet sendiri berasal dari Bahasa Yunani “kometes” yang berarti “rambut panjang”. Komet juga sering disebut sebagai bintang berekor atau lintang kemukus. Komet dapat terbentuk dari es dan debu, ia tercipta dari kumpulan debu dan gas yang beku ketika berada jauh dari Matahari. Panjang “ekor” komet sendiri diperkirakan mencapai jutaan kilometer.

Komet ini juga mengorbit matahari sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Untuk menyelesaikan satu kali orbit, sebuah komet bahkan membutuhkan waktu ribuan tahun lho. Salah satu sebabnya adalah karena ada beberapa komet yang bahkan menempuh jarak yang lebih jauh di luar angkasa dibandingkan planet.

Beberapa contoh komet yang pernah terlihat adalah Komet Halley, Komet De Kock- Paraskevopoulos, Komet Hale Bopp, Komet Ikeya Seki, Komet West, Komet McNaught, dan Komet Eclipse.

Matahari dan Bintang

Ruang lingkup astronomi selanjutnya adalah Bintang. Bintang adalah benda langit yang bisa mengeluarkan cahayanya sendiri. Sementara itu, matahari adalah bintang di pusat tata surya kita. Bentuk matahari sendiri nyaris bulat dan terdiri atas plasma panas yang bercampur medan magnet. Diameternya sendiri mencapai 1.392.684 km atau sekitar 109 kali diameter Planet Bumi. Massa matahari sendiri mencapai 330.000 kali lipat massa bumi. Matahari merupakan benda langit terbesar dalam Galaksi Bima Sakti.

Nah, berikut ini beberapa contoh bintang lain selain Matahari : Sistem Centauri α, Sirius (α Canis Majoris), UY Scuti, R136a1, Vega (α Lyrae), dan lain sebagainya.

Galaksi

Galaksi sendiri merupakan kumpulan gas, debu, milyaran bintang, dan sistem tata surya yang disatukan oleh gaya gravitasi. Ruang lingkup astronomi sangatlah luas. Kita semua berada di planet bumi, salah satu planet yang mengelilingi matahari. Semua benda langit yang mengelilingi matahari merupakan suatu sistem tata surya.

Sementra itu, tata surya kita berada di dalam suatu galaksi yang dikenal sebagai Galaksi Bima Sakti atau Milky Way. Galaksi ini sendiri pun hanya merupakan bagian kecil dari alam semesta yang sangat luas.

Para ilmuwan memperkirakan ada sekitar 100 hingga 200 milyar galaksi di alam semesta ini. Sejauh ini, nama galaksi sendiri dikategorikan dalam sebuah nama dan nomor katalog. Berikut ini beberapa contoh galaksi yang dikenal :

  • Galaksi Bima Sakti : Awalnya mulai diketahui dan ditemukan pada 18 Juli 1783. Bentuknya spiral dengan 400 milyar lebih bintang dengan garis tengah sekitar 130 ribu tahun cahaya.
  • Galaksi Andromeda : Pertama kali ditemukan pada awal 965 M dan ditemukan lagi tahun 1612. Bentuknya spiral dan lebih besar dibandingkan Galaksi Bima Sakti karena diameternya hampir mencapai 200 ribu tahun cahaya.
  • Galaksi Ursa Mayor atau Galaksi Beruang Besar : Biasa terlihat sebagai 7 bintang terang. Bentuknya elips dan memiliki 6 bintang.
  • Galaksi Black Eye atau Galaksi Mata Hitam : Ditemukan oleh Edward Pigott pada 2 Maret 1779. Memiliki jalur debu penyerap gelap yang menakjubkan.  
  • Galaksi Tadpole atau Galaksi Kecebong : Sering dikaitkan dengan tabrakan/penggabungan dengan galaksi lain yang lebih kecil sekitar 100 juta tahun yang lalu. Bentuknya spiral berpalang dengan struktur tidak beraturan.

Ruang Angkasa

Merupakan suatu sistem yang terdapat milyaran galaksi di alam semesta atau yang lebih dikenal sebagai antariksa.

Sekian pembahasan mengenai ruang lingkup astronomi. Semoga bermanfaat